• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Respons Keluhan SPPG, Pemkab Kuansing Ungkap Dasar Penetapan PJJ Mendadak
10 September 2026
Pengumuman PJJ Kabut Asap di Kuansing Mendadak, Pengelola SPPG Rugi Puluhan Juta
09 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026

  • Home
  • Opini

Catatan: Amalina Mohd Roze

Ketika Bencana Alam Menjadi Risiko di Tempat Kerja

Redaksi

Jumat, 11 September 2026 21:25:27 WIB
Cetak

Gambar ilustrasi AI

LETUSAN gunung berapi sering kali melumpuhkan aktivitas harian, memaksa ruang udara ditutup dan penduduk berpindah ke tempat yang lebih aman. Dalam keadaan seperti ini, masyarakat umum disarankan agar tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas di luar.

Namun, bagi sebagian pekerja, perintah untuk 'berada di dalam rumah' bukanlah suatu pilihan.
Ketika orang ramai sibuk melindungi diri dari debu gunung berapi, petugas darurat, anggota keamanan, pekerja pembersihan, staf bandara, petugas kesehatan dan anggota operasi bantuan terpaksa terus turun ke lapangan. Di sinilah bencana alam bukan lagi sekadar isu lingkungan atau keselamatan publik, tetapi ia berubah menjadi risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang serius.

Bukan Debu Biasa
Abu gunung berapi mungkin terlihat seperti debu biasa, namun sifatnya jauh lebih berbahaya. Ia terdiri dari partikel halus batuan, kaca vulkanik dan berbagai mineral. Sebagian abu mengandung silika kristalin serta bahan kimia larut seperti fluorida, klorida dan sulfat. Letusan juga melepaskan gas berbahaya seperti sulfur dioksida yang mencemari kualitas udara.

Paparan berkelanjutan terhadap bahan pencemar ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit dan saluran pernapasan. Risiko ini jauh lebih tinggi bagi pekerja luar yang bertugas membersihkan area terdampak, mengatur lalu lintas, membantu evakuasi penduduk atau menjalankan kerja pemulihan.

Selain ancaman kesehatan, tumpukan abu di jalan raya dan permukaan kerja juga meningkatkan risiko terpeleset dan terjatuh. Abu yang menutupi jalan raya juga mengurangi jarak pandang dan mengganggu kendali kendaraan, sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan bagi pekerja yang mengemudi atau mengoperasikan mesin berat.

Tugas Garda Terdepan Tidak Boleh Berhenti
Ketika bencana melanda, menghentikan pekerjaan bukanlah hal yang mudah dilakukan oleh sektor tertentu. Layanan darurat harus terus berjalan; rumah sakit perlu beroperasi, jalan raya perlu dibersihkan, dan korban memerlukan penyelamatan. Dalam situasi ini, pekerja menjadi kelompok yang paling rentan di garda terdepan.

Pertanyaannya, sejauh manakah keselamatan mereka diperhatikan? Penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker yang sesuai, kacamata keselamatan dan pakaian pelindung hanyalah langkah dasar. Perlindungan pekerja tidak seharusnya bergantung kepada peralatan fisik semata-mata.

Pengusaha dan pihak berwenang perlu memastikan pekerja memahami risiko, menguasai prosedur kerja yang aman, dan memiliki akses kepada informasi terkini mengenai kondisi lingkungan. Durasi bekerja di area berisiko tinggi juga perlu dikontrol ketat untuk menghindari paparan berlebihan.
Sebagai contoh, Indonesia yang terletak di Lingkaran Api Pasifik sering berhadapan dengan aktivitas gunung berapi. Kesiapsiagaan di negara tersebut membuktikan bahwa penanggulangan bencana harus mencakup aspek keselamatan pekerja, bukan sekadar evakuasi penduduk.
Setiap organisasi perlu memiliki perencanaan darurat yang mempertimbangkan kemungkinan gangguan akibat bencana alam. Penilaian risiko harus dilakukan untuk mengidentifikasi pekerja yang rentan, jenis pekerjaan yang perlu dilanjutkan, serta langkah pengendalian yang wajar.
Dalam konteks K3, risiko tidak seharusnya dinilai berdasarkan keadaan normal saja. Lingkungan kerja yang sebelumnya aman dapat berubah menjadi berbahaya dalam sekejap akibat pencemaran udara, gangguan jarak pandang, kerusakan infrastruktur atau tekanan berlebihan terhadap pekerja.

Keselamatan Pekerja Bukan Prioritas Kedua
Bencana alam memang tidak dapat dihindari. Gunung berapi akan terus aktif dan perubahan alam tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh manusia. Namun, risiko yang dihadapi oleh pekerja dapat diidentifikasi, dinilai dan dikurangi melalui perencanaan yang matang.

Perhatian ketika bencana tidak seharusnya hanya terfokus kepada penerbangan yang dibatalkan atau penduduk yang dievakuasi. Kita harus melihat kepada mereka yang tetap bertugas di luar ketika orang lain berlindung.

Di balik setiap operasi darurat, kerja pembersihan dan upaya pemulihan, terdapat pekerja yang berkorban dalam keadaan penuh risiko. Mereka juga berhak mendapatkan perlindungan yang sewajarnya. Gunung berapi mungkin tidak dapat dihentikan dari meletus, namun mereka yang harus terus bekerja tidak seharusnya dibiarkan menghadapi bahayanya sendirian. ***

Dr. Amalina Mohd Roze adalah dosen Universitas Utara Malaysia (UUM) yang memiliki kepakaran dalam bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Penanggulangan Bencana.




[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Ketua DPRD Riau Terima Aspirasi KSPSI, Soroti 8 Isu Krusial dalam RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
  • 2 Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
  • 3 Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
  • 4 Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
  • 5 BRK Syariah dan Pemko Tanjungpinang Luncurkan Gurindam Pay, Inovasi Digital untuk Optimalkan PAD Secara Real Time
  • 6 Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru
  • 7 Kilang Dumai Dipastikan Aman, Pertamina Sampaikan Maaf Atas Kebisingan Saat Start Up Unit
  • 8 Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
  • 9 Pemprov Riau Kategorikan BRK Syariah Berkinerja Positif, Jadi Salah Satu Penopang Utama PAD
Terkini +INDEKS

Ketika Bencana Alam Menjadi Risiko di Tempat Kerja

11 September 2026
Pemko Dumai Gandeng BRK Syariah Siapkan Hunian Layak bagi ASN dan PPPK
11 September 2026
Masuk Kebun Karet Pakai Motor, Sepasang Pengedar Sabu di Kampar Diringkus Polisi
11 September 2026
Bara Gambut Pelalawan Disiram X Fire, Polda Riau Cari Metode Efektif Tangani Karhutla
11 September 2026
Terbukti Kuasai Hutan Produksi 2,5 Hektare, Warga Pinggir Bengkalis Ditetapkan Tersangka
11 September 2026
Dihukum Bayar Uang Pengganti Rp30,5 Miliar, Kuasa Hukum PT SPRH Dipenjara 12 Tahun
11 September 2026
Pemko Pekanbaru Libatkan Baznas untuk Bantuan Produktif demi Pangkas Kemiskinan
11 September 2026
Wakil Walikota Pekanbaru Harapkan Pembentukan Karakter Anak Lewat Gelar Budaya Melayu Islam
11 September 2026
Tekan Pengangguran Tembus 140 Ribu Orang, Disnakertrans Riau Fasilitasi Wawancara Kerja Langsung
11 September 2026
Sektor Nonmigas Melonjak 118 Persen, Impor Riau Tembus US$2,07 Miliar hingga Juli 2026
11 September 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved