• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Raja Juli Bungkam Usai KPK Tolak Laporan Gratifikasi Amplop Bupati Kuansing
21 Juli 2026
Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK
20 Juli 2026
Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
15 Juli 2026
KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
14 Juli 2026
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
13 Juli 2026

  • Home
  • Kampar

Tingginya Harga Sawit Picu Perambahan Hutan Secara Masif, Aktivis Lingkungan Elviriadi Ingatkan Hal Ini

Redaksi

Ahad, 10 April 2022 17:04:02 WIB
Cetak
Dr Elviriadi

RIAUIN.COM - Kenaikan harga buah sawit telah memicu pembukaan kebun secara masif di Riau. Salah satunya di Kabupaten Kampar. Kondisi ini dikhawatirkan oleh aktivis lingkungan sekaligus akademisi, Dr Elviriadi.

Ia melihat pembukaan kebun sawit di Riau makin hari semakin tak terbendung. Tanpa ada kriteria kawasan, tanpa melihat fungsi ruang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). 

Hal ini, kata dia, jika terus dibiarkan sangat berbahaya bisa memicu kerusakan lingkungan jangka panjang dan potensi bencana akan bisa mengancam setiap waktu.

"Ibarat bom waktu. Petaka dan bencana akan niscaya. Alam lingkungan tak diperhatikan lagi. Tanah tanah tandus. Catchment area tak tersedia di wilayah kabupaten dan kota. Akibat lanjutan Daerah Aliran Sungai atau DAS terganggu, terjadi sedimentasi, banjir bandang yang membawa kerugian materil milyaran tiap tahun," ujar Dr. Elviariadi pada Riauin.com, Ahad (10/4/2022).

BACA JUGA
  • PLN UIP3B Sumatera Siagakan 1.628 Personel Jaga Keandalan Listrik Selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H
  • Pemancing Ditemukan Tenggelam Tak Bernyawa di Sungai Kampar
  • Puluhan Kerbau di Kampar Mati Secara Massal, Bangkainya Mengapung di Sungai

Elviriadi secara khusus meminta Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perkebunan (Disbun) menginventaris tata ruang sesuai peruntukannya. Areal mana yang boleh dieksploitasi untuk perkebunan dan areal mana yang tidak boleh dirambah jadi perkebunan sawit.

"Daerah mana yang tak boleh sama sekali. Seperti di Kampar Kiri Hulu, itu areal hutan konservasi Bukit Rimbang Baling," beber Elviriadi.

Begitu juga katanya, di daerah hulu waduk PLTA Koto Panjang. Jika dibiarkan dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit, waduk PLTA menjadi abnormal. Volume dan tingkat elevasi air sulit dikendalikan. Waduk Bisa cepat penuh dan terpaksa membuka gate sehingga memicu banjir di hilir. Banyak desa akan terdampak banjir, seperti Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu sampai Pelalawan.

Dampak lain dari habisnya daerah Catchment area menurutnya juga mempercepat erosi. Terkikisnya permukaan tanah dan partikel pasir dan tanah masuk ke dalam waduk hingga memicu sedimentasi dasar waduk.

"Waduk PLTA juga susut airnya. Tinggi muka air berkurang akibat pendangkalan (sedimentasi) bawaan lumpur dari hulu. Butir-butir tanah dan partikel dibawa air hujan langsung ke sungai karena tak ada resapan dari akar-akar pohon hutan," tutur Dr. Elviriadi lagi.

Dia juga khawatir penanaman sawit di bibir sungai akan memicu kerusakan ekosistem sungai jangka panjang. Padahal jelas, undang-undang tidak membolehkan menanam sawit di bibir sungai sebagaimana diatur dalam undang-undang lingkungan hidup tentang konservasi sumber air dan sungai.

"Nah, jika hal ini dibiarkan, mengakibatkan kerusakan DAS. Seperti yang terjadi di Sungai Kampar sampai Sungai Subayang di Kampar Kiri Hulu. 5 tahun lagi masyarakat sudah tak bisa tinggal di situ lagi. Harus relokasi akibat banjir," beber dia.

Hal ini menurut hemat Elviriadi sebetulnya tidak akan terjadi jika saja pengawasan instansi terkait berjalan. Untuk itu, dia meminta patroli hutan harus diperkuat. Selain itu juga dibutuhkan komitmen moral yang kuat dari pihak berwenang mulai dari KLHK hingga penegak hukum seperti polisi.

Dia juga khawatir pembukaan lahan kelapa sawit di sepanjang Sungai Kampar di Desa Penghidupan, Simalinyang, Rantau Kasih hingga ke Desa Mentulik sampai Langgam di Pelalawan.

Jika hal ini tidak dikendalikan akan memberi dampak kerusakan jangka panjang bagi ekosistem air dan sungai di wilayah tersebut. Akibatnya, banjir bandang, air bah bisa terjadi kapan saja mengancam jiwa dan harta benda masyarakat.

"Pengawasan tak berjalan. Petugas patroli hutan harus diperkuat. Komitmen moral dan hukum harus diutamakan. Jangan ada pembiaran atau kong kalikong. Tegakkan supremasi hukum bagi perusak hutan perawan hingga penanaman sawit di bibir sungai di Desa Penghidupan, Simalinyang, Rantau Kasih, Mentulik hingga ke Langgam," terangnya. - naz


 Editor : Eka Putra Nazir
Kata Kunci Kampar


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Gerak Cepat di Kampar, Kebakaran Lahan Semak Belukar Berhasil Diatasi

Tim SAR Gabungan Sisir Sungai Kampar Cari Pemuda yang Jatuh dari Jembatan Rantau Berangin

Riau Raih Capaian Imunisasi Kejar Tertinggi Nasional Lewat Kabupaten Kampar

Desa Rawan Karhutla di Kampar Diinstruksikan Bangun Waduk Darurat

Pemkab Ancam Cabut Izin Pabrik Kelapa Sawit Nakal di Kampar

Jembatan Danau Bingkuang Ditutup akibat Kerusakan Struktur, Arus Lalu Lintas Pekanbaru-Bangkinang Dialihkan

Gerak Cepat di Kampar, Kebakaran Lahan Semak Belukar Berhasil Diatasi

Tim SAR Gabungan Sisir Sungai Kampar Cari Pemuda yang Jatuh dari Jembatan Rantau Berangin

Riau Raih Capaian Imunisasi Kejar Tertinggi Nasional Lewat Kabupaten Kampar

Desa Rawan Karhutla di Kampar Diinstruksikan Bangun Waduk Darurat

Pemkab Ancam Cabut Izin Pabrik Kelapa Sawit Nakal di Kampar

Jembatan Danau Bingkuang Ditutup akibat Kerusakan Struktur, Arus Lalu Lintas Pekanbaru-Bangkinang Dialihkan

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Raja Juli Bungkam Usai KPK Tolak Laporan Gratifikasi Amplop Bupati Kuansing
  • 2 Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK
  • 3 Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
  • 4 Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
  • 5 KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
  • 6 Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
  • 7 Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
  • 8 OTT Kuansing: Warganet Desak KPK Seret Tersangka Baru di Kasus Suap Jabatan dan Lahan
  • 9 LSM di Kuansing Ingatkan Plt Bupati Mukhlisin Waspadai Lingkaran ‘Penjilat’ Pasca-OTT KPK
Terkini +INDEKS

Ratusan Koperasi Pasif di Pekanbaru Terancam Dibubarkan

21 Juli 2026
Soal Amplop Bupati Kuansing, KPK Pastikan Materi Raja Juli Antoni Masuk Berkas Penyidikan
21 Juli 2026
Intervensi Harga Sembako di Pekanbaru, Mobil Pak Aman Jangkau Warga hingga Akhir Juli
21 Juli 2026
Harga TBS Swadaya di Riau Naik Lagi, Dipicu Penguatan Pasar CPO
21 Juli 2026
Atasi Luapan Air di Jalan Sudirman, Pemprov Riau Siap Pasang Box Culvert Akhir Juli
21 Juli 2026
Defisit Fiskal Riau, Perusahaan Diajak Kolaborasi Perbaiki Jalan Rusak di Mahato-Simpang Manggala
21 Juli 2026
Hilang Kendali dan Masuk Jalur Lawan, Pemotor di Pekanbaru Hantam Pengendara Lain hingga 4 Orang Luka
21 Juli 2026
Buruh Sawit di Siak Nyaris Diserang Harimau Saat Angkut Hasil Panen dengan Sepeda Motor
21 Juli 2026
Sanggar Keletah Budak Suguhkan Operet Anak 'Dedap Durhaka'
21 Juli 2026
Krisis Air Hambat Pendinginan 81 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Riau
21 Juli 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved