PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Bawaslu Bilang 513 Daerah Rawan Politik Uang
Jakarta, Riauin.com - Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menyebut politik uang jadi salah satu dari empat potensi kerawanan di Pemilu 2019. Dia menyebut 513 daerah rawan politik uang yang terbagi dalam kategori tinggi dan sedang.
"Kerawanan aspek politik uang yang tinggi ada di 176 daerah yaitu 34,2 persen, kemudian kerawanan sedangnya ada 65 persen yaitu ada di 337 daerah," ujar Afifuddin dalam acara peluncuran Indeks Kerawanan Pemilu di Hotel Bidakara, Pancoran, Jaksel, Selasa (25/9/2018).
Selain aspek politik uang, ada juga temuan kerawanan netralitas ASN, ujaran kebencian, dan politisasi SARA. Afif menyebut masing-masing aspek kerawanan tersebut rata-rata presentasenya 17 persen hingga 19 persen dan terjadi di sekitar 90 daerah.
"Untuk kerawanan aspek netralitas ASN itu terjadi di 93 Kabupaten/Kota dengan presentase 18,1 persen, ini terdiri dari otoritas penyelenggara pemilu, penyelenggara negara, relasi kuasa lokal, dan pelibatan saat kampanye," papar dia.
"Aspek keamanan, itu terjadi kerawanan di 94 Kabupaten/Kota dengan persentase 18,3 persen yang meliputi kondisi sosial, relasi kuasa lokal, dan praktik kampanye," sambungnya.
Sementara itu, lanjut Afifuddin, kerawanan ujaran kebencian terjadi di 90 Kabupaten Kota. Ujaran kebencian ini disebutnya termasuk kerawanan baru.
"Ujaran kebencian ini masuk ke kerawanan baru. Ini terjadi di 90 Kabupaten/Kota, dengan persentase 17,5 persen. Ujaran kebencian ini meliputi relasi kuasa lokal, praktik kampanye, dan keterlibatan pemilih," pungkasnya.(int/nol)
"Kerawanan aspek politik uang yang tinggi ada di 176 daerah yaitu 34,2 persen, kemudian kerawanan sedangnya ada 65 persen yaitu ada di 337 daerah," ujar Afifuddin dalam acara peluncuran Indeks Kerawanan Pemilu di Hotel Bidakara, Pancoran, Jaksel, Selasa (25/9/2018).
Selain aspek politik uang, ada juga temuan kerawanan netralitas ASN, ujaran kebencian, dan politisasi SARA. Afif menyebut masing-masing aspek kerawanan tersebut rata-rata presentasenya 17 persen hingga 19 persen dan terjadi di sekitar 90 daerah.
"Untuk kerawanan aspek netralitas ASN itu terjadi di 93 Kabupaten/Kota dengan presentase 18,1 persen, ini terdiri dari otoritas penyelenggara pemilu, penyelenggara negara, relasi kuasa lokal, dan pelibatan saat kampanye," papar dia.
"Aspek keamanan, itu terjadi kerawanan di 94 Kabupaten/Kota dengan persentase 18,3 persen yang meliputi kondisi sosial, relasi kuasa lokal, dan praktik kampanye," sambungnya.
Sementara itu, lanjut Afifuddin, kerawanan ujaran kebencian terjadi di 90 Kabupaten Kota. Ujaran kebencian ini disebutnya termasuk kerawanan baru.
"Ujaran kebencian ini masuk ke kerawanan baru. Ini terjadi di 90 Kabupaten/Kota, dengan persentase 17,5 persen. Ujaran kebencian ini meliputi relasi kuasa lokal, praktik kampanye, dan keterlibatan pemilih," pungkasnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK