• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru
03 September 2026
Diserang Isu Dugaan Pungli PPPK, Pj Sekda Kuansing: Punya Bukti, Laporkan!
01 September 2026
'Nyanyian' Suhardiman Amby: Siapa Sasaran Tembak Skandal Pungli PPPK Kuansing?
01 September 2026
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
31 Agustus 2026

  • Home
  • Opini

Standup Comedi Gak Lucu Ala Menteri Kesehatan

Redaksi

Jumat, 23 Mei 2025 18:20:16 WIB
Cetak

Budi Gunadi Sadikin | Foto: Kemenpora

RIAUIN.COM -  Baru-baru ini, jagat dunia nyata dan dunia maya dibuat ngakak sekaligus geleng-geleng kepala oleh satu statement maha ajaib dari Menteri Kesehatan tercinta. 

Katanya, "Orang yang gajinya di atas 15 juta sudah pasti pintar dan sehat." Dan belum cukup sampai situ, dia lanjut freestyle dengan kalimat pamungkas: "Yang celananya ukuran 34, siap-siap menghadap Tuhan."

Sumpah, kalau bukan karena status beliau sebagai pejabat publik, ini udah cocok banget dijadikan bahan open mic di acara stand-up. Tapi karena ini keluar dari mulut orang yang ngurusin kesehatan se-Indonesia, kita jadi ketawa, sambil pegang dada—antara sesak dan nggak percaya.

Kalau gaji jadi patokan kepintaran dan kesehatan, maka logikanya: Guru honorer, banyak yang gajinya di bawah 3 juta: berarti bodoh dan sakit-sakitan?

BACA JUGA
  • Masa Depan Jurnalisme Indonesia di Tengah Sepinya Mahasiswa Jurusan Jurnalistik
  • Teknologi AI Menggeliatkan Bidang Usaha UKM
  • Mencari Efektivitas yang Hilang: Catatan untuk APBD Kuantan Singingi 2025

Lalu Dosen S2-S3 yang ngajar di kampus negeri tapi gajinya 6 jutaan: berarti kurang gizi dan gak layak dianggap pintar?

Petugas medis di pelosok yang dibayar 5 juta tapi rela naik perahu demi vaksinasi: berarti mereka dungu dan lemah?

Padahal, justru para pahlawan tanpa sorotan inilah yang menjaga fondasi negeri. Ironisnya, di saat mereka kerja pakai hati, yang gajinya gede malah kerja pakai mulut—dan hasilnya, ya... begini.

Statement soal celana ukuran 34 juga gak kalah absurd. Lupakan BMI (Body Mass Index), rasio pinggang-pinggul, pola hidup, genetik, dll. Di republik lucu ini, ukuran celana sekarang jadi alat ukur spiritual buat tau siapa yang duluan dipanggil Tuhan.

Mungkin sebentar lagi kita gak perlu medical check-up. Cukup lapor ke Kementerian Kesehatan: “Maaf pak, saya ukuran celana 36. Jadi, kira-kira hidup saya tinggal berapa bulan lagi, ya?”

Kalau soal ukuran celana dijadikan patokan hidup-mati, kami si rakyat bercelana 34 plus-plus usul, gimana kalau kita sekalian bikin SIM berdasarkan nomor sepatu? Atau nilai rapor siswa dihitung dari berat badan?

Sayangnya, logika semacam ini gak lahir dari warung kopi. Ini keluar dari podium kekuasaan. Dari orang yang gajinya jauh di atas 15 juta, tapi malah melempar logika yang bikin netizen mikir: “Jangan-jangan pintar dan sehat itu bukan soal gaji, tapi soal etika dan empati?”

Orang boleh aja gajinya tinggi. Tapi kalau empatinya cekak, pemahamannya dangkal, dan mulutnya terlalu bebas, ya tetap aja... yang keluar cuma…, aah saya tak sanggup untuk menuliskannya. 

Catatan dari Rakyat Celana Ukuran 34

Untuk Pak Menteri: kami, rakyat celana ukuran 34 ke atas, mungkin gak punya gaji belasan juta. Tapi kami masih punya akal sehat.

Kami ngerti bahwa kesehatan itu multidimensi, bukan sebatas pinggang ramping atau rekening gemuk. Kami tahu bahwa pintar itu bukan tentang slip gaji, tapi bagaimana seseorang bisa berpikir kritis, menghargai sesama, dan tidak merendahkan orang lain.

Dan kalau boleh jujur, justru banyak orang yang terlalu sehat dan terlalu pintar... sampai kebablasan bicara tanpa mikir. Mungkin itu yang bikin publik makin lelah, bukan karena tekanan darah, tapi karena tekanan dari ucapan pejabat.

Pak Menteri, negara ini udah cukup pusing dengan masalah kesehatan mental, stunting, BPJS ngadat, dan minimnya tenaga medis di daerah. Jangan tambahi dengan kelakar yang tidak ilmiah dan diskriminatif.

Kami harap ke depan, Kementerian Kesehatan lebih banyak mengeluarkan data valid, bukan stand-up special edition. 

Dalam demokrasi yang sehat, pejabat seharusnya berbicara berdasarkan data, bukan asumsi. Berdasarkan empati, bukan stereotip. Tapi sayangnya, semakin tinggi jabatan, beberapa orang justru makin rendah kemampuannya untuk berkaca.

Mungkin karena terlalu sering berada di ruang ber-AC dan podium steril, jadi lupa bagaimana rasanya hidup sebagai rakyat biasa. Lupa kalau di luar sana, ada jutaan orang yang walau gajinya pas-pasan, masih bisa berpikir logis dan bernalar waras.

Dan yang lebih ajaib, ketika kritik datang, biasanya bukan introspeksi yang muncul... tapi klarifikasi pakai nada bercanda. Seolah-olah publik ini gampang dikelabui dengan satu dua emoji tawa.

Kami, generasi yang katanya "gaji 5 juta dan bodoh", tahu betul siapa yang pantas dihargai dan siapa yang cuma numpang duduk di kursi tinggi.

Kami tahu bahwa ukuran pinggang bukan indikator moral. Dan kami paham, bahwa ada banyak hal yang lebih penting untuk dibahas oleh seorang Menteri Kesehatan daripada menebak IQ dari slip gaji dan usia dari lingkar perut.

Kami bisa membedakan mana kesalahan manusiawi, dan mana kesombongan sistemik. Dan kali ini, kami memilih untuk tidak diam. 

Karena kebijakan publik yang sehat, harus dimulai dari nalar yang sehat. Dan nalar yang sehat... tidak datang dari orang yang menganggap rakyat sebagai statistik jenaka.

Saran Terakhir: Buka Data, Bukan Mulut

Pak Menteri, sebelum bicara lagi soal siapa yang sehat dan siapa yang pintar, coba buka data:

1. Berapa tenaga medis yang masih digaji di bawah UMR?

2. Berapa pasien yang antre berjam-jam demi obat generik?

3. Berapa anak muda yang depresi tapi tak mampu bayar psikolog?

Dan setelah itu, lihat cermin. Tanyakan, apakah pernyataan Anda tadi lahir dari ilmu kedokteran... atau hanya dari ego kekuasaan? Kami rakyat, akan terus menjaga nalar dan celana kami—apa pun ukurannya.

Dan semoga suatu hari nanti, para pejabat negeri ini juga bisa menjaga mulutnya... dengan ukuran yang pas.

Penulis: Erwin J. Koto - Founder Indonesia Insider


Kata Kunci Opini


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Mobil Mogok

Surat Bermaterai Desi

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Mobil Mogok

Surat Bermaterai Desi

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 BRK Syariah dan Pemko Tanjungpinang Luncurkan Gurindam Pay, Inovasi Digital untuk Optimalkan PAD Secara Real Time
  • 2 Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru
  • 3 Kilang Dumai Dipastikan Aman, Pertamina Sampaikan Maaf Atas Kebisingan Saat Start Up Unit
  • 4 Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
  • 5 Pemprov Riau Kategorikan BRK Syariah Berkinerja Positif, Jadi Salah Satu Penopang Utama PAD
  • 6 DPR RI Desak Kemendagri Bentuk Ditjen BUMD, Optimalkan Kekayaan Alam Riau
  • 7 BMKG Deteksi 64 Titik Panas di Riau Sore Ini, Lonjakan Terjadi dalam Sehari
  • 8 Polresta Pekanbaru Ringkus Pengedar Ekstasi, Simpan 1.226 Butir Pil di Lemari Rumah
  • 9 Tim Gabungan Ditarik Usai Karhutla 30 Hektare di Dayun Dipadamkan
Terkini +INDEKS

Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor

06 September 2026
Satu Hati Menemani Setiap Langkah, Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Hari Pelanggan Nasional 2026
06 September 2026
Pemkab dan DPRD Bengkalis Santuni Dhuafa Saat Tabligh Akbar di Bathin Solapan
05 September 2026
Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, Pemko Bagikan Masker dan Minta Bantuan BNPB
05 September 2026
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
05 September 2026
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar
05 September 2026
BPBD Riau Buka Suara Soal Titik Api Karhutla Inhil yang Menyala Lagi
05 September 2026
Riau Usul Tambahan 199 Ribu KL Bio Solar dan Pertalite ke BPH Migas
05 September 2026
Pemko Pekanbaru Tinjau Drainase dan Siapkan Pasar Higienis Bebas Banjir
05 September 2026
BMKG Deteksi 4.229 Titik Panas di Sumatera, Riau Sumbang 346 Hotspot
05 September 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved