Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
DBD di Pekanbaru Tembus 745 Kasus, Tiga Orang Meninggal Dunia
RIAUIN.COM - Kasus Demam Berdarah Dengue di Kota Pekanbaru telah menelan tiga korban jiwa sepanjang Januari hingga awal Oktober 2026. Sekretaris Dinas Kesehatan Pekanbaru Dedy Sambudi mengungkapkan, ketiga warga yang meninggal dunia tersebut masing-masing berasal dari Kecamatan Tuah Madani, Kecamatan Sail, dan Kecamatan Kulim.
"Mungkin awalnya dikira demam biasa, tapi akhirnya demam tinggi. Setiba di rumah sakit mengalami penurunan trombosit sehingga kondisinya sangat lemah," ujar Dedy Sambudi, Senin (5/10/2026).
Secara akumulatif, Dinas Kesehatan Pekanbaru mencatat sebanyak 745 kasus DBD terjadi di seluruh wilayah kota. Kecamatan Tuah Madani menjadi daerah dengan sebaran kasus terbanyak yaitu mencapai 117 kasus, disusul Marpoyan Damai dengan 109 kasus, dan Bukit Raya sebanyak 82 kasus.
Sementara itu, sebaran kasus di kecamatan lainnya mencakup Tenayan Raya dengan 70 kasus, Binawidya 62 kasus, Payung Sekaki 58 kasus, Rumbai 49 kasus, Kulim 47 kasus, Limapuluh 39 kasus, serta Rumbai Timur 38 kasus. Adapun wilayah dengan tingkat kasus lebih rendah yaitu Sukajadi dan Sail masing-masing 19 kasus, Rumbai Barat 18 kasus, Senapelan 15 kasus, dan Pekanbaru Kota sebanyak 5 kasus.
Menghadapi peralihan musim panas ke musim hujan, Dedy mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penumpukan genangan air yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk Aedes aegypti.
"Genangan air tidak hanya terdapat di tanah. Berbagai barang di sekitar rumah juga bisa menjadi tempat menampung air hujan dan kemudian menjadi lokasi berkembangnya jentik nyamuk. Genangan ini yang memicu jentik nyamuk Aedes aegypti berkembang," kata Dedy.
Guna menekan lonjakan kasus, pemerintah kota meminta masyarakat kembali menggalakkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk melalui 3M Plus. Warga diharapkan rutin menguras wadah penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, serta membuang atau mendaur ulang barang bekas seperti ban, kaleng, dan ember yang rentan menampung air hujan. (Bil)
Berita Lainnya
Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya
Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya
Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun