PILIHAN
Bawaslu Bilang 513 Daerah Rawan Politik Uang
Jakarta, Riauin.com - Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menyebut politik uang jadi salah satu dari empat potensi kerawanan di Pemilu 2019. Dia menyebut 513 daerah rawan politik uang yang terbagi dalam kategori tinggi dan sedang.
"Kerawanan aspek politik uang yang tinggi ada di 176 daerah yaitu 34,2 persen, kemudian kerawanan sedangnya ada 65 persen yaitu ada di 337 daerah," ujar Afifuddin dalam acara peluncuran Indeks Kerawanan Pemilu di Hotel Bidakara, Pancoran, Jaksel, Selasa (25/9/2018).
Selain aspek politik uang, ada juga temuan kerawanan netralitas ASN, ujaran kebencian, dan politisasi SARA. Afif menyebut masing-masing aspek kerawanan tersebut rata-rata presentasenya 17 persen hingga 19 persen dan terjadi di sekitar 90 daerah.
"Untuk kerawanan aspek netralitas ASN itu terjadi di 93 Kabupaten/Kota dengan presentase 18,1 persen, ini terdiri dari otoritas penyelenggara pemilu, penyelenggara negara, relasi kuasa lokal, dan pelibatan saat kampanye," papar dia.
"Aspek keamanan, itu terjadi kerawanan di 94 Kabupaten/Kota dengan persentase 18,3 persen yang meliputi kondisi sosial, relasi kuasa lokal, dan praktik kampanye," sambungnya.
Sementara itu, lanjut Afifuddin, kerawanan ujaran kebencian terjadi di 90 Kabupaten Kota. Ujaran kebencian ini disebutnya termasuk kerawanan baru.
"Ujaran kebencian ini masuk ke kerawanan baru. Ini terjadi di 90 Kabupaten/Kota, dengan persentase 17,5 persen. Ujaran kebencian ini meliputi relasi kuasa lokal, praktik kampanye, dan keterlibatan pemilih," pungkasnya.(int/nol)
"Kerawanan aspek politik uang yang tinggi ada di 176 daerah yaitu 34,2 persen, kemudian kerawanan sedangnya ada 65 persen yaitu ada di 337 daerah," ujar Afifuddin dalam acara peluncuran Indeks Kerawanan Pemilu di Hotel Bidakara, Pancoran, Jaksel, Selasa (25/9/2018).
Selain aspek politik uang, ada juga temuan kerawanan netralitas ASN, ujaran kebencian, dan politisasi SARA. Afif menyebut masing-masing aspek kerawanan tersebut rata-rata presentasenya 17 persen hingga 19 persen dan terjadi di sekitar 90 daerah.
"Untuk kerawanan aspek netralitas ASN itu terjadi di 93 Kabupaten/Kota dengan presentase 18,1 persen, ini terdiri dari otoritas penyelenggara pemilu, penyelenggara negara, relasi kuasa lokal, dan pelibatan saat kampanye," papar dia.
"Aspek keamanan, itu terjadi kerawanan di 94 Kabupaten/Kota dengan persentase 18,3 persen yang meliputi kondisi sosial, relasi kuasa lokal, dan praktik kampanye," sambungnya.
Sementara itu, lanjut Afifuddin, kerawanan ujaran kebencian terjadi di 90 Kabupaten Kota. Ujaran kebencian ini disebutnya termasuk kerawanan baru.
"Ujaran kebencian ini masuk ke kerawanan baru. Ini terjadi di 90 Kabupaten/Kota, dengan persentase 17,5 persen. Ujaran kebencian ini meliputi relasi kuasa lokal, praktik kampanye, dan keterlibatan pemilih," pungkasnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V