PILIHAN
Dapat Dukungan Dirjend KSDAE, Rohul Bakal Punya TAHURA Tuanku Tambusai
ROKAN HULU, Riauin.com - Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bakal punya Tanaman Hutan (Raya ( TAHURA )Tuanku Tambusai. Hal ini karena telah mendapat dukungan dari Dirjend KSDAE Lingkungan hidup dan Kehutanan RI.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayasn Rohul Yusmar S.Sos Msi selasa (28/8) mengatakan setelah memakan waktu satu dekade Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu mengusulkan dan memperjuangkan adanya TAHURA atau Tanaman Hutan Raya ada di daerah ini.
Sekarang memperlihatkan titik terang, setelah Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hulu, mendapat undangan rapat dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dengan surat Direktur Pemolaan dan informasi konservasi alam, Nomor : UN.153/PIKA/PMK/KSA.0/7/2018, tanggal 30 Juli 2018, yang di tanda tangani oleh Ir. Listya Kusumawardhani, M.Sc.
Rapat di pimpin oleh Direktur Jendral BKSDAE. Ir. Wiratno, M. Sc di Ruang rapat Dirjend KSDAE Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Blok 1 lantai 8 Gedung Manggala Wanabhakti, Senayan Jakarta, Senen 27 Agustus 2018.
Hadir dari Kabupaten Rokan Hulu, Sekda Abdul Haris, Kadis Lingkungan Hidup dan kebersihan Hen Irpan, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Sri Hardono, Kadis Patiwisata dan Kebudayaan Yusmar, kadis PUPR Anton dan Kasat POL PP. Andiyanto, serta staf dari BLH dan kebersihan.
Rapat yang di mediasi oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau Suharyono, SH. M. Si, M. Hum itu, terdiri dari 2 agenda, yaitu Pembahasan Tahura di Rokan Hulu dan Rencana kemitraan dengan masyarakat dan konservasi harimau di Bukit Baling Kabupaten Kampar.
Dukungan Dirjend KSDAE terhadap kedua persoalan itu untuk dapat di selesaikan dengan segera karena menyangkut dengan kelestarian alam dan hutan serta masyarakat banyak, membuat pihak Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu terharu, jika Bupati Kampar yang hadir waktu itu mengatakan perjuangan 40 tahun lamanya.
Sementara dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, yang di hadiri Sekda Rokan Hulu, menyebut perjuangan selama satu dekade. Dalam penegasan nya Dirjend KSDAE menggariskan, agar segala sesuatu dilengkapi dengan dokumen yang lengkap dan diawasi secara baik termasuk dari pihak WWF Indonesia yang waktu itu di wakili oleh Sunarto. P.hD, ekolog WWF Indonesia.
Berkaitan dengan hasil rapat tersebut Sekda Rokan Hulu menyambut baik dan hangat, sampai-sampai, karena sebelumnya Tahura Rokan Hulu belum diusulkan namanya, Sekda atas izin Bupati dan berdasarkan pengalaman Tahura di tempat lain mengambil nama seorang Pahlawan, maka setelah pertemuan disiapkan langsung tentang Surat untuk nama Tahura Kabupaten Rokan Hulu yang disana terdapat Destinasi Wisata Sir Terjun Aek Martua, dengan nama Tahura Tuanku Tambusai, yabg di serahkan secara langsung kepada Dirjen KSDA.(yus)
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayasn Rohul Yusmar S.Sos Msi selasa (28/8) mengatakan setelah memakan waktu satu dekade Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu mengusulkan dan memperjuangkan adanya TAHURA atau Tanaman Hutan Raya ada di daerah ini.
Sekarang memperlihatkan titik terang, setelah Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hulu, mendapat undangan rapat dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dengan surat Direktur Pemolaan dan informasi konservasi alam, Nomor : UN.153/PIKA/PMK/KSA.0/7/2018, tanggal 30 Juli 2018, yang di tanda tangani oleh Ir. Listya Kusumawardhani, M.Sc.
Rapat di pimpin oleh Direktur Jendral BKSDAE. Ir. Wiratno, M. Sc di Ruang rapat Dirjend KSDAE Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Blok 1 lantai 8 Gedung Manggala Wanabhakti, Senayan Jakarta, Senen 27 Agustus 2018.
Hadir dari Kabupaten Rokan Hulu, Sekda Abdul Haris, Kadis Lingkungan Hidup dan kebersihan Hen Irpan, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Sri Hardono, Kadis Patiwisata dan Kebudayaan Yusmar, kadis PUPR Anton dan Kasat POL PP. Andiyanto, serta staf dari BLH dan kebersihan.
Rapat yang di mediasi oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau Suharyono, SH. M. Si, M. Hum itu, terdiri dari 2 agenda, yaitu Pembahasan Tahura di Rokan Hulu dan Rencana kemitraan dengan masyarakat dan konservasi harimau di Bukit Baling Kabupaten Kampar.
Dukungan Dirjend KSDAE terhadap kedua persoalan itu untuk dapat di selesaikan dengan segera karena menyangkut dengan kelestarian alam dan hutan serta masyarakat banyak, membuat pihak Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu terharu, jika Bupati Kampar yang hadir waktu itu mengatakan perjuangan 40 tahun lamanya.
Sementara dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, yang di hadiri Sekda Rokan Hulu, menyebut perjuangan selama satu dekade. Dalam penegasan nya Dirjend KSDAE menggariskan, agar segala sesuatu dilengkapi dengan dokumen yang lengkap dan diawasi secara baik termasuk dari pihak WWF Indonesia yang waktu itu di wakili oleh Sunarto. P.hD, ekolog WWF Indonesia.
Di dalam Rapat Direktur Pemolaan informasi dan konservasi Alam, Listya sempat menyatakan dengan tegas, bahwa kedua lokasi ini harus tetap di jaga kelestarian hutannya, bukan di buka untuk kebutuhan pertanian dan perkebunan, melainkan dapat hendaknya keindahan alam itu dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata dan usaha usaha pelestarian lingkungan serta penelitian dan kebutuhan si bidang pendidikan.
Berita Lainnya
Tim SAR Temukan Lansia yang Hilang di Perkebunan Sawit Rohul
PW KAMMI Riau Salurkan Al-Qur’an dan Sembako ke TPQ Malika Rohul Saat Ramadan
Dugaan Upaya Adu Domba Masyarakat Adat di Rokan Hulu
Setelah Pencarian Panjang, Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Ngaso Rohul
Seorang Anak Hanyut di Sungai Ngaso Rohul, Tim Basarnas Pekanbaru Masih Lakukan Pencarian
Banjir Rendam Jalan Rohul-Duri hingga Surau Suluk Setinggi 1 Meter, Aktivitas Masyarakat Lumpuh
Tim SAR Temukan Lansia yang Hilang di Perkebunan Sawit Rohul
PW KAMMI Riau Salurkan Al-Qur’an dan Sembako ke TPQ Malika Rohul Saat Ramadan
Dugaan Upaya Adu Domba Masyarakat Adat di Rokan Hulu
Setelah Pencarian Panjang, Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Ngaso Rohul
Seorang Anak Hanyut di Sungai Ngaso Rohul, Tim Basarnas Pekanbaru Masih Lakukan Pencarian
Banjir Rendam Jalan Rohul-Duri hingga Surau Suluk Setinggi 1 Meter, Aktivitas Masyarakat Lumpuh