PILIHAN
Mantan Bappeda Rohil segera Disidang atas Dugaan Korupsi
PEKANBARU, Riauin.com - Saat ini Jaksa telah melimpahkan berkas perkara korupsi dengan terdakwa Wan Amir Firdaus, Kepala Bappeda Rohil. Terdakwa segera diadili di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.
Panitera Muda Tipikor, Pengadilan Negeri Pekanbaru, Denni Sembiring SH, kepada wartawan membenarkan hal tersebut.
"Berkas perkaranya sudah kita terima dari Jaksa Penuntut Umum, Kamis (31/8/17), saat ini sedang diproses untuk penunjukan majelis hakim dan jadwal sidangnya," ujarnya.
Wan Amir Firdaus, sebelumnya ditahan Senin (22/5/17) lalu dan dititipkan ke Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru oleh jaksa penyidik Kejati Riau. Wan Amir Firdaus merupakan tersangka korupsi proyek fiktif dan gratifikasi ketika menjabat Kepala Bappeda dan Sekda Rohil tahun 2008-2011.
Uang hasil korupsi ini dimasukkan tersangka ke empat rekening, dengan total Rp17 miliar.
Dari Rp17 miliar total transaksi tersebut ditemukan adanya dana Rp8,7 miliar. Dari hasil penyidikan, Rp2.64 miliar terindikasi sebagai delik korupsi penyalahgunaan kewenangan ketika menjabat Kepala Bappeda.
Ketika tersangka menjabat Kepala Bappeda ada proyek fiktif. Kemudian ditemukan sebesar Rp6,3 miliar kuat indikasi korupsi gratifikasi oleh penyelenggara negara ketika menjabat Kepala Bappeda dan Sekda Rohil. (src)
Panitera Muda Tipikor, Pengadilan Negeri Pekanbaru, Denni Sembiring SH, kepada wartawan membenarkan hal tersebut.
"Berkas perkaranya sudah kita terima dari Jaksa Penuntut Umum, Kamis (31/8/17), saat ini sedang diproses untuk penunjukan majelis hakim dan jadwal sidangnya," ujarnya.
Wan Amir Firdaus, sebelumnya ditahan Senin (22/5/17) lalu dan dititipkan ke Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru oleh jaksa penyidik Kejati Riau. Wan Amir Firdaus merupakan tersangka korupsi proyek fiktif dan gratifikasi ketika menjabat Kepala Bappeda dan Sekda Rohil tahun 2008-2011.
Uang hasil korupsi ini dimasukkan tersangka ke empat rekening, dengan total Rp17 miliar.
Dari Rp17 miliar total transaksi tersebut ditemukan adanya dana Rp8,7 miliar. Dari hasil penyidikan, Rp2.64 miliar terindikasi sebagai delik korupsi penyalahgunaan kewenangan ketika menjabat Kepala Bappeda.
Ketika tersangka menjabat Kepala Bappeda ada proyek fiktif. Kemudian ditemukan sebesar Rp6,3 miliar kuat indikasi korupsi gratifikasi oleh penyelenggara negara ketika menjabat Kepala Bappeda dan Sekda Rohil. (src)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK