• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
14 Juli 2026
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
13 Juli 2026
Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
13 Juli 2026
OTT Kuansing: Warganet Desak KPK Seret Tersangka Baru di Kasus Suap Jabatan dan Lahan
13 Juli 2026
LSM di Kuansing Ingatkan Plt Bupati Mukhlisin Waspadai Lingkaran ‘Penjilat’ Pasca-OTT KPK
13 Juli 2026

  • Home
  • Opini

Mengapa Indonesia Tidak Pakai Dolar? Memahami Harga Diri dan Realita Rupiah

Redaksi

Senin, 16 Februari 2026 17:08:49 WIB
Cetak

Oleh: Hendrianto.

PERNAHKAH kita membayangkan, andai saja sejak merdeka kita menggunakan Dolar Amerika atau mematok mata uang kita setara dengannya, mungkin kita tidak perlu pusing melihat angka nol yang berderet di dompet.

Pertanyaan seperti itu telah saya sampaikan kepada seorang teman yang cukup senior dibidang ekonomi, sebulan yang lalu.

Menurut dia, ekonomi tidak sesederhana menukar kertas. Ada alasan mendalam mengapa kita memilih Rupiah, dan mengapa nilainya kini terasa tertinggal jauh dari Singapura maupun Malaysia.

Saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, hal pertama yang harus dimiliki sebuah negara adalah pengakuan. Mata uang adalah atribut kedaulatan selain bendera dan lagu kebangsaan. 

Menggunakan mata uang negara lain (seperti Dolar AS) berarti menyerahkan "setir" ekonomi kita kepada bank sentral negara tersebut.

Jika kita pakai Dolar, kita tidak bisa mencetak uang sendiri, tidak bisa mengatur suku bunga sendiri, dan ekonomi kita akan sangat bergantung pada kebijakan di Washington. Indonesia memilih mandiri agar bisa mengatur nasib ekonominya sendiri melalui Bank Indonesia.

Banyak yang iri melihat Ringgit Malaysia atau Dolar Singapura yang angka nominalnya "kecil". Mengapa Rupiah seolah punya angka nol yang tak habis-habis? Jawabannya adalah Inflasi Sejarah.

Pada tahun 1960-an, Indonesia pernah mengalami hiperinflasi hingga 600%. Harga barang naik gila-gilaan dalam hitungan hari.

Untuk mengatasinya, pemerintah saat itu melakukan pemotongan nilai uang (sanering), namun trauma ekonomi tersebut meninggalkan jejak angka nominal yang besar hingga hari ini. 

Sementara itu, Singapura dan Malaysia memulai sistem moneter mereka dengan stabilitas yang lebih terjaga dan disiplin fiskal yang ketat sejak awal.

Perbandingan ini sering kali terasa menyakitkan, namun ada alasan fundamental di baliknya. Singapura adalah negara finansial. Mereka butuh mata uang yang sangat kuat untuk menarik investasi global dan karena mereka mengimpor hampir seluruh kebutuhan hidupnya, termasuk air dan makanan.

Sedangkan Malaysia memiliki struktur ekonomi yang lebih banyak mengandalkan manufaktur ekspor yang stabil sejak lama. Sementara Indonesia memiliki tantangan geografis yang luas dan ekonomi yang sangat bergantung pada harga komoditas (seperti sawit, batubara, dan nikel). Ketika harga komoditas jatuh, Rupiah biasanya ikut goyang.

Penting untuk dipahami: Angka nominal yang besar tidak selalu berarti ekonomi yang hancur. Jepang menggunakan Yen. 1 Dolar AS setara dengan sekitar 150 Yen. Apakah Jepang negara miskin? Tentu tidak. Nilai tukar adalah masalah "skala".

Yang berbahaya bukanlah ketika nilai tukar kita Rp16.000 per Dolar, melainkan jika hari ini Rp16.000 lalu bulan depan tiba-tiba menjadi Rp20.000. Volatilitas itulah musuh sebenarnya, bukan jumlah angka nolnya.

Kita tidak bisa memutar waktu dan memilih Dolar sejak dulu. Yang bisa dilakukan sekarang adalah memperkuat nilai Rupiah dari dalam. Bagaimana caranya? Menjual barang jadi, bukan sekadar bahan mentah, agar devisa yang masuk lebih besar.

Semakin kita bergantung pada barang luar negeri, semakin banyak Dolar yang kita butuhkan, dan semakin tertekan nilai Rupiah. Solusi lain adalah menggunakan produk lokal membantu menjaga perputaran uang tetap di dalam negeri.

Rupiah adalah simbol perjuangan yang membawa beban sejarah besar. Memang melelahkan melihat nilai tukar yang terus melemah terhadap tetangga, namun kuncinya bukan pada mengganti mata uang, melainkan pada memperkuat fundamental ekonomi kita sendiri. (***)


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Sejuk di Tengah Bising

Revolusi AI Generatif: Antara Manfaat dan Tantangan Dunia Akademik

Benteng Roboh, Injury Time Juprizal

Buy Now, Pay Later: Anugerah atau Perangkap Tersembunyi?

Gaya Elit, Ekonomi Sulit

'Jangan Bunuh Angsa Bertelur Emas'

Sejuk di Tengah Bising

Revolusi AI Generatif: Antara Manfaat dan Tantangan Dunia Akademik

Benteng Roboh, Injury Time Juprizal

Buy Now, Pay Later: Anugerah atau Perangkap Tersembunyi?

Gaya Elit, Ekonomi Sulit

'Jangan Bunuh Angsa Bertelur Emas'

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
  • 2 Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
  • 3 Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
  • 4 OTT Kuansing: Warganet Desak KPK Seret Tersangka Baru di Kasus Suap Jabatan dan Lahan
  • 5 LSM di Kuansing Ingatkan Plt Bupati Mukhlisin Waspadai Lingkaran ‘Penjilat’ Pasca-OTT KPK
  • 6 Sejuk di Tengah Bising
  • 7 Perjuangan Sejak Jadi Wabup Terwujud, Proyek Sekolah Rakyat Kuansing Besutan Mukhlisin Capai 82 Persen
  • 8 Beda Gaya di Acara Pacu Jalur: Plt Bupati Mukhlisin Pilih Tampil Tradisional Tanpa Kacamata Hitam
  • 9 Bupati Kuansing Suhardiman Amby Ditahan KPK, Netizen Soroti Pernyataan Lama 'Siapkan Tiang Gantungan'
Terkini +INDEKS

KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa

14 Juli 2026
Sampah Pekanbaru Mulai Bergeser ke Perbatasan Kampar, Pengawasan Lintas Wilayah Ditingkatkan
14 Juli 2026
Lahan Terbakar di Pekanbaru Capai 38 Hektar, Status Siaga Darurat Ditetapkan hingga November
14 Juli 2026
Kasus Suhardiman Amby Meluas, KPK Dalami Dugaan Suap Izin Hutan Produksi Kuansing
14 Juli 2026
Hanya Tersisa Lima Titik Panas di Riau, Warga Tetap Diminta Waspada
14 Juli 2026
Pemprov Riau Evaluasi Direksi dan Komisaris BUMD untuk Kejar Setoran PAD
14 Juli 2026
FASI Riau Gelar MUSPROV 2026, Perkuat Sinergi Menuju Prestasi Dirgantara
14 Juli 2026
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
13 Juli 2026
Konflik Satwa di Riau Meluas, Dua Perangkap Harimau Ditempatkan di Pelalawan
13 Juli 2026
Pantau Hari Pertama Sekolah, Wakil Walikota Pekanbaru Ingatkan MBG dan Peran Ayah
13 Juli 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved