PILIHAN
Bangun Kembali Pasar Terapung Tembilahan, Disperindag Inhil Butuh Sedikitnya Rp50 Miliar
TEMBILAHAN, Riauin.com - Untuk membangun kembali Pasar Terapung Tembilahan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil, Riau sedikitnya membutuhkan dana sebesar Rp40 sampai Rp50 miliar
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Inhil, Dianto Mampanini kepada GoRiau.
''Berdasarkan hitung-hitungan bersama konsultan ya sekitar Rp40 sampai Rp50 miliar,'' ujarnya.
Pembangunan pasar yang berdiri di atas Sungai Indragiri itu ditegaskannya memerlukan dana yang tidak sedikit dikarenakan harus dilakukan pembongkaran total terhadap pasar yang ada.
Selain itu, mengingat bangunan akan dibangun di atas sungai maka perlu bahan yang berkualitas baik.
''Memang kalau membangun di lokasi yang sekarang akan besar anggarannya, apalagi daerah pinggiran sungai itu rawan, apalagi semua harus kita ganti ditambah lagi alam kita sangat berat, jadi butuh bahan berkualitas tinggi,'' lanjutnya.
Meskipun pembangunan belum diketahui kapan akan dilaksanakan karena belum tersedianya anggaran sebesar itu, Dianto pun menjelaskan di tahun 2018 ini pihaknya akan fokus terhadap relokasi pedagang ke Tempat Penampungan Sementara (TPS).
''Kita akan buat TPS dulu, cuman lokasinya jadi kendala, kalau di jalan tidak mungkin, di suruh ke Pasar Kayu Jati pedagangnya tidak mau, itu juga akan kita pikirkan bersama,'' cetus Dianto Mampanini.(nol)
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Inhil, Dianto Mampanini kepada GoRiau.
''Berdasarkan hitung-hitungan bersama konsultan ya sekitar Rp40 sampai Rp50 miliar,'' ujarnya.
Pembangunan pasar yang berdiri di atas Sungai Indragiri itu ditegaskannya memerlukan dana yang tidak sedikit dikarenakan harus dilakukan pembongkaran total terhadap pasar yang ada.
Selain itu, mengingat bangunan akan dibangun di atas sungai maka perlu bahan yang berkualitas baik.
''Memang kalau membangun di lokasi yang sekarang akan besar anggarannya, apalagi daerah pinggiran sungai itu rawan, apalagi semua harus kita ganti ditambah lagi alam kita sangat berat, jadi butuh bahan berkualitas tinggi,'' lanjutnya.
Meskipun pembangunan belum diketahui kapan akan dilaksanakan karena belum tersedianya anggaran sebesar itu, Dianto pun menjelaskan di tahun 2018 ini pihaknya akan fokus terhadap relokasi pedagang ke Tempat Penampungan Sementara (TPS).
''Kita akan buat TPS dulu, cuman lokasinya jadi kendala, kalau di jalan tidak mungkin, di suruh ke Pasar Kayu Jati pedagangnya tidak mau, itu juga akan kita pikirkan bersama,'' cetus Dianto Mampanini.(nol)
Berita Lainnya
Pencari Siput di Inhil Tewas Diterkam Buaya, Jasad Korban Ditemukan Utuh
Permukiman Padat di Concong Inhil Terbakar, Api Hanguskan Puluhan Bangunan Kayu
Warga Desa Limau Inhil Digegerkan dengan Kemunculan Buaya di Lingkungan Perumahan
Seorang Nenek di Inhil Diterkam Buaya Saat Mencuci di Sungai, Beruntung Berhasil Diselamatkan Suami
Banjir Kembali Genangi Inhil, Jumlah Korban Terdampak Belum Diketahui
Diduga Akibat Korsleting Arus Pendek, Ruang Kabag Kesra Pemkab Inhil Hangus Terbakar
Pencari Siput di Inhil Tewas Diterkam Buaya, Jasad Korban Ditemukan Utuh
Permukiman Padat di Concong Inhil Terbakar, Api Hanguskan Puluhan Bangunan Kayu
Warga Desa Limau Inhil Digegerkan dengan Kemunculan Buaya di Lingkungan Perumahan
Seorang Nenek di Inhil Diterkam Buaya Saat Mencuci di Sungai, Beruntung Berhasil Diselamatkan Suami
Banjir Kembali Genangi Inhil, Jumlah Korban Terdampak Belum Diketahui
Diduga Akibat Korsleting Arus Pendek, Ruang Kabag Kesra Pemkab Inhil Hangus Terbakar