PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Dewan Minta Kasus Bakso Mengandung Babi Ditindak Tegas, Ada Unsur Penipuan
PEKANBARU, Riauin.com - Heboh kasus Warung Bakso Mekar di Pekanbaru yang dinyatakan mengandung Babi membuat banyak pihak geram. Anggota DPRD Pekanbaru pun angkat bicara dan meminta instansi terkait bertindak tegas.
Dewan menilai ada unsur penipuan dalam kasus makanan tak halal itu.
Salah satunya ditegaskan Nofrizal, salah seorang anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Senin (28/8/17).
Dikatakannya, jika memang ada unsur babi pada bakso tersebut, penjual harus mencantumkannya, sehingga konsumen yang mayoritas muslim bisa berpikir ketika membeli. "Jangan di depan disebut bakso sapi, ternyata bakso mengandung babi. Ini jelas penipuan," ujarnya.
Paling tidak menurutnya masyarakat merasa tertipu, karena jika tidak dicantumkan bahan pembuat baksonya, selama ini masyarakat pasti mengira itu bakso sapi, karena penduduknya Pekanbaru yang mayoritas Islam.
Karena itu, Nofrizal meminta kepada instansi terkait untuk menindak tegas kasus ini, dengan mendalami lagi kasus ini apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. "Instansi terkait harus mencari tahu apakah penjual bakso memproduksi sendiri, atau hanya sekedar menjualnya," ujarnya.
Kalau menjual harus dicari juga supliernya siapa, instansi terkait harus terus bekerja sesuai tupoksinya," tutupnya. (src)
Dewan menilai ada unsur penipuan dalam kasus makanan tak halal itu.
Salah satunya ditegaskan Nofrizal, salah seorang anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Senin (28/8/17).
Dikatakannya, jika memang ada unsur babi pada bakso tersebut, penjual harus mencantumkannya, sehingga konsumen yang mayoritas muslim bisa berpikir ketika membeli. "Jangan di depan disebut bakso sapi, ternyata bakso mengandung babi. Ini jelas penipuan," ujarnya.
Paling tidak menurutnya masyarakat merasa tertipu, karena jika tidak dicantumkan bahan pembuat baksonya, selama ini masyarakat pasti mengira itu bakso sapi, karena penduduknya Pekanbaru yang mayoritas Islam.
Karena itu, Nofrizal meminta kepada instansi terkait untuk menindak tegas kasus ini, dengan mendalami lagi kasus ini apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. "Instansi terkait harus mencari tahu apakah penjual bakso memproduksi sendiri, atau hanya sekedar menjualnya," ujarnya.
Kalau menjual harus dicari juga supliernya siapa, instansi terkait harus terus bekerja sesuai tupoksinya," tutupnya. (src)
Berita Lainnya
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar