PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Jokowi Sebut Pengadangan #2019GantiPresiden Wewenang Polisi
Jakarta, Riauin.com - Presiden Joko Widodo menyatakan pencegahan atau pengadangan terhadap sejumlah aktivis gerakan #2019GantiPresiden yang terjadi di beberapa daerah merupakan kewenangan dari pihak yang berwajib yakni kepolisian.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat menanggapi komentar Prabowo Subianto yang menyebut pelarangan aksi #2019GantiPresiden mencederai demokrasi.
"Saya kira proses pencegahan seperti itu, ya itu kan memang sudah jadi tugas aparat," kata Jokowi usai menghadiri pembakal calon legislatif Partai NasDem di Jakarta, Sabtu (1/9) malam.
Menurut Jokowi, polisi melakukan tindakan pencegahan itu demi menjaga keamanan masyarakat.
"Artinya apa? Polisi melakukan sesuatu itu untuk apa? Pertama, ketertiban sosial, untuk keamanan. Nanti, kalau misalnya polisi tidak melakukan apa-apa, kemudian terjadi benturan yang disalahkan siapa? Polisi lagi," tutur Jokowi.
Jokowi mengaku mempersilakan setiap warga negara bersuara mengeluarkan pendapat mengenai Pemilihan Presiden 2019 nanti. Hanya saja, dia meminta agar kegiatan itu tidak menyalahi aturan yang berlaku.
"Sekarang begini, negara demokrasi bebas berkumpul berpendapat berserikat. Tapi, sekali lagi ada aturannya. Jangan sampai kita menabrak keamanan, aturan, ketertiban sosial. Itu harus kita hargai," ucap Jokowi.
Sebelumnya, Prabowo menyatakan pengadangan deklarasi #2019GantiPresiden oleh Neno Warisman beberapa waktu lalu merupakan ancaman terhadap demokrasi emak-emak.
Prabowo merujuk pada sejumlah peristiwa pengadangan terhadap Neno Warisman, termasuk yang terjadi pada akhir pekan lalu, di Pekanbaru, Riau.
Neno dihadang di bandara ketika hendak menghadiri deklarasi gerakan #2019GantiPresiden. Pengadangan oleh massa juga dialami aktivis #2019GantiPresiden lainnya, salah satunya Ahmad Dhani di Surabaya.
"Keadaan demokrasi juga terancam, kebebasan berpendapat, kebebasan berhimpun, berserikat. Sekarang ada emak-emak mau deklarasi, diusir. Dia mau datang ke kota di negaranya sendiri, diusir," kata Prabowo saat berpidato dalam bedah buku Prabowo berjudul Paradoks Indonesia di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (1/9).
Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat menanggapi komentar Prabowo Subianto yang menyebut pelarangan aksi #2019GantiPresiden mencederai demokrasi.
"Saya kira proses pencegahan seperti itu, ya itu kan memang sudah jadi tugas aparat," kata Jokowi usai menghadiri pembakal calon legislatif Partai NasDem di Jakarta, Sabtu (1/9) malam.
Menurut Jokowi, polisi melakukan tindakan pencegahan itu demi menjaga keamanan masyarakat.
"Artinya apa? Polisi melakukan sesuatu itu untuk apa? Pertama, ketertiban sosial, untuk keamanan. Nanti, kalau misalnya polisi tidak melakukan apa-apa, kemudian terjadi benturan yang disalahkan siapa? Polisi lagi," tutur Jokowi.
Jokowi mengaku mempersilakan setiap warga negara bersuara mengeluarkan pendapat mengenai Pemilihan Presiden 2019 nanti. Hanya saja, dia meminta agar kegiatan itu tidak menyalahi aturan yang berlaku.
"Sekarang begini, negara demokrasi bebas berkumpul berpendapat berserikat. Tapi, sekali lagi ada aturannya. Jangan sampai kita menabrak keamanan, aturan, ketertiban sosial. Itu harus kita hargai," ucap Jokowi.
Sebelumnya, Prabowo menyatakan pengadangan deklarasi #2019GantiPresiden oleh Neno Warisman beberapa waktu lalu merupakan ancaman terhadap demokrasi emak-emak.
Prabowo merujuk pada sejumlah peristiwa pengadangan terhadap Neno Warisman, termasuk yang terjadi pada akhir pekan lalu, di Pekanbaru, Riau.
Neno dihadang di bandara ketika hendak menghadiri deklarasi gerakan #2019GantiPresiden. Pengadangan oleh massa juga dialami aktivis #2019GantiPresiden lainnya, salah satunya Ahmad Dhani di Surabaya.
"Keadaan demokrasi juga terancam, kebebasan berpendapat, kebebasan berhimpun, berserikat. Sekarang ada emak-emak mau deklarasi, diusir. Dia mau datang ke kota di negaranya sendiri, diusir," kata Prabowo saat berpidato dalam bedah buku Prabowo berjudul Paradoks Indonesia di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (1/9).
Prabowo menyebut seharusnya aparat negara bertugas melindungi rakyat. Namun dalam kasus Neno, Prabowo berpendapat aparat malah jadi alat suatu golongan. (int/nol)
sumber: cnnindonesia
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK