Rusak Sekolah dan Aniaya Sekuriti, 4 Tersangka Diancam 7 Tahun Penjara
RIAUIN.COM - Pelaku pengrusakan dan penganiayaan terhadap sekuriti SD-SMP Taruna Islam, di Jalan Cemara Indah-Melur Ujung, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, (4/11/2020) lalu, terancam hukuman 7 tahun penjara.
Demikian ditegaskan Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya didampingi Kasat Reskrim AKP Juper Lumban Toruan dalam keterangan persnya, baru-baru ini.
‘’Ada empat tersangka yang masih satu keluarga. Mereka inisial AL, EKA, RY dan AM,’’ tegas Kasat Reskrim.
Juper menjelaskan, ke-4 tersangka bukan hanya melakukan pengrusakan pagar sekolah dan mencoret-coret tembok, tapi juga menganiaya sekuriti.
‘’Mereka juga menganiaya sekuriti, sehingga korban menderita luka robek di mulutnya. Tersangka terancam hukuman 7 tahun penjara,’’ terang Kasat Reskrim.
Para tersangka yang masih saudara satu keluarga ini, lanjut Kasat, dijerat pasal berlapis tentang pengrusakan dan penganiayaan.
Informasi dihimpun menyebutkan, kasus ini berawal setelah orang tua tersangka wafat belum lama ini. Sebelumnya, ada dugaan tumpang tindih kepemilikan lahan, antara ayah tersangka almarhun H Amrul, dengan pihak Yayasan SD-SMP Taruna Islam.
Ironisnya, peristiwa pengrusakan dan penganiayaan itu justru terjadi, setelah orang tua tersangka meninggal dunia. Padahal sebelumnya, masalah tumpang tindih lahan itu pernah diselesaikan dengan mediasi tahun 2017 lalu.
‘’Setelah dilakukan 7 kali mediasi saat itu, tidak ada sengketa di antara kedua pihak, dan sekolah membangun di atas tanah miliknya. Namun, setelah H Amrul meninggal dunia, ahli waris kembali mempersoalkannya,’’ tambah Kasat Reskrim.
Di tempat terpisah, salah seorang kolega keluarga tersangka, Wira, kepada Riauin.com mengatakan, pihak keluarga tersangka pernah minta bantuan kepada Wira untuk menjualkan lahan seluas 1 hektare itu senilai Rp18 miliar.
‘’Saya kaget dan baru mendapat kabar H Amrul wafat dua pekan lalu. Saya juga turut prihatin anak almarhum tersandung kasus tersebut. Saat ini pihak keluarga sedang mengadakan mediasi dengan pihak sekolah. Semoga persoalan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan mufakat perdamaian. Apalagi keluarga mereka masih dalam suasana berkabung,’’ terang Wira.--nofra.
Berita Lainnya
Kecamatan Senapelan Jadi Pelopor Pelantikan Serentak RT dan RW di Pekanbaru
Sinergi Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru Tuntaskan Banjir Depan RS Awal Bros
Sentuhan Baru Kawasan Stadion Utama, Pemko Pekanbaru Sulap Jalan Naga Sakti Jadi Sentra UMKM Aman
Penataan Kawasan Pasar Kodim, Pemko Pekanbaru Fokus Relokasi Pedagang Jalan Teratai ke Pasar Higienis
Pemko Pekanbaru Sasar Peningkatan Pelayanan Publik, Walikota Lantik Puluhan Lurah dan Kasi
Langkah Antisisipasi Banjir, Jalur Air Jalan Suka Karya Pekanbaru Diperluas
Kecamatan Senapelan Jadi Pelopor Pelantikan Serentak RT dan RW di Pekanbaru
Sinergi Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru Tuntaskan Banjir Depan RS Awal Bros
Sentuhan Baru Kawasan Stadion Utama, Pemko Pekanbaru Sulap Jalan Naga Sakti Jadi Sentra UMKM Aman
Penataan Kawasan Pasar Kodim, Pemko Pekanbaru Fokus Relokasi Pedagang Jalan Teratai ke Pasar Higienis
Pemko Pekanbaru Sasar Peningkatan Pelayanan Publik, Walikota Lantik Puluhan Lurah dan Kasi
Langkah Antisisipasi Banjir, Jalur Air Jalan Suka Karya Pekanbaru Diperluas