PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Pedemo Usul Hakim MK Jadi Pahlawan Nasional
Jakarta, Riauin.com -- Massa menamakan diri Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) melakukan aksi demonstrasi Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (14/6), saat sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) tengah digelar di Mahkamah Konstitusi (MK).
Salah satu koordinator aksi, Ayub mengusulkan untuk mengangkat sembilan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai pahlawan nasional bila berpihak pada prinsip kebenaran dan keadilan.
"Ketika hasilnya para hakim memutuskan kebenaran, maka kita usulkan agar para hakim diangkat jadi pahlawan nasional, jadi pahlawan konstitusi, Setuju?" kata Ayub saat berorasi.
"Setuju," sahut para peserta.
Ayub sendiri enggan menjelaskan lebih lanjut maksud dari prinsip kebenaran tersebut. Apakah kebenaran tersebut saat memenangkan kubu Prabowo-Sadiaga atau memenangkan kubu Komisi Pemilihan Umum.
Sebaliknya, Ayub mengatakan bahwa nama para hakim MK akan tercoreng, baik di dunia dan akhirat bila hasil akhirnya tak berpihak pada prinsip kebenaran dan keadilan.
"Kalau dia tak memenangkan kebenaran, maka yang menderita adalah dirinya dan keluarganya sendiri yang akan tercoreng di duna di akhirat," tambahnya.
Selain itu, Ayub berharap agar seluruh hakim MK mampu berpihak pada keadilan. Ia turut meminta agar para hakim MK tak mencoreng nama baik MK sebagai institusi negara yang terhormat.
"Kita berharap MK tak menjadi mahkamah kalkulator, tapi kebenaran materi. Intinya mereka orang-orang jago. Hukum bukan hanya untuk hukum, tapi untuk keadilan," kata dia.
Lebih lanjut, Ayub mengatakan GNKR akan terus mengawal MK apapun keputusannya nanti pada tanggal 28 Juni 2019. Ia pun berharap agar hasil tersebut sesuai dengan prinsip keadilan dan kebenaran di mata hukum
"Kita liat hasilnya, kita akan mengawal hasil itu apapun yang terjadi, kalau hasilnya di dalam kebenaran kita kawal hasilnya," kata dia.(int/nol)
Salah satu koordinator aksi, Ayub mengusulkan untuk mengangkat sembilan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai pahlawan nasional bila berpihak pada prinsip kebenaran dan keadilan.
"Ketika hasilnya para hakim memutuskan kebenaran, maka kita usulkan agar para hakim diangkat jadi pahlawan nasional, jadi pahlawan konstitusi, Setuju?" kata Ayub saat berorasi.
"Setuju," sahut para peserta.
Ayub sendiri enggan menjelaskan lebih lanjut maksud dari prinsip kebenaran tersebut. Apakah kebenaran tersebut saat memenangkan kubu Prabowo-Sadiaga atau memenangkan kubu Komisi Pemilihan Umum.
Sebaliknya, Ayub mengatakan bahwa nama para hakim MK akan tercoreng, baik di dunia dan akhirat bila hasil akhirnya tak berpihak pada prinsip kebenaran dan keadilan.
"Kalau dia tak memenangkan kebenaran, maka yang menderita adalah dirinya dan keluarganya sendiri yang akan tercoreng di duna di akhirat," tambahnya.
Selain itu, Ayub berharap agar seluruh hakim MK mampu berpihak pada keadilan. Ia turut meminta agar para hakim MK tak mencoreng nama baik MK sebagai institusi negara yang terhormat.
"Kita berharap MK tak menjadi mahkamah kalkulator, tapi kebenaran materi. Intinya mereka orang-orang jago. Hukum bukan hanya untuk hukum, tapi untuk keadilan," kata dia.
Lebih lanjut, Ayub mengatakan GNKR akan terus mengawal MK apapun keputusannya nanti pada tanggal 28 Juni 2019. Ia pun berharap agar hasil tersebut sesuai dengan prinsip keadilan dan kebenaran di mata hukum
"Kita liat hasilnya, kita akan mengawal hasil itu apapun yang terjadi, kalau hasilnya di dalam kebenaran kita kawal hasilnya," kata dia.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK