• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Dahaga Fiskal di Negeri Kaya Minyak: Menagih Hak Bagi Hasil Siak yang Mengendap di Pusat
06 Oktober 2026
Enam Pabrik Sawit di Kuansing Disegel, Ribuan Petani Terimpit Disrupsi
06 Oktober 2026
Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
05 Oktober 2026
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Sebanyak 21 Anggota DPRD Kuansing Sempat Jadi Temuan NHP BPK Senilai Rp163 Juta, Polisi Dalami Bukti Lain
23 September 2026

  • Home
  • Nasional

Pesta Enam Miliar, Welas Asih Seratus Juta

Redaksi

Rabu, 12 Agustus 2026 18:12:01 WIB
Cetak

Pacu Jalur Kuantan Singingi

"Ketika klub-klub raksasa sepak bola Eropa memajang selebrasi tarian anak Kuansing dan YouTuber internasional berbondong-bondong merekam keajaiban di Tepian Narosa, negara buru-buru tampil di panggung untuk memetik nama. Tetapi begitu gelanggang Pacu Jalur 2026 membutuhkan sokongan dana pelestarian, negara mendadak amnesia. Untuk perhelatan akbar bernilai lebih dari Rp6 miliar yang telah mengangkat harkat pariwisata Nusantara ini, kucuran dana dari pemerintah pusat tercatat cuma Rp110 juta—tak lebih dari sekadar uang "welas asih" untuk sekadar menggugurkan kewajiban administratif."

Laporan: Hendrianto.

RIAUIN.COM- Air Sungai Kuantan membumbung tinggi, membelah arus lewat sabetan pendayung yang bergerak seirama. Di atas perahu sepanjang tiga puluh meter, puluhan pemuda Kuantan Singingi bertelanjang dada memeras keringat di bawah terik Sumatra.

Namun perhatian dunia bukan cuma tertuju pada sengitnya haluan perahu yang saling menyalip. Di ujung paling depan, berdiri Rayhan Arkan Dikha—bocah cilik penari haluan yang meliuk santai, menari dengan gestur “Aura Farming” yang dingin di tengah kecepatan perahu yang memecah ombak.

Atraksi itu tak cuma memikat Riau; ia menyapu algoritma jagat maya global. Musisi asal Amerika Serikat, Melly Mike—pemilik lagu latar yang mengiringi tarian Dika—terbang langsung ke Tepian Narosa demi melantai di atas jalur.

Dokudrama perjalanannya disorot dokumenter YouTuber kawakan Yordania, Joe Hattab, disusul kehadiran kreator konten Malaysia Aisar Khaled hingga rombongan influencer Negeri Paman Sam. Bahkan klub-klub raksasa sepak bola Eropa memajang selebrasi gaya Dika di akun resmi mereka.

Pacu Jalur resmi bergeser dari sekadar ritual lokal menjadi megahits kebudayaan dunia. Tetapi di balik sorak-sorai internasional dan etalase megah yang dipamerkan ke penjuru bumi, ada hitung-hitungan finansial yang ironis.

Untuk perhelatan Pacu Jalur 2026 yang menelan anggaran operasional hingga lebih dari Rp6 miliar, Jakarta—melalui kementerian terkait—hanya menyodorkan bantuan senilai Rp110 juta. Sebuah angka yang tak lebih dari formalitas birokrasi, jika tak mau disebut sebagai lelucon anggaran.

Menghidupkan gelanggang Pacu Jalur bukan perkara murah. Menumbangkan satu batang pohon raksasa di rimba lalu memahatnya menjadi satu unit jalur saja menguras biaya ratusan juta rupiah.

Itu belum menghitung ongkos latihan berbulan-bulan, logistik ratusan anak pacu, hingga manajemen rekayasa lalu lintas dan pengamanan ratusan ribu penonton yang memadati bantaran sungai.

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi bersama Pemerintah Provinsi Riau saban tahun dipaksa memutar otak menutup lubang defisit. Kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dikuras habis, disusul aksi bergerilya berburu dana sponsor swasta demi membiayai gelanggang agar tidak padam.

Minimnya alokasi dari Jakarta dibenarkan langsung oleh pimpinan daerah. Plt Bupati Kuantan Singingi, H Mukhlisin, tak menampik betapa kerdilnya porsi bantuan pusat yang mampir ke kas daerah.

"Iya, Rp110 juta. Ini kami usulkan lagi proposal mohon penambahan bantuan," kata Mukhlisin kepada riauin.com, Rabu (12/8).

Pernyataan itu menegaskan realitas yang mengurut dada: pimpinan daerah harus kembali mengemis proposal ke gedung-gedung kementerian di Jakarta, meminta welas asih atas aset kebudayaan yang nama besarnya kerap dijual negara di panggung internasional.

Praktisi hukum asal Kuansing, Rizky JP Poliang, menunjuk hidung pemerintah pusat atas perlakuan tidak seimbang ini.

"Jangan sampai ketika Pacu Jalur viral, negara ikut bangga. Tetapi ketika masyarakat Kuansing membutuhkan dukungan untuk menjaga dan mengembangkan budayanya, justru masyarakat dibiarkan berjuang sendiri," cecar Rizky.

Kritik tajam serupa berhembus dari kalangan akademisi lokal. Seorang pengamat kebudayaan dari Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS) menilai minimnya alokasi pusat sebagai bentuk pengabaian yang terstruktur.

"Pacu Jalur itu dirawat oleh darah, keringat, dan swadaya gotong-royong masyarakat desa selama berabad-abad. Ketika pusat hanya menyumbang Rp110 juta untuk hajatan bernilai ekonomi dan promosi raksasa, itu bukan sekadar minim, melainkan bentuk pelecehan terhadap martabat kebudayaan lokal," tegasnya.

Ada pola lama yang berulang dalam penanganan kebudayaan daerah oleh Jakarta. Ketika sebuah produk tradisi meledak di tingkat global, instansi tingkat pusat buru-buru datang menumpangi panggung, mengklaimnya sebagai capaian diplomasi budaya dan etalase sukses pariwisata nasional.

Namun saat gelanggang membutuhkan injeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk penguatan infrastruktur dan pelestarian, Jakarta malah memilih lempar batu sembunyi tangan.

Seorang tokoh adat Kuansing meluapkan kekecewaannya atas kemolekan semu yang disajikan pejabat pusat saban festival digelar.

"Setiap tahun pejabat dari Jakarta datang, berpidato, lalu berfoto dengan latar perahu pacu. Tapi lihat penataan bantaran sungai, tribun penonton, hingga proteksi kawasan hutan kayu jalur, semuanya terbengkalai dan daerah dipaksa menanggungnya sendiri. Jangan jadikan air mata dan tradisi kami sekadar etalase jualan pariwisata gratisan mereka," ujarnya.

Penilaian tersebut sebangun dengan kritik pengamat pariwisata nasional dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurutnya, ada disorientasi fatal dalam mendudukkan aset budaya ddaerah.

" Mengalokasikan Rp110 juta untuk event berkelas internasional dengan kebutuhan teknis miliaran rupiah adalah wujud ketidakpahaman atas skala industri pariwisata berbasis komunitas. Pemerintah pusat kerap memosisikan tradisi daerah sekadar sebagai bahan bakar konten promosi cuma-cuma, tanpa mau berinvestasi pada daya dukung ekosistemnya. Ini pola eksploitatif," tuturnya.

Dampaknya fatal: keberlanjutan Pacu Jalur ditaruh di atas bahu warga lokal yang kian terhimpit. Mulai dari pelestarian hutan kayu bahan baku jalur, pembinaan atlet muda, hingga penataan kawasan Sungai Kuantan praktis berjalan tanpa cetak biru perlindungan dari negara.

Birokrat di Jakarta kerap bertengger di balik alasan klasik: keterbatasan anggaran kementerian dan skema pembagian kewenangan antara pusat dan daerah. Dana seratusan juta rupiah itu diklaim sekadar dana "stimulan", sementara beban utama dianjurkan diserap melalui alokasi dana transfer daerah (TKD) atau pancingan dana Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN.

Namun bagi masyarakat Kuansing, dalih administratif semacam itu terasa hambar dan menepis realitas. Pacu Jalur bukan lagi festival tingkat kabupaten, melainkan benteng pertahanan reputasi kebudayaan Indonesia di mata dunia.

Langkah Pemkab Kuansing yang harus mengetuk pintu kementerian lewat proposal susulan memperlihatkan betapa kerdilnya posisi tawar daerah di hadapan pusat. 
.
Dengan atau tanpa kucuran rupiah dari Jakarta, perahu-perahu panjang di Sungai Kuantan bakal tetap meluncur deras pada Pacu Jalur 2026.

Ketangguhan masyarakat Kuansing menjaga warisan leluhur telah teruji oleh zaman, jauh sebelum narasi pariwisata diketik di meja-meja birokrasi ibu kota. Namun, noktah Rp110 juta ini menyisakan satu cermin buram yang menohok: sampai kapan negara terus menjadi penonton yang sibuk menumpang bangga, sembari membiarkan rakyatnya berdarah-darah menjaga budaya bangsa?. (***) 
 


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Dahaga Fiskal di Negeri Kaya Minyak: Menagih Hak Bagi Hasil Siak yang Mengendap di Pusat

Jaga Penyu, Lestarikan Laut: PLN Peduli Perkuat Konservasi dan Ekonomi Pesisir Pulau Mapur

Pesona Diva Kuansing di Panggung DA8

Jaga Nadi Energi Nasional, Danantara, PLN, dan Pertamina Perkuat Keandalan Kelistrikan WK Rokan

PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global

PLN Hidupkan Regenerasi Penenun Muda, Kilau Songket Banyuasin Gerakkan Ekonomi Desa Merah Mata

Dahaga Fiskal di Negeri Kaya Minyak: Menagih Hak Bagi Hasil Siak yang Mengendap di Pusat

Jaga Penyu, Lestarikan Laut: PLN Peduli Perkuat Konservasi dan Ekonomi Pesisir Pulau Mapur

Pesona Diva Kuansing di Panggung DA8

Jaga Nadi Energi Nasional, Danantara, PLN, dan Pertamina Perkuat Keandalan Kelistrikan WK Rokan

PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global

PLN Hidupkan Regenerasi Penenun Muda, Kilau Songket Banyuasin Gerakkan Ekonomi Desa Merah Mata

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Dahaga Fiskal di Negeri Kaya Minyak: Menagih Hak Bagi Hasil Siak yang Mengendap di Pusat
  • 2 Enam Pabrik Sawit di Kuansing Disegel, Ribuan Petani Terimpit Disrupsi
  • 3 Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
  • 4 Warga Pekanbaru Bisa Beli Sembako Murah di 5 Lokasi Ini hingga Jumat
  • 5 Jaga Ketahanan Wilayah Riau, TNI dan Pemprov Tekankan Kerja Sama Lintas Sektor
  • 6 BMKG Minta Warga Riau Waspadai Hujan Badai dan Potensi Asap
  • 7 IHK Riau Naik Jadi 114,27, Inflasi Bulanan September 2026 Tembus 0,64 Persen
  • 8 Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
  • 9 BMKG Riau Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem dan Minta Warga Waspadai 11 Hotspot
Terkini +INDEKS

Lonjakan Hotspot di Sumatera Tembus 4.806 Titik, BMKG Imbau Pakai Masker

07 Oktober 2026
Jarak Pandang Hanya 600 Meter, Pesawat Lion Air Gagal Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru
07 Oktober 2026
Aksi Telepon Palsu ke Layanan TRC 112 Ancam Keselamatan Warga Pekanbaru
06 Oktober 2026
Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Jadi Rp3.733 per Kilogram
06 Oktober 2026
Tiga Jalan Utama Pekanbaru Diperlebar, Kemacetan Mulai Terurai
06 Oktober 2026
Kasus Penipuan Proyek Batu Bara Rp495 Juta, Ayah Selebgram di Pekanbaru Jadi Tersangka
06 Oktober 2026
BSSN Beri Penghargaan Riau atas Pemenuhan Tim Tanggap Insiden Siber
06 Oktober 2026
Dahaga Fiskal di Negeri Kaya Minyak: Menagih Hak Bagi Hasil Siak yang Mengendap di Pusat
06 Oktober 2026
Pasokan Terbagi ke Jakarta, Cabai Bukittinggi di Pekanbaru Tembus Rp120 Ribu
06 Oktober 2026
Sisir Sungai Kuantan, Tim Gabungan Polsek Cerenti Tutup Paksa Tambang Ilegal
06 Oktober 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved