• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Tim Gabungan Bakar 145 Rakit Emas Ilegal di Inuman dan Cerenti
02 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Singingi Hilir Salurkan Bantuan Pupuk ke Kelompok Tani
02 Juni 2026
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
29 Mei 2026
Jabatan Tak Boleh Berkurban
28 Mei 2026
Kawal Ketahanan Pangan, Polsek Singingi Hilir Antar 2 Ton Jagung Petani ke Bulog
26 Mei 2026

  • Home
  • Kampar

Tingginya Harga Sawit Picu Perambahan Hutan Secara Masif, Aktivis Lingkungan Elviriadi Ingatkan Hal Ini

Redaksi

Ahad, 10 April 2022 17:04:02 WIB
Cetak
Dr Elviriadi

RIAUIN.COM - Kenaikan harga buah sawit telah memicu pembukaan kebun secara masif di Riau. Salah satunya di Kabupaten Kampar. Kondisi ini dikhawatirkan oleh aktivis lingkungan sekaligus akademisi, Dr Elviriadi.

Ia melihat pembukaan kebun sawit di Riau makin hari semakin tak terbendung. Tanpa ada kriteria kawasan, tanpa melihat fungsi ruang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). 

Hal ini, kata dia, jika terus dibiarkan sangat berbahaya bisa memicu kerusakan lingkungan jangka panjang dan potensi bencana akan bisa mengancam setiap waktu.

"Ibarat bom waktu. Petaka dan bencana akan niscaya. Alam lingkungan tak diperhatikan lagi. Tanah tanah tandus. Catchment area tak tersedia di wilayah kabupaten dan kota. Akibat lanjutan Daerah Aliran Sungai atau DAS terganggu, terjadi sedimentasi, banjir bandang yang membawa kerugian materil milyaran tiap tahun," ujar Dr. Elviariadi pada Riauin.com, Ahad (10/4/2022).

BACA JUGA
  • PLN UIP3B Sumatera Siagakan 1.628 Personel Jaga Keandalan Listrik Selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H
  • Pemancing Ditemukan Tenggelam Tak Bernyawa di Sungai Kampar
  • Puluhan Kerbau di Kampar Mati Secara Massal, Bangkainya Mengapung di Sungai

Elviriadi secara khusus meminta Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perkebunan (Disbun) menginventaris tata ruang sesuai peruntukannya. Areal mana yang boleh dieksploitasi untuk perkebunan dan areal mana yang tidak boleh dirambah jadi perkebunan sawit.

"Daerah mana yang tak boleh sama sekali. Seperti di Kampar Kiri Hulu, itu areal hutan konservasi Bukit Rimbang Baling," beber Elviriadi.

Begitu juga katanya, di daerah hulu waduk PLTA Koto Panjang. Jika dibiarkan dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit, waduk PLTA menjadi abnormal. Volume dan tingkat elevasi air sulit dikendalikan. Waduk Bisa cepat penuh dan terpaksa membuka gate sehingga memicu banjir di hilir. Banyak desa akan terdampak banjir, seperti Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu sampai Pelalawan.

Dampak lain dari habisnya daerah Catchment area menurutnya juga mempercepat erosi. Terkikisnya permukaan tanah dan partikel pasir dan tanah masuk ke dalam waduk hingga memicu sedimentasi dasar waduk.

"Waduk PLTA juga susut airnya. Tinggi muka air berkurang akibat pendangkalan (sedimentasi) bawaan lumpur dari hulu. Butir-butir tanah dan partikel dibawa air hujan langsung ke sungai karena tak ada resapan dari akar-akar pohon hutan," tutur Dr. Elviriadi lagi.

Dia juga khawatir penanaman sawit di bibir sungai akan memicu kerusakan ekosistem sungai jangka panjang. Padahal jelas, undang-undang tidak membolehkan menanam sawit di bibir sungai sebagaimana diatur dalam undang-undang lingkungan hidup tentang konservasi sumber air dan sungai.

"Nah, jika hal ini dibiarkan, mengakibatkan kerusakan DAS. Seperti yang terjadi di Sungai Kampar sampai Sungai Subayang di Kampar Kiri Hulu. 5 tahun lagi masyarakat sudah tak bisa tinggal di situ lagi. Harus relokasi akibat banjir," beber dia.

Hal ini menurut hemat Elviriadi sebetulnya tidak akan terjadi jika saja pengawasan instansi terkait berjalan. Untuk itu, dia meminta patroli hutan harus diperkuat. Selain itu juga dibutuhkan komitmen moral yang kuat dari pihak berwenang mulai dari KLHK hingga penegak hukum seperti polisi.

Dia juga khawatir pembukaan lahan kelapa sawit di sepanjang Sungai Kampar di Desa Penghidupan, Simalinyang, Rantau Kasih hingga ke Desa Mentulik sampai Langgam di Pelalawan.

Jika hal ini tidak dikendalikan akan memberi dampak kerusakan jangka panjang bagi ekosistem air dan sungai di wilayah tersebut. Akibatnya, banjir bandang, air bah bisa terjadi kapan saja mengancam jiwa dan harta benda masyarakat.

"Pengawasan tak berjalan. Petugas patroli hutan harus diperkuat. Komitmen moral dan hukum harus diutamakan. Jangan ada pembiaran atau kong kalikong. Tegakkan supremasi hukum bagi perusak hutan perawan hingga penanaman sawit di bibir sungai di Desa Penghidupan, Simalinyang, Rantau Kasih, Mentulik hingga ke Langgam," terangnya. - naz


 Editor : Eka Putra Nazir
Kata Kunci Kampar


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Pemkab Ancam Cabut Izin Pabrik Kelapa Sawit Nakal di Kampar

Jembatan Danau Bingkuang Ditutup akibat Kerusakan Struktur, Arus Lalu Lintas Pekanbaru-Bangkinang Dialihkan

Masjid Al-Ihsan Islamic Center Bangkinang Masuk Lima Besar Penyumbang Kurban Terbanyak Nasional

Pemkab Kampar Prioritaskan Ruas Jalan Rusak Parah Akibat Keterbatasan Anggaran

Hadiri Penyembelihan Kurban di PWI, Wakil Bupati Kampar Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi lewat Aksi Sosial

Lewat Sistem Tabungan, Diskominfo Kampar Gelar Kurban Mandiri Perdana

Pemkab Ancam Cabut Izin Pabrik Kelapa Sawit Nakal di Kampar

Jembatan Danau Bingkuang Ditutup akibat Kerusakan Struktur, Arus Lalu Lintas Pekanbaru-Bangkinang Dialihkan

Masjid Al-Ihsan Islamic Center Bangkinang Masuk Lima Besar Penyumbang Kurban Terbanyak Nasional

Pemkab Kampar Prioritaskan Ruas Jalan Rusak Parah Akibat Keterbatasan Anggaran

Hadiri Penyembelihan Kurban di PWI, Wakil Bupati Kampar Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi lewat Aksi Sosial

Lewat Sistem Tabungan, Diskominfo Kampar Gelar Kurban Mandiri Perdana

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Tim Gabungan Bakar 145 Rakit Emas Ilegal di Inuman dan Cerenti
  • 2 Menkeu Purbaya: Ekonomi Kita Kuat, Jangan Percaya 'Ekonom TikTok'!
  • 3 Riau Hari Ini, Potensi Hujan Ringan Lokal Tanpa Peringatan Cuaca Ekstrem
  • 4 PLN Selidiki Gangguan Kelistrikan, Sejumlah Wilayah di Sumbagut Terdampak Padam
  • 5 Guncangan Sesaat Demi Posisi Tawar Sawit yang Lebih Kuat
  • 6 ASN Kuansing Nyambi Bertani, Cuan Rp 31 Juta Modal Dua Jam Sehari
  • 7 Pusat Tolak Cabut Izin PT Wanasari, Humas: Jangan Cari-Cari Kesalahan
  • 8 Dishub Pekanbaru Kerahkan Tiga Regu Patroli Amankan U-Turn
  • 9 Pospera Riau Apresiasi Langkah Polda Riau Pidanakan PT MM
Terkini +INDEKS

Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan

04 Juni 2026
Integrasi DTSEN, Kunci Akurasi Sensus Ekonomi Bengkalis 2026
04 Juni 2026
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
04 Juni 2026
Pendidikan Hibrida Bukan Lagi Pilihan, Tetapi Kebutuhan
04 Juni 2026
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
04 Juni 2026
Lonjakan 67 Titik Panas Mengepung Riau, Warga Diminta Waspada Kebakaran Lahan
04 Juni 2026
Ruang Fiskal Tertekan Aturan PMK, Sejumlah Program Pembangunan di Siak Tertunda
03 Juni 2026
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
03 Juni 2026
Sidang Kasus Abdul Wahid, SF Hariyanto Ungkap Adanya Permintaan Komisi 5 Persen untuk Jatah Gubernur
03 Juni 2026
Usulan Integrasi Lahan Kuantan Singingi ke Program TORA Mulai Dipelajari
03 Juni 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved