62 Ekor Ternak di Pariaman Terjangkit PMK, Beberapa di Antaranya Dipotong Paksa
RIAUIN.COM - Sebanyak 62 ekor ternak di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) telah terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), beberapa di antaranya telah dinyatakan sembuh namun juga ada yang dipotong paksa.
"Kasus pertama di Pariaman di Batang Tajongkek, Kecamatan Pariaman Selatan pada Minggu (15/5) sebanyak satu ekor dan keesokan harinya sudah empat ekor. Dari pemeriksaan, tiga ekor dinyatakan positif," kata Kepala Bidang Pertanakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Marini Jamal di Pariaman, Senin dikutip dari detik
Lalu, kata dia kasus ternak positif PMK menyebar ke sejumlah kecamatan yaitu di Pariaman Utara yang saat ini telah mencapai 11 ekor dan Pariaman Timur yang terjangkit dua ekor.
Sedangkan di Kecamatan Pariaman Selatan telah mencapai 49 ekor yang 4 ekor di antaranya telah dinyatakan sembuh dan tiga ekor dipotong paksa.
Ia mengatakan dinas tersebut telah memberikan obat sesuai gejala yang dialami ternak, vitamin, serta penyemprotan disinfektan dan meminta peternak untuk menjauhkan ternak terjangkit dari ternak lainnya.
Ia menyampaikan semenjak PMK mulai berjangkit di Sumbar pihaknya melaksanakan rapat koordinasi dengan pihak terkait serta pada Kamis (12/5) menyosialisasikanya kepada camat, kepala desa, dan lurah semenjak.
"Sejak awal sampai sekarang kami melaksanakan KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) ke seluruh kecamatan di Pariaman. Kami saat ini juga melakukan pembagian obat cacing untuk ternak," katanya.
Ia menyampaikan saat KIE tersebut pihaknya menjelaskan kepada warga daging ternak yang terjangkit PMK aman dikonsumsi karena penyakit itu tidak berpengaruh terhadap manusia serta untuk amannya daging harus mendapatkan perlakuan yang benar.
Ia menjelaskan daging ternak tersebut harus dimasak dengan suhu 70 derajat Celsius selama 30 menit atau membekukannya sebelum dicuci serta kantong pembawa daging dibakar atau dikubur agar tidak menyebar ke ternak lainnya.
Pihaknya meminta peternak menjaga kebersihan kadang, ternak serta tidak mencampurkan pakan antara satu ternak dengan ternak lainnya untuk mengantisipasi terjangkit PMK.
Meskipun PMK tidak berdampak pada manusia namun wabah ini dapat mengganggu perekonomian terutama terhadap peternak.
"Contohnya saja dari informasi yang diperoleh ternak yang dipotong paksa di Pariaman harga ternaknya Rp7 juta. Padahal kalau tidak sakit bisa lebih," tambahnya. (*)
Berita Lainnya
Telkomsel Tanam 3.000 Mangrove di Pesisir Selatan, Perkuat Komitmen Jaga Lingkungan Berkelanjutan
SMANDA Menguasai Dunia, Jejak Alumni Perkuat Warisan 170 Tahun Sikolah Radjo
Gagal Hindari Kendaraan Lain, Travel Pekanbaru-Padang Masuk Jurang
Arus Kendaraan di Flyover Kelok 9 Padat, Skema Satu Arah Disiapkan
Enam Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Resmi Terima Ijazah
Arus Lalu Lintas Sumbar-Riau Lumpuh Total Akibat Longsor di Pangkalan, Masyarakat Diminta Cari Jalan Alternatif
Telkomsel Tanam 3.000 Mangrove di Pesisir Selatan, Perkuat Komitmen Jaga Lingkungan Berkelanjutan
SMANDA Menguasai Dunia, Jejak Alumni Perkuat Warisan 170 Tahun Sikolah Radjo
Gagal Hindari Kendaraan Lain, Travel Pekanbaru-Padang Masuk Jurang
Arus Kendaraan di Flyover Kelok 9 Padat, Skema Satu Arah Disiapkan
Enam Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Resmi Terima Ijazah
Arus Lalu Lintas Sumbar-Riau Lumpuh Total Akibat Longsor di Pangkalan, Masyarakat Diminta Cari Jalan Alternatif