PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
PKS: Kita Perlu Demokrat di MK, Koalisi Adil Makmur Mesti Bersatu
Jakarta, Riauin.com - Partai Demokrat menegaskan masih berada di Koalisi Adil dan Makmur pengusung Prabowo-Sandiaga menanggapi polemik usulan bubarkan koalisi. PKS menyebut Koalisi Indonesia Adil Makmur harus bersatu karena dukungan Demokrat masih dibutuhkan dalam hal gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK).
"PD partai besar dan berpengalaman. Kita perlu PD. Menghadapi MK, semua pihak di Koalisi Adil Makmur mesti bersatu," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi, Senin (10/6/2019).
Mardani mengatakan wajar saja jika ada perbedaan di dalam internal koalisi. Akan tetapi, saat pengambilan keputusan, kata dia, koalisi haruslah kembali bersatu.
"Bahwa ada dinamika, nikmati saja. Justru Koalisi Adil Makmur akan besar jika bersikap memberi ruangan pada perbedaan. Namun saat keputusan diambil kita bersatu," sambungnya.
Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandia Uno mempersilakan Partai Demokrat (PD) pergi sebagai buntut dari usul pembubaran koalisi. Demokrat menegaskan masih berada di Koalisi Adil dan Makmur pengusung Prabowo-Sandiaga.
"Bagaikan pertandingan sepakbola, hasil pertandingan sudah diketahui hasilnya ketika pluit ditiup wasit (KPU) tanggal 21 Mei dini hari dengan mengukuhkannya dalam sidang pleno sesuai mekanismenya, tapi kemudian sesuai prosedur hukum yang ada, KPU mempersilakan jalur hukum yang disediakan undang-undang untuk ke MK bila ada keberatan, lalu paslon 02 menggunakan dan memilih saluran hukum dan konstitusional itu ke MK," ungkap Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan.
Dengan gugatan Prabowo-Sandi atas hasil Pilpres 2019 ke MK, Hinca menilai pertandingan masih terus berlanjut. Koalisi Prabowo-Sandiaga disebut masih akan menuntaskan perjuangan dalam Pilpres 2019 di MK.
"Mari kita ikuti dan lakoni bersama sampai selesai. Itulah esensinya berkoalisi dan PD setia berada di jalur itu," sebut Hinca.(int/nol)
"PD partai besar dan berpengalaman. Kita perlu PD. Menghadapi MK, semua pihak di Koalisi Adil Makmur mesti bersatu," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi, Senin (10/6/2019).
Mardani mengatakan wajar saja jika ada perbedaan di dalam internal koalisi. Akan tetapi, saat pengambilan keputusan, kata dia, koalisi haruslah kembali bersatu.
"Bahwa ada dinamika, nikmati saja. Justru Koalisi Adil Makmur akan besar jika bersikap memberi ruangan pada perbedaan. Namun saat keputusan diambil kita bersatu," sambungnya.
Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandia Uno mempersilakan Partai Demokrat (PD) pergi sebagai buntut dari usul pembubaran koalisi. Demokrat menegaskan masih berada di Koalisi Adil dan Makmur pengusung Prabowo-Sandiaga.
"Bagaikan pertandingan sepakbola, hasil pertandingan sudah diketahui hasilnya ketika pluit ditiup wasit (KPU) tanggal 21 Mei dini hari dengan mengukuhkannya dalam sidang pleno sesuai mekanismenya, tapi kemudian sesuai prosedur hukum yang ada, KPU mempersilakan jalur hukum yang disediakan undang-undang untuk ke MK bila ada keberatan, lalu paslon 02 menggunakan dan memilih saluran hukum dan konstitusional itu ke MK," ungkap Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan.
Dengan gugatan Prabowo-Sandi atas hasil Pilpres 2019 ke MK, Hinca menilai pertandingan masih terus berlanjut. Koalisi Prabowo-Sandiaga disebut masih akan menuntaskan perjuangan dalam Pilpres 2019 di MK.
"Mari kita ikuti dan lakoni bersama sampai selesai. Itulah esensinya berkoalisi dan PD setia berada di jalur itu," sebut Hinca.(int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V