• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Respons Keluhan SPPG, Pemkab Kuansing Ungkap Dasar Penetapan PJJ Mendadak
10 September 2026
Pengumuman PJJ Kabut Asap di Kuansing Mendadak, Pengelola SPPG Rugi Puluhan Juta
09 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026

  • Home
  • Nasional

PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global

Redaksi

Kamis, 10 September 2026 19:26:21 WIB
Cetak

General Manager PLN UIP3B Sumatera, Elvanto Yanuar Ikhsan mendorong peningkatan kapasitas perajin songket di Desa Merah Mata, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, agar semakin berdaya saing dan mampu menjangkau pasar nasional hingga global. F: Humas PLN

RIAUIN.COM — PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera terus memperkuat komitmen dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya daerah. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Kilau Songket Banyuasin: Mengenalkan Budaya, Menggerakkan Ekonomi Desa Merah Mata”, PLN mendorong peningkatan kapasitas perajin songket di Desa Merah Mata, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, agar semakin berdaya saing dan mampu menjangkau pasar nasional hingga global.

Program yang dijalankan PLN UPT Palembang bersama Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) tersebut tidak hanya berfokus pada pelestarian tradisi tenun songket, tetapi juga memperkuat ekosistem usaha para perajin. Dukungan diberikan melalui sarana produksi, pelatihan menenun, pelatihan menjahit produk turunan, penguatan pengemasan, pemasaran digital, dukungan legalitas, pengembangan media pemasaran berbasis website, hingga fasilitasi keikutsertaan dalam pameran.

General Manager PLN UIP3B Sumatera, Elvanto Yanuar Ikhsan, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional sekaligus menjaga kekayaan budaya lokal agar tetap hidup dan memiliki nilai ekonomi yang semakin kuat.

“Melalui Kilau Songket Banyuasin, kami ingin pelestarian budaya berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Songket Banyuasin memiliki kekuatan dari sisi tradisi, kualitas, dan identitas daerah. Karena itu, PLN tidak hanya memberikan dukungan sarana dan modal usaha, tetapi juga memperkuat kapasitas perajin, pengembangan produk, pengemasan, hingga pemasaran digital agar produk ini semakin kompetitif dan menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga mancanegara,” ujar Elvanto.

Menurut Elvanto, penguatan kapasitas dan perluasan akses pasar menjadi penting agar keterampilan menenun tidak berhenti sebagai warisan budaya, tetapi berkembang menjadi aktivitas ekonomi produktif yang dapat menciptakan peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Salah satu kekayaan lokal yang dikembangkan dalam program ini adalah Songket Kembang Pedade, motif khas Banyuasin yang memiliki potensi untuk terus diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui peningkatan kualitas produk dan diversifikasi produk turunan, songket diharapkan semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar tanpa meninggalkan nilai dan karakter budaya yang menjadi identitasnya.

Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya melalui penguatan kegiatan produktif, kewirausahaan, kreativitas, inovasi, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah. Peningkatan keterampilan dan akses pemasaran diharapkan mampu memperkuat produktivitas perajin serta membuka peluang ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Merah Mata.

Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, mengapresiasi dukungan PLN dan ISSF dalam mengembangkan potensi songket Banyuasin. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi penting agar produk berbasis kearifan lokal dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi daerah.

“Kami mengapresiasi PLN dan ISSF yang telah memberikan perhatian dan pendampingan kepada para perajin songket di Banyuasin. Kami berharap program ini terus mendorong peningkatan keterampilan, kualitas produk, dan pemasaran sehingga Songket Kembang Pedade tidak hanya dikenal di Banyuasin dan Sumatera Selatan, tetapi juga semakin dikenal di tingkat nasional bahkan internasional. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, warisan budaya ini dapat terus lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Netta.

Netta optimistis pengembangan songket secara konsisten dapat memperkuat ekonomi keluarga perajin sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan Kabupaten Banyuasin. Pemerintah Kabupaten Banyuasin pun mendukung sinergi lintas pihak untuk memperluas ruang pengembangan industri kreatif berbasis kearifan lokal.

Kegiatan Program Kilau Songket Banyuasin turut dihadiri Manager PLN UPT Palembang Hasbullah, Sekretaris Jenderal ISSF Nurul Iman, Kepala Desa Merah Mata Seftian, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan organisasi perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Banyuasin.

Melalui kolaborasi PLN, pemerintah daerah, ISSF, dan masyarakat, Program Kilau Songket Banyuasin diharapkan mampu membangun ekosistem usaha songket yang semakin kuat, memperluas pasar, melahirkan inovasi produk, serta menjaga keberlanjutan tradisi menenun sebagai bagian dari identitas budaya Banyuasin.

Dari tangan para perajin Desa Merah Mata, benang-benang tradisi kini tidak hanya dirajut menjadi kain bernilai budaya, tetapi juga menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi dan masa depan yang lebih berkelanjutan.PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global

Banyuasin, 10 September 2026 — PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya daerah. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk "Kilau Songket Banyuasin: Mengenalkan Budaya, Menggerakkan Ekonomi Desa Merah Mata", PLN mendorong peningkatan kapasitas perajin songket di Desa Merah Mata, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, agar semakin berdaya saing dan mampu menjangkau pasar nasional hingga global.

Program yang dijalankan PLN UPT Palembang bersama Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) tersebut tidak hanya berfokus pada pelestarian tradisi tenun songket, tetapi juga memperkuat ekosistem usaha para perajin. Dukungan diberikan melalui penyediaan sarana produksi, pelatihan menenun, pelatihan menjahit produk turunan, penguatan pengemasan, pemasaran digital, dukungan legalitas, pengembangan media pemasaran berbasis website, hingga fasilitasi keikutsertaan dalam pameran.

General Manager PLN UIP3B Sumatera, Elvanto Yanuar Ikhsan, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya PLN menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional, sekaligus menjaga kekayaan budaya lokal agar tetap hidup dan memiliki nilai ekonomi yang semakin kuat.

"Melalui Kilau Songket Banyuasin, kami ingin pelestarian budaya berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Songket Banyuasin memiliki kekuatan dari sisi tradisi, kualitas, dan identitas daerah. Karena itu, PLN tidak hanya memberikan dukungan sarana dan modal usaha, tetapi juga memperkuat kapasitas perajin, pengembangan produk, pengemasan, hingga pemasaran digital agar produk ini semakin kompetitif dan menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga mancanegara," ujar Elvanto.

Menurut Elvanto, penguatan kapasitas dan perluasan akses pasar menjadi penting agar keterampilan menenun tidak berhenti sebagai warisan budaya, tetapi berkembang menjadi aktivitas ekonomi produktif yang dapat menciptakan peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Salah satu kekayaan lokal yang dikembangkan dalam program ini adalah Songket Kembang Pedade, motif khas Banyuasin yang memiliki potensi untuk terus diperkenalkan kepada masyarakat luas. Melalui peningkatan kualitas produk dan diversifikasi produk turunan, songket diharapkan semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar tanpa meninggalkan nilai dan karakter budaya yang menjadi identitasnya.

Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya melalui penguatan kegiatan produktif, kewirausahaan, kreativitas, inovasi, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah. Peningkatan keterampilan dan akses pemasaran diharapkan mampu memperkuat produktivitas perajin serta membuka peluang ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Merah Mata.

Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, mengapresiasi dukungan PLN dan ISSF dalam mengembangkan potensi songket Banyuasin. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi penting agar produk berbasis kearifan lokal dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi daerah.

"Kami mengapresiasi PLN dan ISSF yang telah memberikan perhatian dan pendampingan kepada para perajin songket di Banyuasin. Kami berharap program ini terus mendorong peningkatan keterampilan, kualitas produk, dan pemasaran sehingga Songket Kembang Pedade tidak hanya dikenal di Banyuasin dan Sumatera Selatan, tetapi juga semakin dikenal di tingkat nasional bahkan internasional. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, warisan budaya ini dapat terus lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar Netta.

Netta optimistis bahwa pengembangan songket secara konsisten dapat memperkuat ekonomi keluarga perajin sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan Kabupaten Banyuasin. Pemerintah Kabupaten Banyuasin pun mendukung sinergi lintas pihak untuk memperluas ruang pengembangan industri kreatif berbasis kearifan lokal.

Kegiatan Program Kilau Songket Banyuasin turut dihadiri oleh Manager PLN UPT Palembang Hasbullah, Sekretaris Jenderal ISSF Nurul Iman, Kepala Desa Merah Mata Seftian, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan organisasi perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Banyuasin.

Melalui kolaborasi PLN, pemerintah daerah, ISSF, dan masyarakat, Program Kilau Songket Banyuasin diharapkan mampu membangun ekosistem usaha songket yang semakin kuat, memperluas pasar, melahirkan inovasi produk, serta menjaga keberlanjutan tradisi menenun sebagai bagian dari identitas budaya Banyuasin.

Dari tangan para perajin Desa Merah Mata, benang-benang tradisi kini tidak hanya dirajut menjadi kain bernilai budaya, tetapi juga menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi dan masa depan yang lebih berkelanjutan. - rls

 




[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

PLN Hidupkan Regenerasi Penenun Muda, Kilau Songket Banyuasin Gerakkan Ekonomi Desa Merah Mata

Dinilai Noda Tradisi dan Lempar Hinaan di Medsos, Polda Sitanggang Dilaporkan ke Polres Kuansing Jumat Esok

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi

Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan

Aksi Pamer Tuak di Gelanggang Pacu Jalur Bikin Geram Warga Lokal, PBK Minta Maaf

Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!

PLN Hidupkan Regenerasi Penenun Muda, Kilau Songket Banyuasin Gerakkan Ekonomi Desa Merah Mata

Dinilai Noda Tradisi dan Lempar Hinaan di Medsos, Polda Sitanggang Dilaporkan ke Polres Kuansing Jumat Esok

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi

Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan

Aksi Pamer Tuak di Gelanggang Pacu Jalur Bikin Geram Warga Lokal, PBK Minta Maaf

Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
  • 2 Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
  • 3 Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
  • 4 BRK Syariah dan Pemko Tanjungpinang Luncurkan Gurindam Pay, Inovasi Digital untuk Optimalkan PAD Secara Real Time
  • 5 Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru
  • 6 Kilang Dumai Dipastikan Aman, Pertamina Sampaikan Maaf Atas Kebisingan Saat Start Up Unit
  • 7 Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
  • 8 Pemprov Riau Kategorikan BRK Syariah Berkinerja Positif, Jadi Salah Satu Penopang Utama PAD
  • 9 DPR RI Desak Kemendagri Bentuk Ditjen BUMD, Optimalkan Kekayaan Alam Riau
Terkini +INDEKS

PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global

10 September 2026
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
10 September 2026
Puluhan Dapur Program MBG di Riau Dibekukan BGN, Rohil Terbanyak
10 September 2026
Satpol PP Pekanbaru Instruksikan Pembongkaran Mandiri 17 Lapak Liar di Jalan Air Hitam
10 September 2026
Wajah Baru Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin, Ada Ilustrasi Arjuna Memanah di Ekor Pesawat
10 September 2026
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
10 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Bupati Rohil Serahkan Dokumen Dukungan Pembentukan Provinsi Riau Pesisir
10 September 2026
Mendagri Serahkan Penghargaan Lingkungan IMT-GT ke Wakil Walikota Pekanbaru
10 September 2026
Pemprov Riau Rekayasa Lalu Lintas Jelang Pemeliharaan Jembatan Siak I dan III
10 September 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved