PILIHAN
20 Tapping Box Dipasang
Capaian PAD di Bapenda Pekanbaru Mencapai Rp267 Miliar
PEKANBARU, Riauin.com - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sampai kini sudah memasang 20 tapping box atau alat perekam pajak otomatis. Upaya itu untuk mendongkrak capaian pendapat asli daerah (PAD) di sektor pajak.
Pelaksana tugas Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru M Jamil mengatakan, sampai kini PAD dari sektor pajak mencapai Rp267 miliar dari 11 objek pajak. Jumlah itu diyakini akan bertambah seiring terus dilakukannya pemasangan tapping box.
"Kita optimis dapat mencapai target yang telah ditetapkan oleh Pemko Pekanbaru," kata Jamil, Rabu (29/8/2018).
Pihaknya rutin melakukan berbagai upaya agar pelaku usaha taat dalam membayarkan pajak. Ia menambahkan, pemasangan tapping box ini akan terus dilanjutkan hingga akhir tahun.
"Kami menargetkan hingga akhir tahun ini, bisa terpasang di atas 100 unit," kata dia.
Pemasangan alat ini sudah dilakukan sejak bulan lalu. Pemasangan pertama dilakukan di Hotel Aryaduta Pekanbaru. Ia mengakui pemasangan tapping box ini memang sedikit terlambat. Sebab, beberapa pihak hotel sempat menolak.
"Seharusnya, alat itu sudah rampung dipasang pada bulan Mei lalu," kata dia.
Ia menambahkan, pada tahap pertama, ada 30 alat Tapping Box yang akan dipasang. Ditanya kapan alat ini dapat terpasang secara keseluruhan, Ia mengaku belum bisa memastikannya.
“Alat ini dipasang oleh vendor. Ini tergantung dari mereka, selain itu kami juga mesti mendapat ‎persetujuan dari wajib pajak untuk memasang alat tersebut,†tambah Jamil.
Jamil menambahkan pemasangan Tapping Box pada objek pajak di Pekanbaru untuk meningkatkan PAD. "Kalau sudah mereka memberikan data yang benar, pasti ketahuan. Tapi kalau tidak benar, itu yang kita luruskan, dan itu akan meningkatkan PAD," paparnya.
Penanganan alat itu, pihaknya bekerjasama dengan Bank Riau Kepri (BRK). Sebelumny, Bapenda sudah melakukan sosialisasi kepada wajib pajak (WP) terlebih dahulu sehingga semua satu persepsi.
"Alat ini sangat kita butuhkan, karena bisa secara otomatis menghitung berapa besaran pajak yang akan dibayar oleh wajib pajak," kata dia.
Ia juga optimis, jika alat ini sudah dipasang, Bapenda Pekanbaru bisa menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai dengan yang telah ditetapkan sebesar Rp799 miliar. Sebab, WP tidak akan bisa curang dalam membayar pajak.
"WP bisa lebih transparan dalam melaporkan pajaknya, meskipun Selfassessmen kita punya data pembanding. Jika kurang bayar dengan dasar rekaman kita bisa melakukan penagihan kembali," ungkapnya. (int/nol)
Pelaksana tugas Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru M Jamil mengatakan, sampai kini PAD dari sektor pajak mencapai Rp267 miliar dari 11 objek pajak. Jumlah itu diyakini akan bertambah seiring terus dilakukannya pemasangan tapping box.
"Kita optimis dapat mencapai target yang telah ditetapkan oleh Pemko Pekanbaru," kata Jamil, Rabu (29/8/2018).
Pihaknya rutin melakukan berbagai upaya agar pelaku usaha taat dalam membayarkan pajak. Ia menambahkan, pemasangan tapping box ini akan terus dilanjutkan hingga akhir tahun.
"Kami menargetkan hingga akhir tahun ini, bisa terpasang di atas 100 unit," kata dia.
Pemasangan alat ini sudah dilakukan sejak bulan lalu. Pemasangan pertama dilakukan di Hotel Aryaduta Pekanbaru. Ia mengakui pemasangan tapping box ini memang sedikit terlambat. Sebab, beberapa pihak hotel sempat menolak.
"Seharusnya, alat itu sudah rampung dipasang pada bulan Mei lalu," kata dia.
Ia menambahkan, pada tahap pertama, ada 30 alat Tapping Box yang akan dipasang. Ditanya kapan alat ini dapat terpasang secara keseluruhan, Ia mengaku belum bisa memastikannya.
“Alat ini dipasang oleh vendor. Ini tergantung dari mereka, selain itu kami juga mesti mendapat ‎persetujuan dari wajib pajak untuk memasang alat tersebut,†tambah Jamil.
Jamil menambahkan pemasangan Tapping Box pada objek pajak di Pekanbaru untuk meningkatkan PAD. "Kalau sudah mereka memberikan data yang benar, pasti ketahuan. Tapi kalau tidak benar, itu yang kita luruskan, dan itu akan meningkatkan PAD," paparnya.
Penanganan alat itu, pihaknya bekerjasama dengan Bank Riau Kepri (BRK). Sebelumny, Bapenda sudah melakukan sosialisasi kepada wajib pajak (WP) terlebih dahulu sehingga semua satu persepsi.
"Alat ini sangat kita butuhkan, karena bisa secara otomatis menghitung berapa besaran pajak yang akan dibayar oleh wajib pajak," kata dia.
Ia juga optimis, jika alat ini sudah dipasang, Bapenda Pekanbaru bisa menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai dengan yang telah ditetapkan sebesar Rp799 miliar. Sebab, WP tidak akan bisa curang dalam membayar pajak.
"WP bisa lebih transparan dalam melaporkan pajaknya, meskipun Selfassessmen kita punya data pembanding. Jika kurang bayar dengan dasar rekaman kita bisa melakukan penagihan kembali," ungkapnya. (int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V