PILIHAN
Menyedihkan, Bangunan SD di Tambusai Berdindingkan Gedek
PASIR PANGARAIAN, Riauin.com – Sangat menyedihkan, satu Sekolah Dasar (SD) yang berdiri di Dusun III Sei Juragi Desa Batang Kumu kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau berdidingkan gedek atau tepas.
SD yang berdiri di dalam lahan perkebunan sawit dengan bangunan memanjang bahkan dengan seadanya, sebagian hanya berdindingkan gedek dari anyaman bambu, dan sebagian dibiarkan terbuka tanpa berdinding.
SD yang didirikan sejak tahun 2008, sudah dapat izin operasional tahun 2014, namun hingga kini belum pernah sepeserpun mendapatkan bantuan bangunan dari pemerintah. Sementara, di sekitar SD banyak beroperasi berbagai perusahaan perkebunan dan pabrik minyak kelapa sawit (PMKS).
Seperti perusahaan milik PT Hutahaean, PMKS Batang Kumu, termauk usaha hiburan rekreasi kolam Joko dan lain lainnya.
Diakui Tajoedin sebagai pengelola sekaligus pengajar di sekolah tersebut,bahwa pihaknya sudah berulang kali sejak 9 tahun lalu kirimkan propasal agar pihak terkait di pemerintah dan perusahaan swasta, dapat membantu bangunan dan operasional sekolah tersebut.
“Bahkan kita telah mencoba berulang kali, sampaikan proposal agar perusahaan sekitar sekolah menyalurkan dana CSR mereka, namun sampai saat ini belum terealisasi, “kata Tajoedin, Sabtu (6/1/2018) lalu.
Katanya, dengan berdalih dan berbagai alasan dikemukakan pengusaha, namun intinya mereka bilang dana CSR itu sudah disetor ke pemerintah.
“Bila memang pemerintah mau membantu pihak perusahaan bisa disurati, sehingga sekolah bisa terbangun, jangan wong cilik dibutuhkan saja jika Pemilu,†sebutnya, seperti dilansir dari halloriau.
Bahakn, Tajoedin sangat berharap ke wakil rakyat alias anggota DPRD, khususnya Kabupaten dan Propinsi untuk melihat kondisi sekolah mereka dan membantu memperjuangkan.
“Kita juga sangat berharap bantuan dari pemerintah dan pengusaha, anggota DPRD Rohul termasuk Gubenur Riau agar SD kami bisa lebih baik, untuk belajar murid,†harapnya.(nol)
SD yang berdiri di dalam lahan perkebunan sawit dengan bangunan memanjang bahkan dengan seadanya, sebagian hanya berdindingkan gedek dari anyaman bambu, dan sebagian dibiarkan terbuka tanpa berdinding.
SD yang didirikan sejak tahun 2008, sudah dapat izin operasional tahun 2014, namun hingga kini belum pernah sepeserpun mendapatkan bantuan bangunan dari pemerintah. Sementara, di sekitar SD banyak beroperasi berbagai perusahaan perkebunan dan pabrik minyak kelapa sawit (PMKS).
Seperti perusahaan milik PT Hutahaean, PMKS Batang Kumu, termauk usaha hiburan rekreasi kolam Joko dan lain lainnya.
Diakui Tajoedin sebagai pengelola sekaligus pengajar di sekolah tersebut,bahwa pihaknya sudah berulang kali sejak 9 tahun lalu kirimkan propasal agar pihak terkait di pemerintah dan perusahaan swasta, dapat membantu bangunan dan operasional sekolah tersebut.
“Bahkan kita telah mencoba berulang kali, sampaikan proposal agar perusahaan sekitar sekolah menyalurkan dana CSR mereka, namun sampai saat ini belum terealisasi, “kata Tajoedin, Sabtu (6/1/2018) lalu.
Katanya, dengan berdalih dan berbagai alasan dikemukakan pengusaha, namun intinya mereka bilang dana CSR itu sudah disetor ke pemerintah.
“Bila memang pemerintah mau membantu pihak perusahaan bisa disurati, sehingga sekolah bisa terbangun, jangan wong cilik dibutuhkan saja jika Pemilu,†sebutnya, seperti dilansir dari halloriau.
Bahakn, Tajoedin sangat berharap ke wakil rakyat alias anggota DPRD, khususnya Kabupaten dan Propinsi untuk melihat kondisi sekolah mereka dan membantu memperjuangkan.
“Kita juga sangat berharap bantuan dari pemerintah dan pengusaha, anggota DPRD Rohul termasuk Gubenur Riau agar SD kami bisa lebih baik, untuk belajar murid,†harapnya.(nol)
Berita Lainnya
Tim SAR Temukan Lansia yang Hilang di Perkebunan Sawit Rohul
PW KAMMI Riau Salurkan Al-Qur’an dan Sembako ke TPQ Malika Rohul Saat Ramadan
Dugaan Upaya Adu Domba Masyarakat Adat di Rokan Hulu
Setelah Pencarian Panjang, Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Ngaso Rohul
Seorang Anak Hanyut di Sungai Ngaso Rohul, Tim Basarnas Pekanbaru Masih Lakukan Pencarian
Banjir Rendam Jalan Rohul-Duri hingga Surau Suluk Setinggi 1 Meter, Aktivitas Masyarakat Lumpuh
Tim SAR Temukan Lansia yang Hilang di Perkebunan Sawit Rohul
PW KAMMI Riau Salurkan Al-Qur’an dan Sembako ke TPQ Malika Rohul Saat Ramadan
Dugaan Upaya Adu Domba Masyarakat Adat di Rokan Hulu
Setelah Pencarian Panjang, Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Ngaso Rohul
Seorang Anak Hanyut di Sungai Ngaso Rohul, Tim Basarnas Pekanbaru Masih Lakukan Pencarian
Banjir Rendam Jalan Rohul-Duri hingga Surau Suluk Setinggi 1 Meter, Aktivitas Masyarakat Lumpuh