Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
Sektor Nonmigas Melonjak 118 Persen, Impor Riau Tembus US$2,07 Miliar hingga Juli 2026
RIAUIN.COM - Aktivitas perdagangan luar negeri Riau menunjukkan lonjakan tajam sepanjang Januari hingga Juli 2026. Nilai impor provinsi ini tercatat mencapai US$2,07 miliar, tumbuh 111,56 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut tidak hanya didorong satu kelompok barang. Impor migas dan nonmigas sama-sama mengalami pertumbuhan, dengan sektor nonmigas menjadi penyumbang terbesar.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi mengatakan, peningkatan impor terlihat jelas dari kedua kelompok tersebut.
Impor migas selama tujuh bulan pertama 2026 mencapai US$93,20 juta, tumbuh 24,22 persen dibandingkan Januari-Juli 2025. Sementara impor nonmigas melonjak jauh lebih tinggi, yakni mencapai US$1,98 miliar atau tumbuh 118,80 persen.
Juli 2026, Impor Riau Capai US$199,72 Juta
Lonjakan tersebut masih berlanjut pada Juli 2026. Dalam satu bulan, nilai impor Riau mencapai US$199,72 juta, naik 21,08 persen dibandingkan dengan Juli tahun sebelumnya.
Namun, pola pergerakan impor migas dan nonmigas pada Juli justru berbeda.
Impor nonmigas mencapai US$183,78 juta, tumbuh 31,43 persen dibanding Juli 2025. Sebaliknya, impor migas hanya berada di angka US$15,94 juta, turun 36,53 persen secara tahunan.
Asep menyampaikan data tersebut, Jumat (11/9/2026).
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan impor Riau sepanjang tahun berjalan lebih banyak ditopang oleh komoditas nonmigas.
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus
Di tingkat nasional, aktivitas perdagangan luar negeri Indonesia pada periode Januari-Juli 2026 masih mencatat surplus.
Berdasarkan data BPS, neraca perdagangan Indonesia surplus US$10,32 miliar.
Surplus tersebut berasal dari perdagangan sektor nonmigas sebesar US$10,04 miliar. Sementara sektor migas menyumbang surplus US$281,56 juta.
Kinerja perdagangan nasional tersebut menjadi gambaran bahwa peningkatan aktivitas impor di sejumlah daerah, termasuk Riau, tetap berlangsung dalam situasi neraca perdagangan Indonesia yang masih mencatat posisi surplus.
Bagi Riau, lonjakan impor hingga US$2,07 miliar pada Januari-Juli 2026 menjadi catatan tersendiri dalam perkembangan perdagangan luar negeri daerah. Besarnya kenaikan pada barang modal dan komoditas pesawat menjadi faktor yang paling menonjol dalam perubahan struktur impor sepanjang periode tersebut. (*)
Berita Lainnya
Hadiri Pembukaan SNA XXIX, BRK Syariah Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan dan Dunia Akuntansi
Bukan Hanya Cendera Mata, BRK Syariah Dengarkan Curhat Nasabah di Hari Pelanggan Nasional
BRK Syariah dan Pemko Tanjungpinang Luncurkan Gurindam Pay, Inovasi Digital untuk Optimalkan PAD Secara Real Time
Pemprov Riau Kategorikan BRK Syariah Berkinerja Positif, Jadi Salah Satu Penopang Utama PAD
Kartu Keanggotaan Komjaki Kini Terintegrasi E-Money BRK Syariah
Cabang BRK Syariah Pekanbaru dan Komjaki Riau Dorong Inklusi Keuangan Syariah
Hadiri Pembukaan SNA XXIX, BRK Syariah Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan dan Dunia Akuntansi
Bukan Hanya Cendera Mata, BRK Syariah Dengarkan Curhat Nasabah di Hari Pelanggan Nasional
BRK Syariah dan Pemko Tanjungpinang Luncurkan Gurindam Pay, Inovasi Digital untuk Optimalkan PAD Secara Real Time
Pemprov Riau Kategorikan BRK Syariah Berkinerja Positif, Jadi Salah Satu Penopang Utama PAD
Kartu Keanggotaan Komjaki Kini Terintegrasi E-Money BRK Syariah
Cabang BRK Syariah Pekanbaru dan Komjaki Riau Dorong Inklusi Keuangan Syariah