Bencana Longsor Beruntun Intai Pesisir Inhil, Puluhan Keluarga Terancam
RIAUIN.COM - Ancaman bencana hidrometeorologi basah berupa tanah longsor dan abrasi kian mengkhawatirkan wilayah pesisir Provinsi Riau. Dalam kurun waktu tiga hari berturut-turut, dua kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir dihantam longsor beruntun yang merusak puluhan tempat tinggal warga serta fasilitas usaha. Hingga saat ini, kepastian mengenai bantuan rekonstruksi bangunan dari pemerintah daerah setempat masih belum menemui titik terang.
Rangkaian bencana ini bermula di Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, pada Selasa (16/6/2026), yang mengakibatkan belasan rumah warga amblas ke aliran sungai. Selang sehari kemudian, Rabu (17/6/2026), bencana serupa bergeser ke Kecamatan Enok dan merusak empat rumah. Situasi kian memburuk setelah longsor susulan kembali mengguncang kawasan Kuala Enok pada Kamis (18/6/2026) yang menghancurkan enam rumah dan dua lapak dagang milik masyarakat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Indragiri Hilir R Arliansyah menyatakan bahwa struktur tanah di lokasi kejadian hingga kini terpantau masih labil dan rawan pergerakan. Oleh karena itu, personel penanggulangan bencana masih disiagakan di area terdampak untuk memitigasi risiko fatalitas. Masyarakat yang bermukim di sepanjang tepian sungai juga diminta meningkatkan kewaspadaan penuh.
"Kami mengimbau masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi tanah di lokasi masih berpotensi mengalami pergerakan," ujar Arliansyah saat dikonfirmasi dari Pekanbaru, Jumat (19/6/2026).
Mengenai penanganan pascabencana, pemerintah daerah baru sebatas menyalurkan bantuan logistik darurat untuk memenuhi kebutuhan pangan harian para korban. Pendistribusian logistik berupa bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan pemenuhan gizi instan dilakukan melalui otoritas kelurahan setempat, termasuk melibatkan Pelaksana Tugas Lurah Kuala Enok yang diteruskan kepada perwakilan warga, Desi Aryana Sari. Langkah serupa juga menyasar empat kepala keluarga di Kelurahan Enok melalui Lurah Martilah.
Meski pemenuhan kebutuhan pangan darurat dari Dinas Sosial, Baznas, dan BPBD mulai terpenuhi, nasib rehabilitasi bangunan yang rusak parah masih mengambang. Otoritas penanggulangan bencana daerah belum bisa memastikan apakah program perbaikan rumah, baik berkategori rusak berat maupun ringan, akan diakomodasi oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Indragiri Hilir.
Kondisi geografis wilayah pesisir Riau, khususnya Indragiri Hilir yang didominasi perairan dan struktur tanah gambut lunak, menjadikan kawasan ini sangat rentan terhadap erosi lateral dan abrasi. Peristiwa yang terjadi di Kuala Enok ini menambah panjang catatan kedaruratan wilayah pesisir selatan Riau, yang setiap tahunnya terus mengalami penurunan volume daratan akibat pengikisan arus sungai dan pasang surut air laut. (Bil)
Berita Lainnya
Pencari Siput di Inhil Tewas Diterkam Buaya, Jasad Korban Ditemukan Utuh
Permukiman Padat di Concong Inhil Terbakar, Api Hanguskan Puluhan Bangunan Kayu
Warga Desa Limau Inhil Digegerkan dengan Kemunculan Buaya di Lingkungan Perumahan
Seorang Nenek di Inhil Diterkam Buaya Saat Mencuci di Sungai, Beruntung Berhasil Diselamatkan Suami
Banjir Kembali Genangi Inhil, Jumlah Korban Terdampak Belum Diketahui
Diduga Akibat Korsleting Arus Pendek, Ruang Kabag Kesra Pemkab Inhil Hangus Terbakar
Pencari Siput di Inhil Tewas Diterkam Buaya, Jasad Korban Ditemukan Utuh
Permukiman Padat di Concong Inhil Terbakar, Api Hanguskan Puluhan Bangunan Kayu
Warga Desa Limau Inhil Digegerkan dengan Kemunculan Buaya di Lingkungan Perumahan
Seorang Nenek di Inhil Diterkam Buaya Saat Mencuci di Sungai, Beruntung Berhasil Diselamatkan Suami
Banjir Kembali Genangi Inhil, Jumlah Korban Terdampak Belum Diketahui
Diduga Akibat Korsleting Arus Pendek, Ruang Kabag Kesra Pemkab Inhil Hangus Terbakar