Bukan Soal Anggaran, Kericuhan di DPRD Riau Dipicu Salah Paham Internal Anggota
RIAUIN.COM - Kepolisian Resor Kota Pekanbaru mulai memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti terkait insiden keributan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau yang mengakibatkan seorang petugas keamanan terluka. Keributan pada Jumat (17/7/2026) tersebut dikonfirmasi berakar dari perselisihan internal dua politisi Partai Golkar Riau, bukan karena materi rapat kedewanan.
Perselisihan yang terjadi usai rapat Badan Anggaran (Banggar) tersebut melibatkan Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet. Ketegangan di antara sesama kader partai berlambang pohon beringin itu kemudian memicu bentrokan fisik antardua kelompok massa di luar ruang rapat.
Akibat kejadian ini, seorang petugas keamanan berinisial AI dilaporkan mengalami luka robek pada bagian kepala. Korban terluka saat berupaya memisahkan kelompok yang bertikai dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Ketua DPRD Riau Kaderismanto dalam keterangannya di Pekanbaru, Sabtu (18/7/2026), menyatakan bahwa institusinya berkomitmen penuh untuk menjaga marwah lembaga legislatif Bumi Lancang Kuning. Pihak pimpinan dewan kini tengah mengupayakan langkah rekonsiliasi agar konflik personal ini tidak berlarut-larut.
"Ini karena terjadi perselisihan kedua sahabat kita dari Fraksi Partai Golkar. Nanti kami akan memfasilitasi perdamaian. Kami yakin kemarin itu salah paham saja," ujar Kaderismanto.
Kaderismanto juga meluruskan spekulasi yang beredar di masyarakat Riau. Ia menegaskan bahwa agenda rapat Banggar yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Riau Tahun Anggaran 2025 sebenarnya berjalan lancar dan tidak ada hubungannya dengan baku hantam tersebut.
"Jadi, kejadian yang kemarin itu tidak ada kaitannya dengan rapat pembahasan itu sebenarnya," kata Kaderismanto menambahkan.
Mengenai identitas massa yang terlibat bentrok fisik hingga melukai petugas keamanan, pihak DPRD Riau menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian. Pihak internal dewan juga masih mencari tahu asal-usul kelompok tersebut.
"Kami masih mendalami orang-orang yang terlibat bentrok ini. Apakah mereka datang sendiri atau didatangkan," ucap Kaderismanto.
Atas ketidaknyamanan yang terjadi di area publik milik rakyat Riau tersebut, pimpinan dewan secara terbuka menyampaikan penyesalan mendalam. "Atas nama lembaga, pimpinan dan seluruh anggota DPRD Riau, kami mengucapkan permohonan maaf yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Riau, terkait kejadian kemarin," tuturnya. (*)
Berita Lainnya
Geliat Sport Tourism di Riau, 15.000 Pelari Tiba di Pekanbaru
Kunjungan Wapres ke Rohil Jadi Momentum Perbaikan Sekolah dan Infrastruktur
Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
Pemprov Riau Segera Temui Menhub Bahas Jembatan Selat Malaka
BK DPRD Riau Bergerak Selidiki Perseteruan Parisman dan Indra Gunawan Eet
RSUD Petala Bumi Buka Layanan Cek Kesehatan Gratis Selama Satu Bulan
Geliat Sport Tourism di Riau, 15.000 Pelari Tiba di Pekanbaru
Kunjungan Wapres ke Rohil Jadi Momentum Perbaikan Sekolah dan Infrastruktur
Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
Pemprov Riau Segera Temui Menhub Bahas Jembatan Selat Malaka
BK DPRD Riau Bergerak Selidiki Perseteruan Parisman dan Indra Gunawan Eet
RSUD Petala Bumi Buka Layanan Cek Kesehatan Gratis Selama Satu Bulan