PILIHAN
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
29 Mei 2026
Jabatan Tak Boleh Berkurban
28 Mei 2026
PWI Riau Berdiskusi Soal Gambut Dengan Perusahaan Raksasa April Grup di Jakarta
Pekanbaru, Riauin.com - Safari jurnalistik PWI Riau yang dikomandoi Zulmansyah Sekedang Ssos berlangsung lancar tanpa ada hambatan berarti.
Hari kedua rombongan Safari Jurnalistik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau berdialog dengan beberapa pakar tentang lahan gambut dan kehutanan dari group April, Jumat (25/8/2017) di Restouran Senyum Sejuk, Jakarta.
Dikutip dari Trans Riau com, pada kesempatan tersebut ahli gambut, Basuki mengatakan, potensi gambut Riau, bila dikelola dengan baik sangat potensi untuk lahan hutan tanaman industri (HTI)
"Namun potensi tersebut bila salah kelola, dapat berdampak buruk, yaitu terjadinya ke bakaran" , terang Basuki
Basuki mengatakan saat ini industri pulp luar negeri, hal tersebut dikarenakan pertumbuhan bahan pulp di indonesia cukup bagus, sehingga waktu panennya hanya membutuhkan 3 - 4 tahun, sementara di luar negeri (Brazil -red), membutuhkan 7-10 tahun.
Menurut Basuki, peraturan pemerintah selalu berubah, dan belakangan mempersempit ruang untuk HTI, hal tersebut berdampak pada operasional perusahaan, karena dapat menurunkan produksi Pulp
Disisi lain Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 17 Tahun 2017 tentang Perubahan Permen LHK Nomor 12 Tahun 2015 tentang Pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI).
Dimana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut, dengan Permen LHK Nomor 17 Tahun 2017 mengatur tentang pengelolaan lahan gambut dengan kedalaman lebih dari 3 meter harus diubah statusnya menjadi hutan lindung.
Untuk penerapan Permen ini Pemerintah harus berlaku adil, baik terhadap perusahaan dan masyarakat. (bac)
Hari kedua rombongan Safari Jurnalistik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau berdialog dengan beberapa pakar tentang lahan gambut dan kehutanan dari group April, Jumat (25/8/2017) di Restouran Senyum Sejuk, Jakarta.
Dikutip dari Trans Riau com, pada kesempatan tersebut ahli gambut, Basuki mengatakan, potensi gambut Riau, bila dikelola dengan baik sangat potensi untuk lahan hutan tanaman industri (HTI)
"Namun potensi tersebut bila salah kelola, dapat berdampak buruk, yaitu terjadinya ke bakaran" , terang Basuki
Basuki mengatakan saat ini industri pulp luar negeri, hal tersebut dikarenakan pertumbuhan bahan pulp di indonesia cukup bagus, sehingga waktu panennya hanya membutuhkan 3 - 4 tahun, sementara di luar negeri (Brazil -red), membutuhkan 7-10 tahun.
Menurut Basuki, peraturan pemerintah selalu berubah, dan belakangan mempersempit ruang untuk HTI, hal tersebut berdampak pada operasional perusahaan, karena dapat menurunkan produksi Pulp
Disisi lain Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 17 Tahun 2017 tentang Perubahan Permen LHK Nomor 12 Tahun 2015 tentang Pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI).
Dimana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut, dengan Permen LHK Nomor 17 Tahun 2017 mengatur tentang pengelolaan lahan gambut dengan kedalaman lebih dari 3 meter harus diubah statusnya menjadi hutan lindung.
Untuk penerapan Permen ini Pemerintah harus berlaku adil, baik terhadap perusahaan dan masyarakat. (bac)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V