PILIHAN
Manajemen Citilink Sebut Pekanbaru Sebagai Pasar Potensial
DENGAN keanekaragaman suku yang ada di Kota Pekanbaru saat ini, menjadikan Kota Pekanbaru sebagai daerah yang sangat potensial dalam pengembangan bisnis penerbangan.
Hal itu disampaikan Direktur Keuangan maskapai penerbangan Citilink Mega Satria kepada wartawan, Selasa (26/7/2016) di Pekanbaru. Karena sangat potensial tersebut, pihak manajemen Citilink menurutnya saat ini tengah melakukan penjajakan untuk membuka rute baru dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.
"Saat ini dari Pekanbaru itu rute penerbangan yang kita adakan adalah tujuan Jakarta, Batam, Jogjakarta, Surabaya, Bandung dan Medan. Setiap harinya terdapat Delapan penerbangan," jelas Mega, yang saat memberi keterangan didampingi VP Corporate Communications, Benny S Butarbutar dan Manejer Citilink Pekanbaru Ridwan.
Mega menjelaskan, untuk data Januari hingga Juni 2016, jumlah penumpang Citilink dari seluruh rute adalah sebanyak 5,2 juta penumpang, dimana untuk Pekanbaru terdapat kontibusi sebesar 170 ribu penumpang. "Artinya untuk Pekanbaru terdapat sekitar 30 ribuan penumpang setiap bulannya," jelas Mega.
Sementara untuk secara nasional Mega menjelaskan pada Tahun 2015, tahun citilink menunjukkan kinerja yang baik, dimana mampu membukukan laba konprehensip income, sebesar 4,9 juta US Dolar, atau Rp 64 miliar, dengan pendapatan 470 juta US Dolar, dengan total penumpang 9,46 juta orang.
"Pertumbuhan ini lebih 25 persen dari tahun sebelumnya atau tahun 2014, dimana saat itu jumlah penumpang kita sebanyak 7,55 juta. Kita berharap tahun 2016 bisa lebih baik lagi," pungkasnya.(nik)
Hal itu disampaikan Direktur Keuangan maskapai penerbangan Citilink Mega Satria kepada wartawan, Selasa (26/7/2016) di Pekanbaru. Karena sangat potensial tersebut, pihak manajemen Citilink menurutnya saat ini tengah melakukan penjajakan untuk membuka rute baru dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.
"Saat ini dari Pekanbaru itu rute penerbangan yang kita adakan adalah tujuan Jakarta, Batam, Jogjakarta, Surabaya, Bandung dan Medan. Setiap harinya terdapat Delapan penerbangan," jelas Mega, yang saat memberi keterangan didampingi VP Corporate Communications, Benny S Butarbutar dan Manejer Citilink Pekanbaru Ridwan.
Mega menjelaskan, untuk data Januari hingga Juni 2016, jumlah penumpang Citilink dari seluruh rute adalah sebanyak 5,2 juta penumpang, dimana untuk Pekanbaru terdapat kontibusi sebesar 170 ribu penumpang. "Artinya untuk Pekanbaru terdapat sekitar 30 ribuan penumpang setiap bulannya," jelas Mega.
Sementara untuk secara nasional Mega menjelaskan pada Tahun 2015, tahun citilink menunjukkan kinerja yang baik, dimana mampu membukukan laba konprehensip income, sebesar 4,9 juta US Dolar, atau Rp 64 miliar, dengan pendapatan 470 juta US Dolar, dengan total penumpang 9,46 juta orang.
"Pertumbuhan ini lebih 25 persen dari tahun sebelumnya atau tahun 2014, dimana saat itu jumlah penumpang kita sebanyak 7,55 juta. Kita berharap tahun 2016 bisa lebih baik lagi," pungkasnya.(nik)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Bakal Gandeng Swasta Fasilitasi HP Bagi Ribuan RT dan RW
Klasifikasi Desil Keliru, DPRD Pekanbaru Sebut Warga Miskin Terancam Kehilangan Bansos
Perbaikan Jalan dan Drainase Kawasan Teratai Ditargetkan Rampung Akhir Tahun
Jarak Pandang Pekanbaru Sempat Drop 500 Meter, Pengelola Bandara SSK II Jamin Penerbangan Aman
Kualitas Udara Memburuk, Dinkes Pekanbaru Imbau Warga Batasi Aktivitas Luar Rumah
Pajak Makanan dan Minuman Pekanbaru Melesat 30 Persen, Penerimaan Daerah Tembus Rp700 Miliar
Pemko Pekanbaru Bakal Gandeng Swasta Fasilitasi HP Bagi Ribuan RT dan RW
Klasifikasi Desil Keliru, DPRD Pekanbaru Sebut Warga Miskin Terancam Kehilangan Bansos
Perbaikan Jalan dan Drainase Kawasan Teratai Ditargetkan Rampung Akhir Tahun
Jarak Pandang Pekanbaru Sempat Drop 500 Meter, Pengelola Bandara SSK II Jamin Penerbangan Aman
Kualitas Udara Memburuk, Dinkes Pekanbaru Imbau Warga Batasi Aktivitas Luar Rumah
Pajak Makanan dan Minuman Pekanbaru Melesat 30 Persen, Penerimaan Daerah Tembus Rp700 Miliar