Menteri PU Kaji Pembangunan Jalan Tol Teluk Kuantan–Pekanbaru
Mobil Mogok
Harga Kernel Melesat, Harga Sawit Swadaya Riau Naik Jadi Rp 3.936/Kg
RIAUIN.COM - Tren positif kembali menghampiri para petani kelapa sawit swadaya di Provinsi Riau. Lonjakan tajam pada harga inti sawit (kernel) sukses menopang kenaikan harga tandan buah segar (TBS) untuk penetapan periode 5–11 Agustus 2026.
Berdasarkan hasil rapat Tim Penetapan Harga Dinas Perkebunan Provinsi Riau pada Selasa (4/8/2026), harga TBS untuk kelompok umur tanaman 9 tahun dipatok sebesar Rp 3.936,63 per kilogram. Angka ini mencatatkan kenaikan Rp 23,35 per kilogram atau sekitar 0,60 persen bila dibandingkan pekan sebelumnya.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau Defris Hatmaja mengungkapkan bahwa penguatan nilai jual TBS periode ini murni dipicu oleh performa komoditas inti sawit di pasaran.
"Kenaikan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor naiknya harga kernel," ujar Defris Hatmaja di Pekanbaru, Selasa.
Defris Hatmaja merincikan, harga jual kernel melesat naik hingga Rp 544,98 per kilogram. Kenaikan signifikan pada sektor kernel tersebut berhasil menutupi penurunan tipis pada harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang terkoreksi sebesar Rp 17,48 per kilogram.
Dari penetapan tersebut, rerata harga CPO pekan ini berada di angka Rp 15.777,52 per kilogram, sementara harga kernel melambung ke posisi Rp 15.528,00 per kilogram. Adapun besaran indeks K yang disepakati tercatat sebesar 92,40 persen dengan patokan harga cangkang Rp 24,45 per kilogram.
Guna menjaga keabsahan data saat sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) tidak melakukan transaksi penjualan, pihak dinas menerapkan skema regulasi sesuai Permentan Nomor 13 Tahun 2024.
"Pada periode ini, harga rata-rata CPO KPBN tercatat sebesar Rp 15.779,33 per kilogram dan harga kernel KPBN sebesar Rp 15.138,00 per kilogram," kata Defris Hatmaja menambahkan.
Berikut adalah daftar lengkap penetapan harga TBS kelapa sawit mitra swadaya di Provinsi Riau berlaku 5–11 Agustus 2026:
Tanaman umur 3 tahun: Rp 3.052,07/kg
Tanaman umur 4 tahun: Rp 3.401,38/kg
Tanaman umur 5 tahun: Rp 3.647,59/kg
Tanaman umur 6 tahun: Rp 3.787,31/kg
Tanaman umur 7 tahun: Rp 3.873,00/kg
Tanaman umur 8 tahun: Rp 3.919,58/kg
Tanaman umur 9 tahun: Rp 3.936,63/kg
Tanaman umur 10–20 tahun: Rp 3.897,09/kg
Tanaman umur 21 tahun: Rp 3.832,85/kg
Tanaman umur 22 tahun: Rp 3.758,48/kg
Tanaman umur 23 tahun: Rp 3.673,90/kg
Tanaman umur 24 tahun: Rp 3.609,76/kg
Tanaman umur 25 tahun: Rp 3.557,25/kg
Tanaman umur 26 tahun: Rp 3.538,30/kg
Tanaman umur 27 tahun: Rp 3.509,12/kg
Tanaman umur 28 tahun: Rp 3.453,70/kg
Tanaman umur 29 tahun: Rp 3.412,88/kg
Tanaman umur 30 tahun: Rp 3.319,58/kg. (Bil)
Berita Lainnya
Kabar Duka Konservasi Riau, Gajah Jovi Mati Setelah 34 Hari Perawatan Medis
Belasan Hotspot Kepung Pelalawan dan Inhu, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla di Riau
Harga Emas dan Biaya Kuliah Picu Inflasi Riau Tembus 3,82 Persen pada Juli 2026
Pemprov Riau Kucurkan Rp 10 Miliar di APBD-P 2026 untuk Atasi Kerusakan Jalan Sontang-Kasang Padang
Soal Pertikaian Anggota Dewan, BK DPRD Riau Ngaku Masih Silang Pendapat
Dorong Ekonomi Kreatif, Pemprov Riau Apresiasi 10 Koperasi Lintas Daerah
Kabar Duka Konservasi Riau, Gajah Jovi Mati Setelah 34 Hari Perawatan Medis
Belasan Hotspot Kepung Pelalawan dan Inhu, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla di Riau
Harga Emas dan Biaya Kuliah Picu Inflasi Riau Tembus 3,82 Persen pada Juli 2026
Pemprov Riau Kucurkan Rp 10 Miliar di APBD-P 2026 untuk Atasi Kerusakan Jalan Sontang-Kasang Padang
Soal Pertikaian Anggota Dewan, BK DPRD Riau Ngaku Masih Silang Pendapat
Dorong Ekonomi Kreatif, Pemprov Riau Apresiasi 10 Koperasi Lintas Daerah