Mentawai Diguncang Gempa M 5,1, Tak Berpotensi Tsunami
RIAUIN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadi gempa magnitudo 5,1 terjadi pada Senin (12/9) pukul 01.24 WIB di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Pusat gempa berada di 147 km Barat Laut Kepulauan Mentawai di kedalaman 13 km. BMKG menyatakan gempa ini tak berpotensi tsunami.
Wilayah yang merasakan gempa dijelaskan di Sagulubeg, Padang dan Padang Panjang. BMKG mengingatkan masyarakat hati-hati atas gempa susulan mungkin terjadi.
"Mag:5.1, 12-Sep-22 01:24:01 WIB, Lok:1.22 LS,98.50 BT (147 km BaratLaut KEP-MENTAWAI-SUMBAR), Kedlmn:13 Km, tdk berpotensi tsunami," tulis BMKG di media sosial dikutip dari cnnindonesia.
#Gempa Magnitudo: 5.1, Kedalaman: 13 km, 12 Sep 2022 01:24:01 WIB, Koordinat: 1.22 LS-98.50 BT (147 km BaratLaut KEP-MENTAWAI-SUMBAR), Tidak berpotensi tsunami #BMKG https://t.co/OiHiTwvX8x
— BMKG (@infoBMKG) September 11, 2022
Pada Minggu (11/9) pagi Mentawai telah mengalami gempa M 6,1 yang berpusat di barat Siberut. Guncangan gempa terasa hingga Padang dan sekitarnya. (*)
Berita Lainnya
Telkomsel Tanam 3.000 Mangrove di Pesisir Selatan, Perkuat Komitmen Jaga Lingkungan Berkelanjutan
SMANDA Menguasai Dunia, Jejak Alumni Perkuat Warisan 170 Tahun Sikolah Radjo
Gagal Hindari Kendaraan Lain, Travel Pekanbaru-Padang Masuk Jurang
Arus Kendaraan di Flyover Kelok 9 Padat, Skema Satu Arah Disiapkan
Enam Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Resmi Terima Ijazah
Arus Lalu Lintas Sumbar-Riau Lumpuh Total Akibat Longsor di Pangkalan, Masyarakat Diminta Cari Jalan Alternatif
Telkomsel Tanam 3.000 Mangrove di Pesisir Selatan, Perkuat Komitmen Jaga Lingkungan Berkelanjutan
SMANDA Menguasai Dunia, Jejak Alumni Perkuat Warisan 170 Tahun Sikolah Radjo
Gagal Hindari Kendaraan Lain, Travel Pekanbaru-Padang Masuk Jurang
Arus Kendaraan di Flyover Kelok 9 Padat, Skema Satu Arah Disiapkan
Enam Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Resmi Terima Ijazah
Arus Lalu Lintas Sumbar-Riau Lumpuh Total Akibat Longsor di Pangkalan, Masyarakat Diminta Cari Jalan Alternatif