PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dianggap Politik Praktis, Kedatangan Ma'ruf Amin ke Untirta Disambut Demo
Riauin.com - Kedatangan
cawapres Ma'ruf Amin ke Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta)
sempat didemo puluhan mahasiswa. Mereka menolak kedatangan Ma'ruf dan
meminta pihak universitas netral dari kegiatan politik.
"Kami menolak kedatangan beliau ke sini (Untirta) sebagai cawapres," kata salah satu mahasiswa di depan Masjid Syekh Nawawi Al Bantani Untirta, Serang, Banten, Senin (17/9/2018).
Mahasiswa yang melakukan aksi mengatakan kedatangan Ma'ruf Amin ke Untirta dinilai melakukan kampanye terselubung. Mereka menolak kampus dijadikan tempat untuk politik praktis.
"Meminta kepada rektorat untuk memulangkan beliau. Aksi ini akan terus berlanjut sampai beliau pulang," ujar mahasiswa.
Mereka juga menilai pihak kampus sudah tidak netral. Mereka membentangkan penolakan politik praktis di dalam kampus. Pihak kampus juga dinilai terbiasa menggunakan kampus untuk kegiatan politik.
Pantauan wartawan, puluhan mahasiswa yang melakukan aksi terdiri dari puluhan orang. Mereka membentangkan tiga bendera organisasi, yakni Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia), dan GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia).
Sementara itu, di hadapan mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Ma'ruf Amin bicara soal hijrah dirinya menjadi cawapres mendampingi Jokowi. Seorang kiai, menurut Ma'ruf, pun bisa hijrah menjadi calon wakil presiden, bahkan presiden.
"Saya hari ini hadir insyaallah saya sudah menuju hijrah. Hijrah dari kiprah saya melalui jalur struktural, yaitu sebagai Ketua Umum MUI dan Rais Aam PBNU, saya akan menuju jalur hijrah berkiprah di jalur struktural. Karena saya sekarang itu diajak Pak Jokowi untuk menjadi calon wakil presiden," kata Ma'ruf.
Ma'ruf mengaku sebagai orang Banten pertama yang dipilih sebagai calon wakil presiden. Ia berharap ada pemuda-pemuda dari Banten nanti yang bisa mengikuti jejaknya menjadi calon wakil presiden atau bahkan presiden.
"Kalau kali ini saya datang sebagai calon wakil presiden, nanti saya datang lagi ke Untirta sebagai wakil presiden, bukan calon lagi. Oleh karena itu, mohon doa restunya," katanya.
Dalam ceramah itu, Ma'ruf juga mengatakan akan menguatkan pembangunan nasional Indonesia. Ia menyebutnya hijrah ekonomi arus baru. Di situ disiapkan landasan atau runway paling tidak untuk 2024. Jadi, setelah itu, menurutnya, Indonesia bisa lepas landas dengan pijakan yang kuat.
"Saya sampaikan sebagai semangat hijrah, arus baru ekonomi Indonesia. Kenapa? Karena arus lama pembangunannya melahirkan konglomerat dengan menggunakan teori trickel down effect ternyata tidak netes ke bawah," katanya.
Arus baru ini, menurutnya, membalik itu semua. Ekonomi harus didasari Pancasila dan arus baru itu adalah ekonomi kerakyatan dan keumatan. (int/nol)
"Kami menolak kedatangan beliau ke sini (Untirta) sebagai cawapres," kata salah satu mahasiswa di depan Masjid Syekh Nawawi Al Bantani Untirta, Serang, Banten, Senin (17/9/2018).
Mahasiswa yang melakukan aksi mengatakan kedatangan Ma'ruf Amin ke Untirta dinilai melakukan kampanye terselubung. Mereka menolak kampus dijadikan tempat untuk politik praktis.
"Meminta kepada rektorat untuk memulangkan beliau. Aksi ini akan terus berlanjut sampai beliau pulang," ujar mahasiswa.
Mereka juga menilai pihak kampus sudah tidak netral. Mereka membentangkan penolakan politik praktis di dalam kampus. Pihak kampus juga dinilai terbiasa menggunakan kampus untuk kegiatan politik.
Pantauan wartawan, puluhan mahasiswa yang melakukan aksi terdiri dari puluhan orang. Mereka membentangkan tiga bendera organisasi, yakni Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia), dan GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia).
Sementara itu, di hadapan mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Ma'ruf Amin bicara soal hijrah dirinya menjadi cawapres mendampingi Jokowi. Seorang kiai, menurut Ma'ruf, pun bisa hijrah menjadi calon wakil presiden, bahkan presiden.
"Saya hari ini hadir insyaallah saya sudah menuju hijrah. Hijrah dari kiprah saya melalui jalur struktural, yaitu sebagai Ketua Umum MUI dan Rais Aam PBNU, saya akan menuju jalur hijrah berkiprah di jalur struktural. Karena saya sekarang itu diajak Pak Jokowi untuk menjadi calon wakil presiden," kata Ma'ruf.
Ma'ruf mengaku sebagai orang Banten pertama yang dipilih sebagai calon wakil presiden. Ia berharap ada pemuda-pemuda dari Banten nanti yang bisa mengikuti jejaknya menjadi calon wakil presiden atau bahkan presiden.
"Kalau kali ini saya datang sebagai calon wakil presiden, nanti saya datang lagi ke Untirta sebagai wakil presiden, bukan calon lagi. Oleh karena itu, mohon doa restunya," katanya.
Dalam ceramah itu, Ma'ruf juga mengatakan akan menguatkan pembangunan nasional Indonesia. Ia menyebutnya hijrah ekonomi arus baru. Di situ disiapkan landasan atau runway paling tidak untuk 2024. Jadi, setelah itu, menurutnya, Indonesia bisa lepas landas dengan pijakan yang kuat.
"Saya sampaikan sebagai semangat hijrah, arus baru ekonomi Indonesia. Kenapa? Karena arus lama pembangunannya melahirkan konglomerat dengan menggunakan teori trickel down effect ternyata tidak netes ke bawah," katanya.
Arus baru ini, menurutnya, membalik itu semua. Ekonomi harus didasari Pancasila dan arus baru itu adalah ekonomi kerakyatan dan keumatan. (int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK