Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
Polisi Ringkus 15 Tersangka Pembunuh Gajah Sumatera di Pelalawan
RIAUIN.COM - Kepolisian Daerah Riau mengungkap sindikat perburuan satwa liar menyusul temuan bangkai gajah sumatera tanpa kepala di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Hingga Selasa (3/3/2026), polisi telah menetapkan 15 orang sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan satwa dilindungi tersebut.
Kasus ini mendapat atensi khusus dari Mabes Polri. Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir menyatakan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan instruksi tegas untuk menindak pelaku kejahatan lingkungan hidup, terutama yang menyasar satwa endemik.
Penyelidikan dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation. Tim gabungan mengolaborasi analisis balistik, pelacakan GPS collar, serta pemetaan jaringan perdagangan gading. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), gajah jantan berusia sekitar 40 tahun itu tewas akibat tembakan di bagian tengkorak belakang sebelum akhirnya gadingnya diambil secara paksa.
"Sebanyak 15 tersangka sudah kami amankan, sementara tiga orang lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO)," ujar Johnny dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Pekanbaru.
Dari total tersangka yang diringkus, delapan orang ditangkap di wilayah Pelalawan, sementara tujuh lainnya diciduk di luar daerah. Para pelaku menjalankan peran spesifik, mulai dari
eksekutor penembakan dan pemotong bagian tubuh, penyedia senjata api rakitan, penyandang dana operasi perburuan, perantara atau kurir transaksi gading.
Adapun tiga orang yang masih buron berinisial AN, GL, dan RB. Ketiganya diduga kuat berperan sebagai eksekutor utama di lapangan serta penadah hasil buruan.
Kapolda Riau Inspektur Jenderal Herry Heryawan menegaskan bahwa aksi ini merupakan kejahatan terorganisir yang berdampak besar pada keseimbangan ekosistem. Ia menilai perburuan ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan ancaman terhadap kelestarian alam Riau.
"Gajah adalah penjaga keseimbangan ekosistem. Kematian gajah dengan cara tragis seperti ini adalah luka bagi kita semua," kata Herry.
Sebagai langkah antisipasi, Polda Riau akan meningkatkan patroli terpadu dan melakukan "Operasi Sapu Jerat" guna membersihkan kawasan hutan dari alat jebak perburuan liar.
Bangkai gajah malang tersebut sebelumnya ditemukan pada Senin (2/2/2026) malam. Saat ditemukan, kondisi satwa sangat mengenaskan dengan bagian belalai dan sebagian kepala hilang. Hasil nekropsi mengonfirmasi adanya luka tembus peluru yang menyebabkan kematian instan sebelum pelaku menjarah gadingnya. -Juh
Berita Lainnya
Kesaksian Dani M Nursalam, Komitmen Rp 1 Miliar untuk Abdul Wahid Kandas karena OTT
Polres Rohil Bongkar Jaringan Pengedar Ekstasi Rumahan di Tanah Putih
Sidang Kasus Abdul Wahid, SF Hariyanto Ungkap Adanya Permintaan Komisi 5 Persen untuk Jatah Gubernur
Lima Bulan, Polda Riau Tangkap 525 Pelaku Kriminalitas Jalanan
Sidang Abdul Wahid, SF Hariyanto Ngaku Ditepikan dalam Pembahasan Anggaran Riau
Diwarnai Massa Unjuk Rasa, Sidang Kasus Abdul Wahid Hadirkan Plt Gubri SF Harianto
Kesaksian Dani M Nursalam, Komitmen Rp 1 Miliar untuk Abdul Wahid Kandas karena OTT
Polres Rohil Bongkar Jaringan Pengedar Ekstasi Rumahan di Tanah Putih
Sidang Kasus Abdul Wahid, SF Hariyanto Ungkap Adanya Permintaan Komisi 5 Persen untuk Jatah Gubernur
Lima Bulan, Polda Riau Tangkap 525 Pelaku Kriminalitas Jalanan
Sidang Abdul Wahid, SF Hariyanto Ngaku Ditepikan dalam Pembahasan Anggaran Riau
Diwarnai Massa Unjuk Rasa, Sidang Kasus Abdul Wahid Hadirkan Plt Gubri SF Harianto