PILIHAN
Diisukan Akan Bangkrut, OJK Pastikan Bank Riau Kepri Sehat
PEKANBARU, Riauin.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau memastikan Bank Riau Kepri saat ini sehat dan dipastikan akan terus tumbuh berkembang.
Pernyataan OJK ini sekaligus menjawab tudingan dan kabar miring yang beredar akhir-akhir ini terkait kondisi pertumbuhan bank kebanggaan masyarakat Riau dan Kepulauan Riau dalam kondisi tidak sehat dan akan bangkrut.
Hal ini disampailan Kepala OJK Riau saat menggelar konferensi pers dengan media di Kantor OJK Riau, Jalan Arifin Ahmad, Senin (9/4/2018). Ia mengatakan, yang tahu persis kinerja sebuah industri perbankan, adalah OJK.
"Perbankan itu sangat sensitif terhadap isu negatif dan bisa mempengaruhi kinerja. Untuk itu informasi yang salah sangat mempengaruhi pertumbuhan BRK," ujar Yusri.
Dikatakan pria berkacamata ini, saat ini dengan kondisi tiga orang jajaran direktur, masih memenuhi ketentuan dari OJK. Meskipun saat ini masih ada dua jabatan yang kosong di jajaran direksi BRK.
Yusri juga memaparkan tentang kondisi keseluruhan tentang kinerja BRK lima tahun terakhir.
"Untuk pertumbuhan kredit BRK dalam 5 tahun terakhir sebesar 30,17 persen dengan Non Performing Loan (NPL) mencapai 1,11 persen," terangnya.
Yusri yakin, BRK akan terus tumbuh dan berkembang tentunya dengan pengawasan yang kuat dan dukungan masyarakat semakin tinggi.
"Kami tidak melihat sinyal bahwa BRK ini akan bangrut. Di sisi modal, laba masih bagus. Kami akan meningkatkan kualitas pengawasan terhadap Bank Riau Kepri. Dan tentunya dukungan dari masyarakat Riau juga sangat dibutuhkan," pungkasnya.(int/nol)
Pernyataan OJK ini sekaligus menjawab tudingan dan kabar miring yang beredar akhir-akhir ini terkait kondisi pertumbuhan bank kebanggaan masyarakat Riau dan Kepulauan Riau dalam kondisi tidak sehat dan akan bangkrut.
Hal ini disampailan Kepala OJK Riau saat menggelar konferensi pers dengan media di Kantor OJK Riau, Jalan Arifin Ahmad, Senin (9/4/2018). Ia mengatakan, yang tahu persis kinerja sebuah industri perbankan, adalah OJK.
"Perbankan itu sangat sensitif terhadap isu negatif dan bisa mempengaruhi kinerja. Untuk itu informasi yang salah sangat mempengaruhi pertumbuhan BRK," ujar Yusri.
Dikatakan pria berkacamata ini, saat ini dengan kondisi tiga orang jajaran direktur, masih memenuhi ketentuan dari OJK. Meskipun saat ini masih ada dua jabatan yang kosong di jajaran direksi BRK.
Yusri juga memaparkan tentang kondisi keseluruhan tentang kinerja BRK lima tahun terakhir.
"Untuk pertumbuhan kredit BRK dalam 5 tahun terakhir sebesar 30,17 persen dengan Non Performing Loan (NPL) mencapai 1,11 persen," terangnya.
Yusri yakin, BRK akan terus tumbuh dan berkembang tentunya dengan pengawasan yang kuat dan dukungan masyarakat semakin tinggi.
"Kami tidak melihat sinyal bahwa BRK ini akan bangrut. Di sisi modal, laba masih bagus. Kami akan meningkatkan kualitas pengawasan terhadap Bank Riau Kepri. Dan tentunya dukungan dari masyarakat Riau juga sangat dibutuhkan," pungkasnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK
Dua Pekerja Tewas Akibat Serangan Harimau, BBKSDA Riau Desak Perusahaan Benahi Sistem Pengamanan
Bimtek Demokrat di Pacitan, HM Sumardany Tekankan Pentingnya Komitmen Kader Perjuangkan Program Pro Rakyat
Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'
Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Kuansing Terbongkar, KPK Diminta Usut Posisi Kepala Dinas
Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK
Dua Pekerja Tewas Akibat Serangan Harimau, BBKSDA Riau Desak Perusahaan Benahi Sistem Pengamanan
Bimtek Demokrat di Pacitan, HM Sumardany Tekankan Pentingnya Komitmen Kader Perjuangkan Program Pro Rakyat
Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'
Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Kuansing Terbongkar, KPK Diminta Usut Posisi Kepala Dinas