PILIHAN
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
29 Mei 2026
Jabatan Tak Boleh Berkurban
28 Mei 2026
Pemkab Siap Dukung Kelancaran Tugas P2TP2A
Riauin.com - Pemerintah Kabupaten Kampar siap memberikan dukungan sarana dan prasarana kepada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk kelancaran penanganan masalah perempuan dan anak di Kabupaten Kampar.
Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah Drs. Yusri, M.Si dalam pertemuan singkat dengan pengurus P2TP2A Kampar di ruang kerjanya, Selasa (24/4).
"Ini tugas kita bersama dalam penanganan kasus perempuan dan anak, maka demi kelancaran penanganan kasus perempuan dan anak di Kabupaten Kampar perlu diberikan dukungan penyediaan sarana dan sarana yang dibutuhkan", kata Yusri.
Yusri menyampaikan, "Saya tahu begitu banyak kasus menimpa anak-anak negeri ini yang sangat memerlukan perhatian dan bantuan semua pihak begitupun persoalan yang melanda kaum perempuan", ujarnya.
Dia meminta P2TP2A dapat memperioritaskan kasus-kasus yang sangat urgen sehingga semua permasalahan dapat tertangani dengan baik dan kepada pihak terkait sekda berharap dapat bekerjasama dalam penanganan dan penuntasan setiap kasus seperti halnya persoalan visum juga hal lainnya.
Ketua Umum P2TP2A Kampar ini juga berharap dengan penyediaan fasilitas yang ada dapat memberikan motivasi terhadap pengurus lainnya sehingga bekerja maksimal.
Motivasi kepada pengurus P2TP2A dalam menjalankan tugas sosial kemasyarakatan yang diberikan sekda ini setelah melihat banyaknya kasus yang menimpa perempuan dan anak di Kabupaten Kampar yang belakangan ini terjadi.
"Kasus tertinggi yang banyak terjadi belakangan ini adalah kasus pencabulan terhadap anak dan menyusul kasus KDRT", kata Ketua Harian P2TP2A Kampar, Hafis Tohar, SH didampingi pengurus lainnya, Rahmat Fajri (Sekretaris), Erniwati (Bendahara) dan Netty Mindrayani (Divisi Penguatan Jaringan).
Dalam pertemuan itu, Hafis membeberkan sejumlah kasus yang telah dan sedang ditangani P2TP2A bekerjasama dengan Unit PPA Polres Kampar.
"Dalam setahun kasus yang harus ditangani mencapai seratusan kasus, separuhnya adalah dari kalangan kurang mampu, inilah yang menjadi tugas berat organisasi ini", kata dia.
Saat ini kebutuhan yang sangat penting adalah penyediaan rumah singgah atau rumah aman agar persoalan perempuan dan anak dapat diatasi secara maksimal dan sesuai dengan yang diharapkan.
"Ada puluhan anak dititipkan di LP Bangkinang yang membutuhkan perhatian segera jika ingin mereka berubah dan dapat menyelamatkan dari segala kemungkinan yang justru dapat memperburuk kondisi mental generasi negeri ini", ujar Hafis.(afni)
Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah Drs. Yusri, M.Si dalam pertemuan singkat dengan pengurus P2TP2A Kampar di ruang kerjanya, Selasa (24/4).
"Ini tugas kita bersama dalam penanganan kasus perempuan dan anak, maka demi kelancaran penanganan kasus perempuan dan anak di Kabupaten Kampar perlu diberikan dukungan penyediaan sarana dan sarana yang dibutuhkan", kata Yusri.
Yusri menyampaikan, "Saya tahu begitu banyak kasus menimpa anak-anak negeri ini yang sangat memerlukan perhatian dan bantuan semua pihak begitupun persoalan yang melanda kaum perempuan", ujarnya.
Dia meminta P2TP2A dapat memperioritaskan kasus-kasus yang sangat urgen sehingga semua permasalahan dapat tertangani dengan baik dan kepada pihak terkait sekda berharap dapat bekerjasama dalam penanganan dan penuntasan setiap kasus seperti halnya persoalan visum juga hal lainnya.
Ketua Umum P2TP2A Kampar ini juga berharap dengan penyediaan fasilitas yang ada dapat memberikan motivasi terhadap pengurus lainnya sehingga bekerja maksimal.
Motivasi kepada pengurus P2TP2A dalam menjalankan tugas sosial kemasyarakatan yang diberikan sekda ini setelah melihat banyaknya kasus yang menimpa perempuan dan anak di Kabupaten Kampar yang belakangan ini terjadi.
"Kasus tertinggi yang banyak terjadi belakangan ini adalah kasus pencabulan terhadap anak dan menyusul kasus KDRT", kata Ketua Harian P2TP2A Kampar, Hafis Tohar, SH didampingi pengurus lainnya, Rahmat Fajri (Sekretaris), Erniwati (Bendahara) dan Netty Mindrayani (Divisi Penguatan Jaringan).
Dalam pertemuan itu, Hafis membeberkan sejumlah kasus yang telah dan sedang ditangani P2TP2A bekerjasama dengan Unit PPA Polres Kampar.
"Dalam setahun kasus yang harus ditangani mencapai seratusan kasus, separuhnya adalah dari kalangan kurang mampu, inilah yang menjadi tugas berat organisasi ini", kata dia.
Saat ini kebutuhan yang sangat penting adalah penyediaan rumah singgah atau rumah aman agar persoalan perempuan dan anak dapat diatasi secara maksimal dan sesuai dengan yang diharapkan.
"Ada puluhan anak dititipkan di LP Bangkinang yang membutuhkan perhatian segera jika ingin mereka berubah dan dapat menyelamatkan dari segala kemungkinan yang justru dapat memperburuk kondisi mental generasi negeri ini", ujar Hafis.(afni)
Berita Lainnya
Pemkab Ancam Cabut Izin Pabrik Kelapa Sawit Nakal di Kampar
Jembatan Danau Bingkuang Ditutup akibat Kerusakan Struktur, Arus Lalu Lintas Pekanbaru-Bangkinang Dialihkan
Masjid Al-Ihsan Islamic Center Bangkinang Masuk Lima Besar Penyumbang Kurban Terbanyak Nasional
Pemkab Kampar Prioritaskan Ruas Jalan Rusak Parah Akibat Keterbatasan Anggaran
Hadiri Penyembelihan Kurban di PWI, Wakil Bupati Kampar Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi lewat Aksi Sosial
Lewat Sistem Tabungan, Diskominfo Kampar Gelar Kurban Mandiri Perdana
Pemkab Ancam Cabut Izin Pabrik Kelapa Sawit Nakal di Kampar
Jembatan Danau Bingkuang Ditutup akibat Kerusakan Struktur, Arus Lalu Lintas Pekanbaru-Bangkinang Dialihkan
Masjid Al-Ihsan Islamic Center Bangkinang Masuk Lima Besar Penyumbang Kurban Terbanyak Nasional
Pemkab Kampar Prioritaskan Ruas Jalan Rusak Parah Akibat Keterbatasan Anggaran
Hadiri Penyembelihan Kurban di PWI, Wakil Bupati Kampar Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi lewat Aksi Sosial
Lewat Sistem Tabungan, Diskominfo Kampar Gelar Kurban Mandiri Perdana