Tim Gabungan Lintas Provinsi dan Satgas Udara Berjibaku Sekat Kobaran Api Karhutla di Kandis
RIAUIN.COM - Kebakaran hutan dan lahan yang melanda dua kabupaten di Provinsi Riau memaksa tim pemadam menerapkan strategi taktis di lapangan demi mempercepat penanganan. Selain melakukan penyekatan untuk menahan laju api, personel di lapangan juga harus bermalam di pemukiman penduduk akibat jauhnya akses ke titik kebakaran.
Upaya penanggulangan karhutla ini berfokus di dua titik kritis lahan gambut, yakni Kecamatan Kandis di Kabupaten Siak dan Kecamatan Pasir Limau Kapas di Kabupaten Rokan Hilir.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto mengungkapkan bahwa pengerahan personel dibagi menjadi dua tim operasional. Penanganan di wilayah Kandis diserahkan kepada Manggala Agni Daops IV Pekanbaru, sementara area Pasir Limau Kapas diatasi oleh Tim Manggala Agni Daops III Labuhan Batu Selatan asal Sumatera Utara.
"Untuk mempercepat pergerakan menuju lokasi kebakaran di Pasir Limau Kapas, tim di lapangan memutuskan untuk menumpang di rumah-rumah warga setempat. Langkah ini diambil karena jarak tempuh dan akses mobilisasi yang cukup menyita waktu jika harus kembali ke posko utama," kata Ferdian di Pekanbaru.
Hingga Rabu malam, situasi di Pasir Limau Kapas dilaporkan mulai terkendali dan menyisakan kepulan asap tipis. Area yang terbakar di wilayah tersebut merupakan lahan perkebunan milik masyarakat dengan perkiraan luas mencapai delapan hektare.
Kondisi berbeda terjadi di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Kebakaran di wilayah ini masih belum dapat ditanggulangi sepenuhnya karena api terus merembet. Tim darat Manggala Agni terpaksa memprioritaskan metode penyekatan pada bagian kepala api agar kobaran tidak meluas ke area gambut lainnya. Perjuangan tim darat ini juga disokong oleh satgas udara yang melakukan pengeboman air menggunakan helikopter water bombing.
Berdasarkan perhitungan awal di lapangan, luasan lahan gambut warga yang hangus terbakar di wilayah Kandis diperkirakan sudah mencapai 20 hektare.
Tantangan terbesar yang dihadapi oleh seluruh personel gabungan saat ini adalah sengatan cuaca panas yang sangat ekstrem. Suhu tinggi di atas lahan gambut membuat proses pemadaman menjadi berkali-kali lipat lebih berat.
Kondisi tersebut diperparah dengan menyusutnya volume air di sekitar lokasi kejadian. Meski kanal dan sumber air belum sepenuhnya kering, penurunan debit yang drastis memaksa petugas di lapangan memutar otak untuk menghemat dan memaksimalkan sisa air yang ada demi memadamkan sisa-sisa bara api di dalam gambut.
Pihak Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera menegaskan bahwa seluruh personel akan tetap disiagakan di kedua lokasi tersebut. Operasi pemadaman dan pendinginan dipastikan terus berjalan tanpa jeda hingga seluruh titik api benar-benar padam total dan area dinyatakan steril dari potensi kebakaran susulan. (Bil)
Berita Lainnya
Harga TBS Swadaya di Riau Naik Lagi, Dipicu Penguatan Pasar CPO
Atasi Luapan Air di Jalan Sudirman, Pemprov Riau Siap Pasang Box Culvert Akhir Juli
Defisit Fiskal Riau, Perusahaan Diajak Kolaborasi Perbaiki Jalan Rusak di Mahato-Simpang Manggala
Sanggar Keletah Budak Suguhkan Operet Anak 'Dedap Durhaka'
Krisis Air Hambat Pendinginan 81 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Riau
Seleksi Komisaris PT PER Dibuka, Pemprov Riau Tekankan Integritas dan Tata Kelola BUMD
Harga TBS Swadaya di Riau Naik Lagi, Dipicu Penguatan Pasar CPO
Atasi Luapan Air di Jalan Sudirman, Pemprov Riau Siap Pasang Box Culvert Akhir Juli
Defisit Fiskal Riau, Perusahaan Diajak Kolaborasi Perbaiki Jalan Rusak di Mahato-Simpang Manggala
Sanggar Keletah Budak Suguhkan Operet Anak 'Dedap Durhaka'
Krisis Air Hambat Pendinginan 81 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Riau
Seleksi Komisaris PT PER Dibuka, Pemprov Riau Tekankan Integritas dan Tata Kelola BUMD