Sungai di Riau Berstatus Awas, Warga Bantaran Diminta Siaga Pasca Bukaan Pintu PLTA Koto Panjang
RIAUIN.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Damkar Provinsi Riau menetapkan status "Awas" untuk tiga sistem sungai utama di Riau setelah Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang melakukan pembukaan pintu air (spillway). Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya debit air masuk (inflow) ke waduk akibat curah hujan tinggi di wilayah hulu.
Meskipun kondisi di lapangan dilaporkan masih dalam batas aman, BPBD Damkar mengimbau warga yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan.
Tiga wilayah sungai yang kini dalam kategori bahaya tinggi mencakup bagian dari Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Kepala Pelaksana BPBD Damkar Provinsi Riau, Edy Afrizal (sebelumnya Edy Afrizal), merinci wilayah tersebut berdasarkan laporan hidrologi terbaru dari Balai Wilayah Sungai (BWS).
"Status awas itu ditetapkan pada Sungai Indragiri, Sungai Japura, dan Sungai Rengat di wilayah Inhu," kata Edy Afrizal pada Sabtu (3/1/2026).
Ia menambahkan, peringatan serupa juga dikeluarkan untuk Sungai Kampar Kiri, khususnya di Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, serta Sungai Mahato di kawasan Tanjung Medan, Kabupaten Rohil.
Debit Sungai Kampar Naik 20 cm
Edy Afrizal mengonfirmasi bahwa pembukaan pintu waduk PLTA Koto Panjang yang telah berlangsung sejak dua hari lalu langsung memicu kenaikan muka air pada Sungai Kampar.
"Terjadi peningkatan permukaan Sungai Kampar sekitar 20 sentimeter. Ini adalah dampak langsung dari pelepasan air melalui pintu waduk PLTA Koto Panjang," jelasnya.
Namun, ia meyakinkan bahwa kenaikan debit air tersebut belum mencapai batas kritis yang berpotensi mengancam permukiman warga.
"Sejauh ini masih dalam batas aman dan belum ada laporan genangan pada permukiman. Namun, kami tekankan agar kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama," tegas Edy Afrizal.
Curah Hujan Hulu Menjadi Faktor Dominan
BPBD juga mengingatkan bahwa kondisi kenaikan air sungai tidak hanya bergantung pada kebijakan pembukaan pintu waduk, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh cuaca di kawasan hulu.
Menurut Edy Afrizal, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi diprediksi masih berlanjut di daerah hulu Sungai Kampar, terutama di Kabupaten Kampar dan Pelalawan. Peningkatan curah hujan di hulu akan mempercepat kenaikan debit air secara bertahap.
"Masyarakat di bantaran sungai harus proaktif memantau perkembangan situasi dan informasi terkini," imbaunya.
Kondisi Terkini Waduk PLTA Koto Panjang
Manajemen PLTA Koto Panjang mencatat, per Kamis (1/1/2026) pukul 07.00 WIB, elevasi waduk berada pada posisi 80,44 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Angka inflow (air masuk) yang tercatat sangat tinggi, yaitu mencapai 1.287,15 meter kubik per detik.
Sementara itu, outflow (air keluar) diatur sebesar 364,44 meter kubik per detik. Jumlah outflow ini terdiri dari debit turbin 226,84 meter kubik per detik dan pelepasan melalui dua pintu spillway yang dibuka masing-masing 50 sentimeter, dengan total debit 137,60 meter kubik per detik.
Pembukaan pintu spillway (disebut juga early release) ini telah dimulai sejak Selasa (30/12/2025), sebagai upaya mitigasi untuk mengendalikan ketinggian air waduk yang terus meningkat.
BPBD Riau berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan lintas sektor terkait dan memberikan pembaruan informasi secara reguler guna menjamin keselamatan warga di daerah terdampak.
Sumber: Tribunpekanbaru
Berita Lainnya
Harga TBS Swadaya di Riau Naik Lagi, Dipicu Penguatan Pasar CPO
Atasi Luapan Air di Jalan Sudirman, Pemprov Riau Siap Pasang Box Culvert Akhir Juli
Defisit Fiskal Riau, Perusahaan Diajak Kolaborasi Perbaiki Jalan Rusak di Mahato-Simpang Manggala
Sanggar Keletah Budak Suguhkan Operet Anak 'Dedap Durhaka'
Krisis Air Hambat Pendinginan 81 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Riau
Seleksi Komisaris PT PER Dibuka, Pemprov Riau Tekankan Integritas dan Tata Kelola BUMD
Harga TBS Swadaya di Riau Naik Lagi, Dipicu Penguatan Pasar CPO
Atasi Luapan Air di Jalan Sudirman, Pemprov Riau Siap Pasang Box Culvert Akhir Juli
Defisit Fiskal Riau, Perusahaan Diajak Kolaborasi Perbaiki Jalan Rusak di Mahato-Simpang Manggala
Sanggar Keletah Budak Suguhkan Operet Anak 'Dedap Durhaka'
Krisis Air Hambat Pendinginan 81 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Riau
Seleksi Komisaris PT PER Dibuka, Pemprov Riau Tekankan Integritas dan Tata Kelola BUMD