Hadapi Natal dan Tahun Baru, Kemenkes Klaim Kuota Vaksin Covid-19 Cukup
RIAUIN.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan stok vaksin Covid-19 cukup guna memenuhi kebutuhan vaksinasi menjelang libur Natal dan Tahun Baru.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Kamis (10/11).
"Stok vaksin tadi sudah kita sampaikan, sudah kita nyatakan cukup dan sudah diantisipasi kebutuhan kita untuk menghadapi Nataru (Natal dan Tahun Baru) ini. Sehingga betul-betul menjamin booster ini dapat terlaksana dengan tidak kekurangan logistik vaksin," jelas Syahril dikutip dari cnnindonesia.
Di hari yang sama, Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian Kemenkes Dina Sintia Pamela menerima hibah 200 juta dosis vaksin Covid-19 jenis Zifivax dari PT Jakarta Biopharmaceutical Industry (JBio).
Vaksin yang telah mendapat sertifikasi Halal MUI itu rencananya bakal distribusikan ke delapan provinsi di Indonesia yakni Bali, Bengkulu, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Barat.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mengatakan pemerintah telah mendatangkan vaksin Covid-19 Pfizer sebanyak 5 juta dosis pada Senin (24/10).
Diketahui, kedatangan vaksin melalui program kerja sama multilateral Covax Facility.
Budi menyebut 5 juta dosis vaksin Covid-19 tersebut akan didistribusikan ke tiap provinsi yang mengalami kelangkaan vaksin sepanjang Oktober.
Indonesia selanjutnya akan menggunakan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri.
Vaksin yang dimaksud adalah Indovac dengan platform subunit protein yang dikembangkan oleh PT Bio Farma dan Baylor College of Medicine. Kemudian vaksin Inavac dikembangkan dengan platform inactivated virus oleh tim peneliti dari Universitas Airlangga bekerja sama dengan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia.
Namun, sejauh ini vaksin dalam negeri sudah menerima izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah vaksin IndoVac dan vaksin AWcorna.
Vaksin AWcorna dibuat dengan platform mRNA yang didaftarkan oleh PT Etana Biotechnology Indonesia (PT Etana) dan dikembangkan oleh Abogen-Yuxi Walvax, China. (*)
Berita Lainnya
Pengembalian Amplop Tak Hapus Pidana, KPK Verifikasi Laporan Menhut Raja Juli
KPK Diminta Usut Dugaan Kejanggalan Kelulusan Istri Ketiga Bupati Nonaktif Suhardiman Amby
KPK Geledah Rumah Kadisbun Kuansing Hingga Larut Malam, Penyidik Bawa Koper Hitam Dikawal Polisi Bersenjata
Breaking News: KPK Geledah Rumah Kadis Perkebunan Kuansing Malam Ini, Dijaga Polisi Bersenjata Laras Panjang
LSM Desak KPK Telusuri Aset Bupati Non-Aktif Kuansing, Diduga Sembunyikan Kebun Sawit Miliaran Rupiah
KPK Buru Aktor Pengumpul Duit Koperasi dalam Kasus Suap Bupati Kuansing
Pengembalian Amplop Tak Hapus Pidana, KPK Verifikasi Laporan Menhut Raja Juli
KPK Diminta Usut Dugaan Kejanggalan Kelulusan Istri Ketiga Bupati Nonaktif Suhardiman Amby
KPK Geledah Rumah Kadisbun Kuansing Hingga Larut Malam, Penyidik Bawa Koper Hitam Dikawal Polisi Bersenjata
Breaking News: KPK Geledah Rumah Kadis Perkebunan Kuansing Malam Ini, Dijaga Polisi Bersenjata Laras Panjang
LSM Desak KPK Telusuri Aset Bupati Non-Aktif Kuansing, Diduga Sembunyikan Kebun Sawit Miliaran Rupiah
KPK Buru Aktor Pengumpul Duit Koperasi dalam Kasus Suap Bupati Kuansing