Menteri PU Kaji Pembangunan Jalan Tol Teluk Kuantan–Pekanbaru
Mobil Mogok
Penyebaran Api Capai 46,5 Hektar, Satgas Karhutla Riau Gempur Dua Kabupaten dari Darat dan Udara
RIAUIN.COM - Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) terus mengintensifkan pemadaman di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu, Riau, Rabu (5/8/2026). Hingga kini, akumulasi luas area yang terbakar di dua daerah tersebut telah menembus sekitar 46,5 hektar yang tersebar di empat titik lokasi.
Upaya penanggulangan harus menghadapi berbagai hambatan fisik, mulai dari rintangan akses geografis, vegetasi ilalang kering yang memicu asap pekat, hingga hembusan angin kencang yang sering kali memicu kembali kobaran api.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto menjelaskan, tim gabungan dari unsur darat dan udara dikerahkan secara simultan untuk menekan laju penyebaran karhutla. Dari empat lokasi utama yang ditangani, tiga area masih berada dalam proses pemadaman dan pendinginan ketat, sementara satu titik dinyatakan telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
"Sinergi seluruh unsur darat dan udara terus kami optimalkan agar titik-titik api yang tersisa dapat segera dipadamkan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca masih mendukung terjadinya kebakaran," kata Ferdian Krisnanto, Rabu (5/8/2026).
Titik kebakaran terbesar tercatat di kawasan Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, dengan estimasi area terdampak mencapai 20 hektar. Meski asap tebal dan material bahan bakar yang padat sempat menyulitkan personel darat, konsentrasi pemadaman di area ini kini mendapat bantuan dari udara.
"Perkembangan positif mulai terlihat setelah kepala api di sisi selatan berhasil dikuasai. Upaya pemadaman juga diperkuat dengan dukungan dua unit helikopter water bombing yang terus melakukan pengeboman air di area kebakaran," ujar Ferdian Krisnanto.
Masih di Indragiri Hulu, keberhasilan diraih petugas di Desa Paya Rumbai, Kecamatan Siberida. Lahan seluas 1,5 hektar yang sempat membara sejak dua hari lalu berhasil dipadamkan secara total kendati personel di lapangan sempat terkendala keterbatasan pasokan air.
Sementara itu di Kabupaten Pelalawan, operasi pemadaman terberat berlangsung di Kelurahan Kerumutan yang telah memasuki hari keenam dengan luasan kebakaran sekitar 15 hektar. Jarak tempuh menuju titik api terbilang sangat ekstrem karena petugas harus melintasi jalur darat menggunakan sepeda motor selama 45 menit sebelum berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer sambil memikul peralatan.
Guguran hujan berdurasi setengah jam sempat mengguyur lokasi tersebut, tetapi belum cukup kuat memadamkan bara di dalam lapisan gambut atau vegetasi padat.
"Curah hujan memang cukup membantu menurunkan intensitas api, tetapi belum cukup untuk memastikan seluruh bara benar-benar padam. Karena itu pemadaman lanjutan dan pendinginan tetap kami lakukan agar tidak terjadi penyalaan kembali," tutur Ferdian Krisnanto.
Lokasi lain di Pelalawan berada di kawasan Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan. Kebakaran seluas 10 hektar di area rerumputan kering ini terus ditangani pada hari kedua, di mana arah angin yang berubah-ubah kerap mengarahkan asap pekat ke jalur petugas pemadam. (Bil)
Berita Lainnya
Lewat Forum IMT-GT, Pemprov Riau Akselerasi Program Rendah Karbon
Pembangunan RS UPT Kemenkes di Riau Capai 90 Persen, Target Diresmikan November 2026
Pemprov Riau Genjot Cek Kesehatan Gratis untuk Tekan Penyebaran TB
Harga Kernel Melesat, Harga Sawit Swadaya Riau Naik Jadi Rp 3.936/Kg
Kabar Duka Konservasi Riau, Gajah Jovi Mati Setelah 34 Hari Perawatan Medis
Belasan Hotspot Kepung Pelalawan dan Inhu, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla di Riau
Lewat Forum IMT-GT, Pemprov Riau Akselerasi Program Rendah Karbon
Pembangunan RS UPT Kemenkes di Riau Capai 90 Persen, Target Diresmikan November 2026
Pemprov Riau Genjot Cek Kesehatan Gratis untuk Tekan Penyebaran TB
Harga Kernel Melesat, Harga Sawit Swadaya Riau Naik Jadi Rp 3.936/Kg
Kabar Duka Konservasi Riau, Gajah Jovi Mati Setelah 34 Hari Perawatan Medis
Belasan Hotspot Kepung Pelalawan dan Inhu, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla di Riau