• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Kuansing Gelar Donor Darah dan Bagi Sembako Gratis
16 Juni 2026
Pejabat Kuansing Kompak Ganti Nomor HP, Ahli Hukum UNRI: Itu Tidak Gentleman dan Problem Integritas
16 Juni 2026
'Jangan Bunuh Angsa Bertelur Emas'
16 Juni 2026
Balai Riau Matangkan Usulan Tepian Narosa Jadi Proyek Strategis Nasional
16 Juni 2026
Turap Koto Kombu Rampung, Rumah Guru yang Nyaris Longsor Kembali Dihuni
12 Juni 2026

  • Home
  • Riau

Kebakaran Lahan di Bengkalis Capai 8.237 Hektare, Terluas di Riau

Redaksi

Rabu, 17 Juni 2026 17:59:53 WIB
Cetak

RIAUIN.COM - Wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Pelalawan kini menjadi titik paling rawan dalam krisis kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. Berdasarkan pemantauan terbaru hingga Mei 2026, akumulasi luas kerusakan lingkungan akibat paparan api di kedua wilayah tersebut mendominasi total bencana serupa di tingkat provinsi yang kini areanya sudah menembus angka belasan ribu hektare.

Kondisi terparah melanda Bengkalis dengan luas area yang hangus mencapai 8.237 hektare, disusul Pelalawan yang mencatatkan kerusakan seluas 4.538,8 hektare. Di sisi lain, lonjakan kasus juga merembet ke wilayah pesisir dan daratan lain seperti Indragiri Hilir dengan luasan 947,2 hektare serta Kota Dumai setinggi 600,9 hektare.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto menjelaskan bahwa potret kerugian ekologis ini didapatkan melalui verifikasi akurat menggunakan pemantauan ruang angkasa. Estimasi luasan diperoleh dari hasil pembacaan citra satelit yang diolah secara terpadu oleh Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Karakteristik Lahan Gambut Sulit Padam
Bencana kali ini menjadi tantangan berat lantaran karakteristik wilayah yang terbakar mayoritas merupakan ekosistem gambut. Karakter tanah ini dikenal menyimpan bara di bawah permukaan sehingga api sangat sulit dieliminasi secara total jika sudah telanjur meluas.

Dari total area yang terdampak di Riau, sektor lahan gambut yang tereduksi mencapai 14.162,6 hektare, sedangkan wilayah tanah mineral yang terbakar berada di angka 1.155,4 hektare. Khusus di Bengkalis, dari seluruh area yang terbakar, vegetasi di atas tanah gambut menyumbang angka kerusakan sebesar 8.017,6 hektare dan sisanya berupa lahan mineral 219,4 hektare.

Pola serupa terlihat di Pelalawan di mana areal gambut yang hangus menyentuh 4.328,4 hektare, berbanding tipis dengan area mineral yang hanya 210,3 hektare. Anomali sedikit bergeser di Indragiri Hilir karena rasio kebakaran antara lahan mineral dan gambut cenderung berimbang, masing-masing setinggi 423,5 hektare dan 523,7 hektare.

Tren Kerusakan Tertinggi dalam Tujuh Tahun
Secara akumulatif, total area yang terbakar di Riau dari awal tahun hingga Mei 2026 kini menyentuh angka 15.318 hektare. Jika ditarik garis linier ke belakang, angka ini menjadi lompatan kasus yang sangat masif dan mengkhawatirkan bagi kelestarian udara Sumatra.

Sebagai perbandingan, pada rentang bulan yang sama di tahun 2025, satgas di lapangan hanya mencatat area terbakar seluas 751,1 hektare. Kondisi tahun ini juga tercatat sebagai situasi terburuk dalam kurun waktu tujuh tahun ke belakang, di mana angka kerusakan hanya bisa dilampaui oleh rekam jejak kelam bencana tahun 2019 yang kala itu memusnahkan hingga 27.724 hektare lahan.

Sebagai catatan sejarah, grafik kebakaran di Riau sebenarnya sempat menunjukkan tren mitigasi yang cukup fluktuatif namun cenderung terkendali pada tahun-tahun sebelumnya:

Tahun 2021: Luas kebakaran 6.471,5 hektare

Tahun 2022: Luas kebakaran 2.325,9 hektare

Tahun 2023: Luas kebakaran 1.860,5 hektare

Tahun 2024: Luas kebakaran 3.942,7 hektare

Pengetatan Patroli dan Lokalisasi Api
Merespons situasi kritis ini, personel Manggala Agni bersama jajaran Satuan Tugas Kehutanan memperketat sistem pengawasan di titik-titik rawan. Fokus utama petugas saat ini adalah melakukan deteksi dini terhadap munculnya titik panas baru agar tidak berkembang menjadi kebakaran besar yang tidak terkendali.

Langkah taktis di lapangan dilakukan lewat pembuatan sekat bakar untuk memutus jalur rambatan api, disusul dengan operasi pemadaman langsung merespons pantauan visual. Pemantauan pergerakan asap dan api juga dimaksimalkan melalui integrasi pemantauan udara guna mendukung pergerakan tim darat.

Ferdian Krisnanto kembali menegaskan pentingnya komitmen masyarakat dan korporasi untuk menghentikan total praktik pembukaan area perkebunan dengan metode pembakaran. Langkah preventif terus digencarkan secara persuasif ke desa-desa yang masuk dalam zona merah rawan kebakaran hutan. (*)


 Editor : Nab


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Dipicu Penguatan CPO, Harga Sawit Swadaya di Riau Kembali Naik

Persaingan SPMB SMA/SMK Riau Sengit, Calon Siswa Diminta Segera Alihkan Pilihan

Pusat Siapkan Hilirisasi dan Peremajaan Kebun Kelapa di Inhil

Antisipasi Dampak Lonjakan Harga Cabai dan Bawang, Riau Tingkatkan Kewaspadaan

BPS Awali Sensus Ekonomi 2026 di Riau, Data ASN Jadi Sasaran Perdana

Warga Minas Rajut Kemandirian Ekonomi Lewat Budidaya Lele

Dipicu Penguatan CPO, Harga Sawit Swadaya di Riau Kembali Naik

Persaingan SPMB SMA/SMK Riau Sengit, Calon Siswa Diminta Segera Alihkan Pilihan

Pusat Siapkan Hilirisasi dan Peremajaan Kebun Kelapa di Inhil

Antisipasi Dampak Lonjakan Harga Cabai dan Bawang, Riau Tingkatkan Kewaspadaan

BPS Awali Sensus Ekonomi 2026 di Riau, Data ASN Jadi Sasaran Perdana

Warga Minas Rajut Kemandirian Ekonomi Lewat Budidaya Lele

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pejabat Kuansing Kompak Ganti Nomor HP, Ahli Hukum UNRI: Itu Tidak Gentleman dan Problem Integritas
  • 2 Balai Riau Matangkan Usulan Tepian Narosa Jadi Proyek Strategis Nasional
  • 3 Turap Koto Kombu Rampung, Rumah Guru yang Nyaris Longsor Kembali Dihuni
  • 4 Buaya Muara Sungai Metas Siak Mangsa Warga Kampung Penyengat
  • 5 Polsek Cerenti Bakar 31 Rakit Tambang Emas Ilegal, Kapolres Kuansing Minta Tokoh Adat Turun Tangan
  • 6 CPO Melonjak, Harga Sawit Swadaya Riau Tembus Rp 3.674/Kilogram
  • 7 Cerenti 'Menyala' Lagi: Baru Dua Hari Razia, Ratusan Rakit PETI Kembali Beroperasi
  • 8 Sebut Bakar Rakit Hanya Sandiwara, Warga Kuansing Tantang Polisi Tangkap Pengepul Emas
  • 9 Usai Minta Maaf dan Bikin Pernyataan, Polisi Lepaskan Dua 'Pocong' Jadi-jadian di Taluk Kuansing
Terkini +INDEKS

Jalur Laut Riau Masih Rentan, Polres Dumai Sita Sabu Rp 26 Miliar dari Jaringan Selat Malaka

17 Juni 2026
Bukan Cuma Kesehatan, Posyandu di Bengkalis Kini Wajib Layani Enam Bidang SPM
17 Juni 2026
Pekanbaru Pacu Reduksi Limbah di Hulu, Pengelola Sampah Terbaik Dihadiahi Umrah
17 Juni 2026
Kebakaran Lahan di Bengkalis Capai 8.237 Hektare, Terluas di Riau
17 Juni 2026
Terganjal Persoalan Administrasi Lama, Pekanbaru Raih Opini WDP dari BPK
17 Juni 2026
Pasokan Sabu dari Pangeran Hidayat Pekanbaru Rambah ke Wilayah Pemukiman Kampar
17 Juni 2026
Dipicu Penguatan CPO, Harga Sawit Swadaya di Riau Kembali Naik
17 Juni 2026
Longsor Hanyutkan Empat Rumah ke Sungai, Akses Pelabuhan di Inhil Putus
17 Juni 2026
Sambut HUT Kota Pekanbaru, Warga Riau Bisa Tambah Daya Listrik PLN Setengah Harga Selama Dua Pekan
17 Juni 2026
KPK Perkuat Pembuktian Kasus Korupsi Abdul Wahid Cs Lewat Ahli Pidana
17 Juni 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved