PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Kekurangan Peserta, Tour Jihad 22 Mei dari Surabaya Batal
Jakarta, Riauin.com -- Massa dari Surabaya yang ingin mengikuti aksi pada 22 Mei mendatang dengan paket Tour Jihad Jakarta batal berangkat lantaran jumlah peserta yang terlalu sedikit. Hal itu diutarakan Koordinator Tour Jihad Jakarta, Roni.
Sebelumnya, Roni berencana mengoordinasi massa dari Surabaya menuju Jakarta yang ingin mengikuti aksi menolak kecurangan pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang. Rencananya, massa berangkat melalui jalur darat pada Minggu (19/5).
"Kita batal berangkat. Tour Jihad Jakarta batal. Peserta tidak memenuhi kuota," ucap Roni kepada wartawan melalui sambungan telepon, Minggu (19/5) dini hari WIB.
Roni mengatakan pembatalan sudah disepakati bersama peserta aksi yang sudah mendaftar. Dalam hal ini, tegasnya, tidak ada pula yang merasa dirugikan.
"Mungkin ada isu-isu yang membuat peserta enggak jadi berangkat," ucap Roni.
Roni diketahui mengoordinasi massa dari Surabaya yang ingin mengikuti aksi di Jakarta. Agenda aksi itu sendiri adalah menolak hasil pemilu dengan tudingan sarat dengan kecurangan.
Dalam rencana perjalanan Tour Jihad yang dikoordinasi Roni itu terdapat beberapa jenis paket.
Pertama, bus besar isi 50 orang. Biayanya dipatok Rp450 ribu. Kedua, paket bus mini isi 30 orang seharga Rp 400 ribu. Paket ketiga yakni mobil Elf. Muat untuk 12 orang. Harga dipatok Rp600 ribu. Paket keempat yaitu mobil Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, atau Suzuki Ertiga. Muat 6 orang dengan biaya Rp600 ribu.
Pemberangkatan direncanakan pada Minggu (19/5) dan pulang ke Surabaya pada Kamis (23/5). Namun, rencana tersebut dibatalkan.
Sementara itu, semalam, di sejumlah titik pemberangkatan polisi melakukan pengecekan dan razia, 'menyapu' pergerakan massa ke Jakarta jelang 22 Mei.
Beberapa titik yang di antaranya menjadi tempat pengecekan polisi dan petugas gabungan adalah Jembatan Nasional Suramadu, Terminal Purabaya, dan Bandara Juanda.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan pengamanan yang digelar TNI-Polri itu dilakukan dalam rangka pengamanan Pemilu 2019 jelang penetapan hasil oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Agus menerangkan dalam kegiatan tersebut petugas mengecek setiap kendaraan yang melintas. Sweeping itu, kata Agus, bagian dari operasi pengamanan Pemilu 2019, dan mengantisipasi pergerakan massa aksi people power dari Madura yang hendak menuju Jakarta.
"Menghindari hal yang tidak diinginkan, kami turun langsung di exit tol Jembatan Suramadu untuk antisipasi gerakan people power," kata dia.
Hal serupa pula dilakukan di Terminal Purbaya. Berdasarkan pantauan wartawan, Sabtu (18/5) malam, sejumlah personel gabungan yang terdiri dari Polisi, TNI, dan Brimob bersiaga. Mereka melakukan pengecekan di setiap bus yang keluar-masuk terminal tersebut.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Zain Dwi Nugroho mengatakan pihaknya akan benar-benar selektif dalam pengamanan ini. Polisi juga akan memeriksa satu persatu barang bawaan dan kelengkapan identitas tiap penumpang.
Jadi kalau ada yang mencurigakan kita akan lakukan pengecekan seperti barang-barang yang dilarang seperti senjata tajam, bahan peledak, termasuk tidak membawa identitas pasti kita akan melakukan pemeriksaan," ujar Zain.
Tak hanya itu, Polisi juga bakal menanyai untuk keperluan apa tujuan para penumpang tersebut bertolak ke Jakarta. Hal itu, menurutnya perlu dilakukan untuk menangkal gelombang pergerakan massa ke Jakarta jelang 22 Mei 2019.(int/nol)
Sebelumnya, Roni berencana mengoordinasi massa dari Surabaya menuju Jakarta yang ingin mengikuti aksi menolak kecurangan pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang. Rencananya, massa berangkat melalui jalur darat pada Minggu (19/5).
"Kita batal berangkat. Tour Jihad Jakarta batal. Peserta tidak memenuhi kuota," ucap Roni kepada wartawan melalui sambungan telepon, Minggu (19/5) dini hari WIB.
Roni mengatakan pembatalan sudah disepakati bersama peserta aksi yang sudah mendaftar. Dalam hal ini, tegasnya, tidak ada pula yang merasa dirugikan.
"Mungkin ada isu-isu yang membuat peserta enggak jadi berangkat," ucap Roni.
Roni diketahui mengoordinasi massa dari Surabaya yang ingin mengikuti aksi di Jakarta. Agenda aksi itu sendiri adalah menolak hasil pemilu dengan tudingan sarat dengan kecurangan.
Dalam rencana perjalanan Tour Jihad yang dikoordinasi Roni itu terdapat beberapa jenis paket.
Pertama, bus besar isi 50 orang. Biayanya dipatok Rp450 ribu. Kedua, paket bus mini isi 30 orang seharga Rp 400 ribu. Paket ketiga yakni mobil Elf. Muat untuk 12 orang. Harga dipatok Rp600 ribu. Paket keempat yaitu mobil Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, atau Suzuki Ertiga. Muat 6 orang dengan biaya Rp600 ribu.
Pemberangkatan direncanakan pada Minggu (19/5) dan pulang ke Surabaya pada Kamis (23/5). Namun, rencana tersebut dibatalkan.
Sementara itu, semalam, di sejumlah titik pemberangkatan polisi melakukan pengecekan dan razia, 'menyapu' pergerakan massa ke Jakarta jelang 22 Mei.
Beberapa titik yang di antaranya menjadi tempat pengecekan polisi dan petugas gabungan adalah Jembatan Nasional Suramadu, Terminal Purabaya, dan Bandara Juanda.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan pengamanan yang digelar TNI-Polri itu dilakukan dalam rangka pengamanan Pemilu 2019 jelang penetapan hasil oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Agus menerangkan dalam kegiatan tersebut petugas mengecek setiap kendaraan yang melintas. Sweeping itu, kata Agus, bagian dari operasi pengamanan Pemilu 2019, dan mengantisipasi pergerakan massa aksi people power dari Madura yang hendak menuju Jakarta.
"Menghindari hal yang tidak diinginkan, kami turun langsung di exit tol Jembatan Suramadu untuk antisipasi gerakan people power," kata dia.
Hal serupa pula dilakukan di Terminal Purbaya. Berdasarkan pantauan wartawan, Sabtu (18/5) malam, sejumlah personel gabungan yang terdiri dari Polisi, TNI, dan Brimob bersiaga. Mereka melakukan pengecekan di setiap bus yang keluar-masuk terminal tersebut.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Zain Dwi Nugroho mengatakan pihaknya akan benar-benar selektif dalam pengamanan ini. Polisi juga akan memeriksa satu persatu barang bawaan dan kelengkapan identitas tiap penumpang.
Jadi kalau ada yang mencurigakan kita akan lakukan pengecekan seperti barang-barang yang dilarang seperti senjata tajam, bahan peledak, termasuk tidak membawa identitas pasti kita akan melakukan pemeriksaan," ujar Zain.
Tak hanya itu, Polisi juga bakal menanyai untuk keperluan apa tujuan para penumpang tersebut bertolak ke Jakarta. Hal itu, menurutnya perlu dilakukan untuk menangkal gelombang pergerakan massa ke Jakarta jelang 22 Mei 2019.(int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V