• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Respons Keluhan SPPG, Pemkab Kuansing Ungkap Dasar Penetapan PJJ Mendadak
10 September 2026
Pengumuman PJJ Kabut Asap di Kuansing Mendadak, Pengelola SPPG Rugi Puluhan Juta
09 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026

  • Home
  • Politik

Strategi Prabowo-Sandi Tekan Defisit Migas

Redaksi
Ahad, 13 Januari 2019 12:06:29 WIB
Cetak

Jakarta, Riauin.com -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mengaku telah merumuskan sejumlah strategi guna menekan defisit neraca perdagangan minyak dan gas (migas) yang tengah dialami Indonesia. Strategi tersebut mencakup konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas untuk kendaraan dan pengembangan biofuel.

"Kami menyadari, tidak semua mobil didesain untuk biofuel. Karena itu, strategi kedua kami adalah kami ingin melakukan konversi energi," ujar Tim Ekonomi, Penelitian, dan Pengembangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Harryadin Mahardika dalam Foreign Media Briefing di Prabowo-Sandi Media Center, Jakarta (Jumat 11/1).

Strategi ini, lanjut Harryadin, mirip dengan strategi konversi kompor minyak tanah ke gas yang dilakukan pada era Soesilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla. Insentif pemasangan converter diberikan pada seluruh kendaraan, baik kendaraan pribadi, umum, maupun produktif.

"Converter ini untuk dual fuel bisa gas dan bensin, bensin dan biofuel atau bisa tiga bahkan (bensin, gas, dan biofuel)," ujarnya.

Untuk kendaraan produktif, pemerintah bisa memberikan subsidi pembelian converter gas yang harganya disebut Harryadin berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta per unit.

Sementara, untuk kendaraan pribadi, pemerintah bisa mensubsidi sebagian karena pemerintah bisa melibatkan peran swasta atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bentuk subsidi bisa berupa sebagian biaya pemasangan awal maupun subsidi biaya perawatan.

"Misalnya Shell, mau enggak konverter dibayarin dulu, mereka (pengguna) bisa mencicil (pembayaran konverter) tetapi membeli gas di Shell karena konverter hanya bisa diisi gas di Shell," ujarnya.

Adapun besaran perkiraan total subsidi yang diperlukan tidak disebutkan Harryadin.

Untuk jangka panjang, Harryadin berharap kebijakan ini akan membawa perubahan perilaku masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat akan memilih bahan bakar yang harganya paling murah.

"Kami berharap, dia (konsumen) akan lebih banyak memilih gas karena gas murah, misalnya atau lebih banyak memilih biofuel karena bisa kita produksi sendiri tadi," ujarnya.

Selain mendorong konversi bahan bakar kendaraan, Harriyadin menyebut Prabowo-Sandiaga juga berkeinginan mengoptimalisasi penggunaan bahan bakar nabati (biofuel) bisa menjadi solusi menekan defisit neraca minyak dan gas (migas) yang kian melebar.

Berbeda dengan pemerintahan Joko Widodo yang mengandalkan kelapa sawit, timnya akan melakukan diversifikasi dengan memanfaatkan tujuh tanaman lain di antaranya aren, ketela,dan lamtoro.

"Kami melihat, kelapa sawit sebagai sebuah komoditi sudah memiliki daya tarif tersendiri. Artinya, kalau diekspor dia lebih menguntungkan sehingga untuk diolah menjadi biofuel mungkin kurang menarik bagi produsen kelapa sawitnya sendiri," jelasnya.

Tanaman tersebut akan ditanam di lahan-lahan yang selama ini terbengkalai dengan mendayagunakan petani lokal. Harryadin menyebutkan sekitar 10 juta hektare (ha) bisa segera dimanfaatkan untuk budidaya. Lahan tersebut sebagian besar tersebar di Sumatera dan Kalimantan.

Adapun, berdasarkan pemetaan Kementerian Pertanian (Kementan) pada 2018, Indonesia memiliki potensi lahan tidur mencapai 33,4 juta ha namun tidak semua bisa langsung dimanfaatkan.

Harryadin mengungkapkan proyek rintisan telah dilakukan di lahan seluas 100 ribu ha di Kalimantan oleh Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo Subianto.

Jika terpilih, Prabowo akan memulai dengan 2 juta ha menggunakan skema kerja sama antara pemerintah, swasta dari pemilik konsesi lahan maupun yang memiliki dana, dan masyarakat sekitar (public private people partnership/PPPP).

"Kami tidak ingin itu hanya dikelola oleh korporasi tetapi ada petani di situ sehingga ada distribusi lahan," ujarnya.

Selanjutnya, pabrik atau kilang biofuel juga akan dibuat dengan skema PPPP.

Program diversikasi BBN sebenarnya sudah diprogramkan oleh pemerintah Joko Widodo dengan terbitan Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pemanfaatan dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan bakar lain.

Dalam beleid tersebut, pemerintah mengamanatkan penggunaan bioetanol untuk usaha mikro, perikanan, pertanian, transportasi dan pelayanan umum (PSO) pada 2016 adalah sebesar 2 persen terhadap kebutuhan total dan akan meningkat sebesar 5 persen pada 2020 dan meningkat menjadi 20 persen pada Januari 2025.

Namun, hingga kini, penerapan kebijakan tersebut tidak berjalan. Dalam beberapa kesempatan, Menteri ESDM Ignasius Jonan beralasan kebijakan tersebut terkendala oleh pasokan sumber bahan bakar nabati yang juga dibutuhkan untuk pangan.

Menurut Harryadin, skema tersebut gagal karena pemerintah terlalu mengandalkan peran swasta. Padahal, untuk mendorong biofiel pemerintah harus lebih proaktif untuk menciptakan ekosistem berupa lahan tanaman, pasokan tanaman, pabrik pengolahan, pasar, hingga pendanaan.

Selain itu, menurut Harryadin, ketakutan akan mengganggu harga pangan karena naiknya permintaan bisa dikendalikan jika pemerintah mengatur ekosistem. Dalam hal ini, misalnya, petani yang bisa memasok tanaman hanya petani yang sudah berada di ekosistem PPPP.

"Kecuali kalau kami lihat bahan pangan sudah kelebihan pasokan itu akan kami serap juga sih," ujarnya.

Berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS), defisit migas Indonesia selama periode Januari-November 2018 mencapai US$12,6 miliar atau sudah di atas akumulasi defisit sepanjang 2017 yang sebesar US$8,6 miliar. (int/nol)




[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK

Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno

PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81

Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura

Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai

Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK

Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK

Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno

PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81

Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura

Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai

Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
  • 2 Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
  • 3 Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
  • 4 BRK Syariah dan Pemko Tanjungpinang Luncurkan Gurindam Pay, Inovasi Digital untuk Optimalkan PAD Secara Real Time
  • 5 Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru
  • 6 Kilang Dumai Dipastikan Aman, Pertamina Sampaikan Maaf Atas Kebisingan Saat Start Up Unit
  • 7 Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
  • 8 Pemprov Riau Kategorikan BRK Syariah Berkinerja Positif, Jadi Salah Satu Penopang Utama PAD
  • 9 DPR RI Desak Kemendagri Bentuk Ditjen BUMD, Optimalkan Kekayaan Alam Riau
Terkini +INDEKS

Ketua DPRD Riau Terima Aspirasi KSPSI, Soroti 8 Isu Krusial dalam RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

10 September 2026
PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global
10 September 2026
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
10 September 2026
Puluhan Dapur Program MBG di Riau Dibekukan BGN, Rohil Terbanyak
10 September 2026
Satpol PP Pekanbaru Instruksikan Pembongkaran Mandiri 17 Lapak Liar di Jalan Air Hitam
10 September 2026
Wajah Baru Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin, Ada Ilustrasi Arjuna Memanah di Ekor Pesawat
10 September 2026
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
10 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Bupati Rohil Serahkan Dokumen Dukungan Pembentukan Provinsi Riau Pesisir
10 September 2026
Mendagri Serahkan Penghargaan Lingkungan IMT-GT ke Wakil Walikota Pekanbaru
10 September 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved