PILIHAN
Gubri Imbau Warga Inhil Tidak Alih Fungsi Lahan Pertanian
TEMBILAHAN, Riauin.com - Gubernur Riau (Gubri), H Arsyadjuliandi Rachman, meminta para petani di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) untuk serius bercocok tanam padi dan tidak melakukan alih fungsi lahan pertanian padi.
Hal tersebut disampaikan Andi aat melakukan Panen Raya Padi dan Gerakan Tanam Serentak Peremajaan Kebun Kelapa Rakyat di Desa Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, baru-baru ini. Hadir di acara itu, Bupati Inhil, H Muhammad Wardan, Erlina Tarigan dari Kementerian Pertanian yang juga Ketua Tim Upsus Wilayah Riau, Kasiter Korem 031/WB Letkol Arm Jonni Marpaung, Dandim 0314/ Inhil Letkol Inf J Hadiyanto, unsur Forkopimda Provinsi Riau dan undangan lainnya.
"Saya harapkan jangan alih fungsi lahan. Saya sampaikan apresiasi kepada petani yang tidak melakukan alih fungsi lahan pertanian," pesan Andi Rachman.
Ia mengatakan, saat ini Provinsi Riau mengalami kekurangan beras sebesar 350.000 ton per tahun. Sementara lahan makin berkurang dan kebutuhan terhadap beras semakin meningkat.
"Untuk itu, Pemprov Riau dan pusat serta kabupaten selalu bersinergi dalam anggaran untuk membantu peningkatan produksi padi di Riau. Khususnya di Kabupaten Inhil, agar tetap menjadi sentra penghasil beras di Provinsi Riau," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Muhammad Wardan mengungkapkan, dalam angka tetap data BPS tahun 2015, Kabupaten Inhil telah mampu memproduksi padi sebanyak 112.264 ton dengan produktivitas per hektar 38,71 kuintal.
"Namun dibandingkan dengan kebutuhan penduduk Kabupaten Indragiri Hilir, kita masih kekurangan beras sebesar 10.398 ton dan ini merupakan tantangan bagi kita," katanya.
Sedangkan, luas potensi lahan sawah di Kabupaten Indragiri Hilir mencapai 25.169 hektar, dengan target luas tanam padi pada musim tanam Oktober–Maret (2016/2017) seluas 20.979 hektar dan realisasi seluas 19.208 ha (91,55 persen), sedangkan pada musim tanam April–September (2017) ditargetkan 6.647 hektar dan sampai dengan Agustus baru terealisasi 3.702 hektar.
Sementara itu, Kecamatan Kempas mempunyai potensi luas lahan sawah 1.770 hektar dan realisasi tanam mencapai 2.305 hektar. Hal ini karena sebagian besar dua kali tanam dalam setahun, khusus Kelurahan Kempas Jaya luas lahan sawah 560 hektar, ditanami padi dalam dua kali setahun (IP200).
"Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para petani, penyuluh, jajaran TNI AD khususnya Babinsa yang telah berhasil merealisasikan target yang ditetapkan," ucap Wardan. (src)
Hal tersebut disampaikan Andi aat melakukan Panen Raya Padi dan Gerakan Tanam Serentak Peremajaan Kebun Kelapa Rakyat di Desa Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, baru-baru ini. Hadir di acara itu, Bupati Inhil, H Muhammad Wardan, Erlina Tarigan dari Kementerian Pertanian yang juga Ketua Tim Upsus Wilayah Riau, Kasiter Korem 031/WB Letkol Arm Jonni Marpaung, Dandim 0314/ Inhil Letkol Inf J Hadiyanto, unsur Forkopimda Provinsi Riau dan undangan lainnya.
"Saya harapkan jangan alih fungsi lahan. Saya sampaikan apresiasi kepada petani yang tidak melakukan alih fungsi lahan pertanian," pesan Andi Rachman.
Ia mengatakan, saat ini Provinsi Riau mengalami kekurangan beras sebesar 350.000 ton per tahun. Sementara lahan makin berkurang dan kebutuhan terhadap beras semakin meningkat.
"Untuk itu, Pemprov Riau dan pusat serta kabupaten selalu bersinergi dalam anggaran untuk membantu peningkatan produksi padi di Riau. Khususnya di Kabupaten Inhil, agar tetap menjadi sentra penghasil beras di Provinsi Riau," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Muhammad Wardan mengungkapkan, dalam angka tetap data BPS tahun 2015, Kabupaten Inhil telah mampu memproduksi padi sebanyak 112.264 ton dengan produktivitas per hektar 38,71 kuintal.
"Namun dibandingkan dengan kebutuhan penduduk Kabupaten Indragiri Hilir, kita masih kekurangan beras sebesar 10.398 ton dan ini merupakan tantangan bagi kita," katanya.
Sedangkan, luas potensi lahan sawah di Kabupaten Indragiri Hilir mencapai 25.169 hektar, dengan target luas tanam padi pada musim tanam Oktober–Maret (2016/2017) seluas 20.979 hektar dan realisasi seluas 19.208 ha (91,55 persen), sedangkan pada musim tanam April–September (2017) ditargetkan 6.647 hektar dan sampai dengan Agustus baru terealisasi 3.702 hektar.
Sementara itu, Kecamatan Kempas mempunyai potensi luas lahan sawah 1.770 hektar dan realisasi tanam mencapai 2.305 hektar. Hal ini karena sebagian besar dua kali tanam dalam setahun, khusus Kelurahan Kempas Jaya luas lahan sawah 560 hektar, ditanami padi dalam dua kali setahun (IP200).
"Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para petani, penyuluh, jajaran TNI AD khususnya Babinsa yang telah berhasil merealisasikan target yang ditetapkan," ucap Wardan. (src)
Berita Lainnya
Sebabkan Penurunan Produktivitas Kerja, PNS Dilarang Main Game Online
Hari Listrik ke-75 di Batam Jadi Berkah Masyarakat Selat Nenek dan Pulau Jaloh
Imbas Corona, Kurs Rupiah Kian Dekati Rp17 Ribu per Dolar AS
Semprot Desinfektan, Wiraland Berupaya Lindungi Penghuni dari Bahaya Covid-19
Pemprov Riau Telah Terima Hasil Evaluasi Pejabat Eselon II dari KASN
Gubri Hadiri Rakor dengan Menteri PPN Bahas RKP Prioritas 2021
Sebabkan Penurunan Produktivitas Kerja, PNS Dilarang Main Game Online
Hari Listrik ke-75 di Batam Jadi Berkah Masyarakat Selat Nenek dan Pulau Jaloh
Imbas Corona, Kurs Rupiah Kian Dekati Rp17 Ribu per Dolar AS
Semprot Desinfektan, Wiraland Berupaya Lindungi Penghuni dari Bahaya Covid-19
Pemprov Riau Telah Terima Hasil Evaluasi Pejabat Eselon II dari KASN
Gubri Hadiri Rakor dengan Menteri PPN Bahas RKP Prioritas 2021