PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Mantap Gandeng Samda, Eet Siap Tinggalkan DPRD Riau
Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet
PEKANBARU, riauin.com-- Meski belum lama dilantik sebagai Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet menyatakan diri siap untuk mundur dari Anggota DPRD Riau untuk maju bertarung di Pilkada Kabupaten Bengkalis. Bahkan untuk siapa pendampingnya pun sudah disiapkan oleh politisi Partai Golkar itu.
Eet kepada riauin, Senin (27/01/2020) di ruang kerjanya mengatakan, dirinya terpanggil maju menjadi Bupati Bengkalis mendatang untuk membangun kampung halamannya. Dia melihat masih banyak karena yang harus dibenahi selama ini.
Masih banyak PR yang harus dikerjakannya di masa otonomi daerah ini, lebih lanjut Eet mengatakan di Kabupaten Bengkalis masih ada dijumpai infrastruktur yang terputus. Masih banyak gedung sekolah yang tak layak pakai tapi belum tersentuh oleh pemerintah. Jumlah masyarakat miskin dan kurang mampu, anak putus sekolah dan pelayanan kesehatan yang belum tepat sasaran.
"Memang sudah aturannya kalau ingin maju sebagai kepala daerah atau setingkat kepala daerah dan dibawahnya memang harus mundur dari kursi DPRD. Itu sudah jadi konsekwensi," kata Eet.
Eet mengaku yakin berpasangan dengan H Syamsuddin Dalimunte di Pilkada Bengkalis yang akan diselenggarakan 23 September 2020 mendatang meskipun Samda sapaan akrab Syamsuddin tak didukung oleh partainya yakni PKS. Sebab, Eet menilai antara dirinya dan Samda sudah cocok untuk berkolaborasi.
"Saya haqul yakin berpasangan dengan H Syamsuddin Dalimunte atau Samda, karena komunitasnya jelas. Kalau saya dari nasionalis, Pak Samda orangnya agamis. Dia diterima di kelompok pengajian, dan majelis ta'lim. Saya merupakan nasionalis yang lebih fokus melihat pada ekonomi kerakyatan, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur sebagai basis saya," ujarnya.
Untuk mengusung calon bupati, Partai Golkar Bengkalis masih kurang satu kursi dengan begitu partai berlambang pohon beringin ini harus melakukan koalisi dengan partai lain. Saat ini dirinya terus melakukan roadshow ke partai politik untuk melakukan loby-loby politik. Sejumlah PArpol yang sudah dia jajaki, seperti Nasdem, Demokrat dan Perindo.
Baliho Dirusak
Tahapan Pilkada sudah berjalan, Eet dan sejumlah kandidat calon Bupati Bengkalis lainnya sudah mulai melakukan sosialisasi, salah satunya melalui baliho. Dari pantauan dilapangan saat ini disepanjang jalan menuju Kabupaten Bengkalis banyak berterpajang baliho kandidat cakada, tak terkecuali baliho Eet.
Namun Eet menyayangkan baliho miliknya yang ada di sepanjang jalan di Kecamatan Pinggir habis dirusak oknum tak bertanggung jawab. Dia mengatakan, siapapun boleh bersosialisasi tapi tentunya harus fair, bijark dan profesional agar suhu politik tidak semakin tinggi dan Pilkada berjalan lancar dan damai.
"Ada 11 titik baliho saya di Kecamatan Pinggi habis dan dirusak orang tak bertanggungjawab. Ini menunjukkan suhu politik mulai tinggi. Kita boleh bersaing tapi bersaing lah dengan fair. Saya kalau mau menurunkan baliho lain bisa saja, tapi untuk apa. Bersaing dengan sportif dan saya tak mau melakukan hal yang sama, karena kalau saya lakukan juga seperti itu berarti sama saya bodohnya dengan mereka," kata Eet.
Mengenai tindakan pengrusakan baliho miliknya tersebut, Eet mengaku sudah melaporkannya ke Polres Pinggir. "Saya sudah lapor ke Polres Pinggir untuk ditindaklanjuti," imbuh Eet. (vie)
Eet kepada riauin, Senin (27/01/2020) di ruang kerjanya mengatakan, dirinya terpanggil maju menjadi Bupati Bengkalis mendatang untuk membangun kampung halamannya. Dia melihat masih banyak karena yang harus dibenahi selama ini.
Masih banyak PR yang harus dikerjakannya di masa otonomi daerah ini, lebih lanjut Eet mengatakan di Kabupaten Bengkalis masih ada dijumpai infrastruktur yang terputus. Masih banyak gedung sekolah yang tak layak pakai tapi belum tersentuh oleh pemerintah. Jumlah masyarakat miskin dan kurang mampu, anak putus sekolah dan pelayanan kesehatan yang belum tepat sasaran.
"Memang sudah aturannya kalau ingin maju sebagai kepala daerah atau setingkat kepala daerah dan dibawahnya memang harus mundur dari kursi DPRD. Itu sudah jadi konsekwensi," kata Eet.
Eet mengaku yakin berpasangan dengan H Syamsuddin Dalimunte di Pilkada Bengkalis yang akan diselenggarakan 23 September 2020 mendatang meskipun Samda sapaan akrab Syamsuddin tak didukung oleh partainya yakni PKS. Sebab, Eet menilai antara dirinya dan Samda sudah cocok untuk berkolaborasi.
"Saya haqul yakin berpasangan dengan H Syamsuddin Dalimunte atau Samda, karena komunitasnya jelas. Kalau saya dari nasionalis, Pak Samda orangnya agamis. Dia diterima di kelompok pengajian, dan majelis ta'lim. Saya merupakan nasionalis yang lebih fokus melihat pada ekonomi kerakyatan, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur sebagai basis saya," ujarnya.
Untuk mengusung calon bupati, Partai Golkar Bengkalis masih kurang satu kursi dengan begitu partai berlambang pohon beringin ini harus melakukan koalisi dengan partai lain. Saat ini dirinya terus melakukan roadshow ke partai politik untuk melakukan loby-loby politik. Sejumlah PArpol yang sudah dia jajaki, seperti Nasdem, Demokrat dan Perindo.
Baliho Dirusak
Tahapan Pilkada sudah berjalan, Eet dan sejumlah kandidat calon Bupati Bengkalis lainnya sudah mulai melakukan sosialisasi, salah satunya melalui baliho. Dari pantauan dilapangan saat ini disepanjang jalan menuju Kabupaten Bengkalis banyak berterpajang baliho kandidat cakada, tak terkecuali baliho Eet.
Namun Eet menyayangkan baliho miliknya yang ada di sepanjang jalan di Kecamatan Pinggir habis dirusak oknum tak bertanggung jawab. Dia mengatakan, siapapun boleh bersosialisasi tapi tentunya harus fair, bijark dan profesional agar suhu politik tidak semakin tinggi dan Pilkada berjalan lancar dan damai.
"Ada 11 titik baliho saya di Kecamatan Pinggi habis dan dirusak orang tak bertanggungjawab. Ini menunjukkan suhu politik mulai tinggi. Kita boleh bersaing tapi bersaing lah dengan fair. Saya kalau mau menurunkan baliho lain bisa saja, tapi untuk apa. Bersaing dengan sportif dan saya tak mau melakukan hal yang sama, karena kalau saya lakukan juga seperti itu berarti sama saya bodohnya dengan mereka," kata Eet.
Mengenai tindakan pengrusakan baliho miliknya tersebut, Eet mengaku sudah melaporkannya ke Polres Pinggir. "Saya sudah lapor ke Polres Pinggir untuk ditindaklanjuti," imbuh Eet. (vie)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK