PILIHAN
RTRW Tak Kunjung Tuntas, Rp50 Triliun Nilai Investasi Riau Terhambat
PEKANBARU, Riauin.com - Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Provinsi Riau yang tak kunjung tuntas menjadi penyebab penghambat masuknya nilai invetasi. Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman sendiri menafsirkan, investasi yang terhambat masuk ke Riau mencapai Rp50 triliun lebih.
"Dari hasil kita diskusi tadi hitungan mencapai Rp50 triliun. Tapi saya ceritakan mungkin lebih, di atas itu," kata Gubri kepada GoRiau.com dalam acara Forum Dialog bersama Kepolisian RI, BKPM RI, Pemerintah Provinsi Riau dan Polda Riau di Gedung Daerah, Selasa (29/8/2017).
Menurutnya, RTRW menjadi persoalan utama yang harus dituntaskan untuk mempermudah langkah pemerintah dalam meningkatkan ekonomi dan pendapatan masyarakat. Apa lagi, ada sebelas proyek strategis nasional (PSN) di Riau yang juga harus didukung penuntasan RTRW.
"Kembali lagi kepada RTRW. Kuncinya disitu memang," ujarnya.
Kendati demikian, ia mengaku pertumbuhan ekonomi di Riau jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Yang mana, Pertumbuhan sektor migas mencapai 2,83 dan 4,43 persen untuk non migas.
"Pertumbuhan ekonomi tren nya semakin naik dari 2015. Migas sebesar 2,83 persen dan non migas 4,43 persen. Ini tentu modal kita," tandasnya. (grc)
"Dari hasil kita diskusi tadi hitungan mencapai Rp50 triliun. Tapi saya ceritakan mungkin lebih, di atas itu," kata Gubri kepada GoRiau.com dalam acara Forum Dialog bersama Kepolisian RI, BKPM RI, Pemerintah Provinsi Riau dan Polda Riau di Gedung Daerah, Selasa (29/8/2017).
Menurutnya, RTRW menjadi persoalan utama yang harus dituntaskan untuk mempermudah langkah pemerintah dalam meningkatkan ekonomi dan pendapatan masyarakat. Apa lagi, ada sebelas proyek strategis nasional (PSN) di Riau yang juga harus didukung penuntasan RTRW.
"Kembali lagi kepada RTRW. Kuncinya disitu memang," ujarnya.
Kendati demikian, ia mengaku pertumbuhan ekonomi di Riau jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Yang mana, Pertumbuhan sektor migas mencapai 2,83 dan 4,43 persen untuk non migas.
"Pertumbuhan ekonomi tren nya semakin naik dari 2015. Migas sebesar 2,83 persen dan non migas 4,43 persen. Ini tentu modal kita," tandasnya. (grc)
Berita Lainnya
Sebabkan Penurunan Produktivitas Kerja, PNS Dilarang Main Game Online
Hari Listrik ke-75 di Batam Jadi Berkah Masyarakat Selat Nenek dan Pulau Jaloh
Imbas Corona, Kurs Rupiah Kian Dekati Rp17 Ribu per Dolar AS
Semprot Desinfektan, Wiraland Berupaya Lindungi Penghuni dari Bahaya Covid-19
Pemprov Riau Telah Terima Hasil Evaluasi Pejabat Eselon II dari KASN
Gubri Hadiri Rakor dengan Menteri PPN Bahas RKP Prioritas 2021
Sebabkan Penurunan Produktivitas Kerja, PNS Dilarang Main Game Online
Hari Listrik ke-75 di Batam Jadi Berkah Masyarakat Selat Nenek dan Pulau Jaloh
Imbas Corona, Kurs Rupiah Kian Dekati Rp17 Ribu per Dolar AS
Semprot Desinfektan, Wiraland Berupaya Lindungi Penghuni dari Bahaya Covid-19
Pemprov Riau Telah Terima Hasil Evaluasi Pejabat Eselon II dari KASN
Gubri Hadiri Rakor dengan Menteri PPN Bahas RKP Prioritas 2021