PILIHAN
Alfedri 'Melenggang' ke Pilkada Siak 2020, Siapa Pasangannya?
PEKANBARU, Riauin.com - Bupati Siak (petahana), Alfedri dipastikan maju sebagai bakal calon bupati pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 setelah mengantongi rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional. Hanya saja, siapa calon pendampingnya sebagai bakal calon wakil bupati, sampai sekarang belum dipastikan. Yang jelas, PAN Siak sudah menerima 4 calon pendamping Alfedri sesuai dengan penjaringan yang telah dibuka.
Sekretaris Wilayah DPW PAN Riau Tengku Zulmizan F Assagaff menjawab GoRiau.com, Rabu (1/1/2020) mengatakan, Alfedri sudah ''mengantongi'' rekomendasi dari DPP PAN. Rekomendasi sudah diterima pada tanggal 29 Desember 2019 lalu dan diserahkan langsung oleh Ketua DPW PAN Riau, Irwan Nasir.
''Elektabilitas Alfedri terus naik. Kita melihat masyarakat Siak juga bisa menerima Alfedri sebagai bakal calon bupati untuk kedua kalinya. Ini salah satu pertimbangan DPP memberikan rekomendasi untuk Alfedri,'' ujar Zulmizan.
Namun dikarenakan PAN Siak hanya memiliki 7 kursi di DPRD, maka Alfedri -- sesuai rekomendasi DPP PAN, harus mencari koalisi agar bisa memenuhi syarat minimal 8 kursi untuk diusung sebagai bakal calon bupati. ''Kurang 1 kursi lagi untuk mendaftar sebagai bakal calon, jadi ini tugas pak Alfedri,'' ujarnya.
Bagaimana untuk pasangan? Apakah dari partai koalisi atau tidak? Menurut Zulmizan, pasangan Alfedri bisa saja dari partai koalisi atau pun bukan. Pasalnya, saat ini sudah banyak partai yang ingin berkoalisi, namun ada partai yang tidak mengajukan kadernya.
''Jadi bisa dari kader partai koalisi maupun tidak. Sementara kita sendiri saat ini sudah membuka penjaringan untuk calon wakil bupati yang akan diusung PAN Siak mendampingi Alfedri. Dari penjaringan yang dilakukan, ada 4 nama yang masuk yaitu Syamsurizal, Suhartono, Husni Mirza dan Letkol Delfi Delfijun,'' tutupnya.
Sementara itu, informasi yang dihimpun GoRiau.com, besar kemungkinkan Alfedri akan ''merangkul'' bakal calon wakil bupati dari wilayah Kandis atau Perawang karena kedua daerah ini merupakan ''lumbung'' suara setiap Pilkada Siak. Meski begitu, ketokohan dan elektabilitas wakil dari Kandis dan Perawang tetap harus tinggi sehingga bisa menambah suara. (int/nol)
Sekretaris Wilayah DPW PAN Riau Tengku Zulmizan F Assagaff menjawab GoRiau.com, Rabu (1/1/2020) mengatakan, Alfedri sudah ''mengantongi'' rekomendasi dari DPP PAN. Rekomendasi sudah diterima pada tanggal 29 Desember 2019 lalu dan diserahkan langsung oleh Ketua DPW PAN Riau, Irwan Nasir.
''Elektabilitas Alfedri terus naik. Kita melihat masyarakat Siak juga bisa menerima Alfedri sebagai bakal calon bupati untuk kedua kalinya. Ini salah satu pertimbangan DPP memberikan rekomendasi untuk Alfedri,'' ujar Zulmizan.
Namun dikarenakan PAN Siak hanya memiliki 7 kursi di DPRD, maka Alfedri -- sesuai rekomendasi DPP PAN, harus mencari koalisi agar bisa memenuhi syarat minimal 8 kursi untuk diusung sebagai bakal calon bupati. ''Kurang 1 kursi lagi untuk mendaftar sebagai bakal calon, jadi ini tugas pak Alfedri,'' ujarnya.
Bagaimana untuk pasangan? Apakah dari partai koalisi atau tidak? Menurut Zulmizan, pasangan Alfedri bisa saja dari partai koalisi atau pun bukan. Pasalnya, saat ini sudah banyak partai yang ingin berkoalisi, namun ada partai yang tidak mengajukan kadernya.
''Jadi bisa dari kader partai koalisi maupun tidak. Sementara kita sendiri saat ini sudah membuka penjaringan untuk calon wakil bupati yang akan diusung PAN Siak mendampingi Alfedri. Dari penjaringan yang dilakukan, ada 4 nama yang masuk yaitu Syamsurizal, Suhartono, Husni Mirza dan Letkol Delfi Delfijun,'' tutupnya.
Sementara itu, informasi yang dihimpun GoRiau.com, besar kemungkinkan Alfedri akan ''merangkul'' bakal calon wakil bupati dari wilayah Kandis atau Perawang karena kedua daerah ini merupakan ''lumbung'' suara setiap Pilkada Siak. Meski begitu, ketokohan dan elektabilitas wakil dari Kandis dan Perawang tetap harus tinggi sehingga bisa menambah suara. (int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V