Riau Kekurangan Ratusan Ribu Sekat Kanal untuk Cegah Kebakaran Gambut
RIAUIN.COM - Infrastruktur hidrologi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau dan sejumlah wilayah rawan lain di Indonesia masih sangat minim. Hingga pertengahan Juni 2026, jumlah sekat kanal yang tersedia belum mampu mengamankan bentangan lahan gambut yang terancam mengering saat puncak musim kemarau.
Dari total kebutuhan ideal sebanyak 538.568 unit sekat kanal di tujuh provinsi prioritas, saat ini baru terbangun sekitar 45.430 unit. Angka tersebut baru mencakup sebagian kecil dari perlindungan yang dibutuhkan untuk mengamankan jaringan kanal sepanjang 269.284 kilometer.
Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menyatakan bahwa ket ketatnya tata kelola air menjadi penentu utama agar lahan gambut tidak memicu bencana asap. Oleh karena itu, wilayah Kesatuan Hidrologis Gambut Sungai Kampar–Sungai Gaung di Kabupaten Pelalawan kini dijadikan prioritas penanganan nasional.
Langkah darurat yang diambil di lapangan meliputi pembatasan debit air melalui pembuatan bendungan mini agar air melimpah dan membasahi area sekitar. Upaya intervensi ini difokuskan pada titik rawan seperti Pulau Mendol dan Desa Pulau Muda guna menjaga kelembapan gambut secara berkala.
Berdasarkan data kementerian, dari total 13,36 juta hektare lahan gambut di tanah air, sekitar 3,31 juta hektare di antaranya berada dalam kondisi rusak dan memerlukan pemulihan hidrologis. Selain pembangunan fisik sekat kanal, pemantauan tinggi muka air tanah kini mulai dilakukan secara langsung dan digital.
Pemerintah pusat juga mendorong percepatan Program Desa Mandiri Peduli Gambut yang mengintegrasikan pembasahan ulang, penanaman kembali, serta pemulihan ekonomi di 2.354 desa. Langkah ini turut melibatkan sokongan dari sektor swasta, termasuk sektor konsesi seperti APP Group, serta penguatan kelompok masyarakat di tingkat tapak.
Perwakilan Masyarakat Peduli Api Teluk Meranti Marlizar mengungkapkan bahwa patroli mandiri oleh warga terus digalakkan setiap hari untuk mengantisipasi munculnya titik api. Warga berharap kunjungan otoritas pusat dapat segera merealisasikan penambahan sekat kanal baru di wilayah mereka yang sangat rentan terbakar saat kemarau. (Bil)
Berita Lainnya
Kuota BBM Subsidi Riau Rawan Bocor, Pemprov Perketat Pengawasan Bersama BPH Migas
Tapir 300 Kilogram Mati di Jalan Konsesi, Alarm Keras Konflik Infrastruktur dan Satwa Riau
79.350 Calon Siswa Berebut Masuk SMA/SMK Negeri di Riau, Sekolah Kejar Target Verifikasi Berkas
Pemprov Riau Perpanjang Pendaftaran Direksi dan Komisaris BRK Syariah
Dinas Kesehatan Riau Evaluasi Capaian Skrining Gratis di Pekanbaru
Tanpa Izin Resmi dan Asrama Tak Layak, Operasional LPK Swasta di Kampar Dihentikan
Kuota BBM Subsidi Riau Rawan Bocor, Pemprov Perketat Pengawasan Bersama BPH Migas
Tapir 300 Kilogram Mati di Jalan Konsesi, Alarm Keras Konflik Infrastruktur dan Satwa Riau
79.350 Calon Siswa Berebut Masuk SMA/SMK Negeri di Riau, Sekolah Kejar Target Verifikasi Berkas
Pemprov Riau Perpanjang Pendaftaran Direksi dan Komisaris BRK Syariah
Dinas Kesehatan Riau Evaluasi Capaian Skrining Gratis di Pekanbaru
Tanpa Izin Resmi dan Asrama Tak Layak, Operasional LPK Swasta di Kampar Dihentikan