• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Selesai Bertugas di Pemkab Kuansing, Trian Zulhadi Kembali Mengajar di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
29 Agustus 2026
Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing
28 Agustus 2026
Sempat Minta Maaf, Polda Sitanggang Kini Sanggah Pamer Tuak di Pacu Jalur
27 Agustus 2026
Kasus Darwis vs Polda Sitanggang: Kuasa Hukum Minta Jangan Seret Sentimen Antardaerah
27 Agustus 2026
Dinilai Noda Tradisi dan Lempar Hinaan di Medsos, Polda Sitanggang Dilaporkan ke Polres Kuansing Jumat Esok
27 Agustus 2026

  • Home
  • Opini

Mengapa Indonesia Tidak Pakai Dolar? Memahami Harga Diri dan Realita Rupiah

Redaksi

Senin, 16 Februari 2026 17:08:49 WIB
Cetak

Oleh: Hendrianto.

PERNAHKAH kita membayangkan, andai saja sejak merdeka kita menggunakan Dolar Amerika atau mematok mata uang kita setara dengannya, mungkin kita tidak perlu pusing melihat angka nol yang berderet di dompet.

Pertanyaan seperti itu telah saya sampaikan kepada seorang teman yang cukup senior dibidang ekonomi, sebulan yang lalu.

Menurut dia, ekonomi tidak sesederhana menukar kertas. Ada alasan mendalam mengapa kita memilih Rupiah, dan mengapa nilainya kini terasa tertinggal jauh dari Singapura maupun Malaysia.

Saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, hal pertama yang harus dimiliki sebuah negara adalah pengakuan. Mata uang adalah atribut kedaulatan selain bendera dan lagu kebangsaan. 

Menggunakan mata uang negara lain (seperti Dolar AS) berarti menyerahkan "setir" ekonomi kita kepada bank sentral negara tersebut.

Jika kita pakai Dolar, kita tidak bisa mencetak uang sendiri, tidak bisa mengatur suku bunga sendiri, dan ekonomi kita akan sangat bergantung pada kebijakan di Washington. Indonesia memilih mandiri agar bisa mengatur nasib ekonominya sendiri melalui Bank Indonesia.

Banyak yang iri melihat Ringgit Malaysia atau Dolar Singapura yang angka nominalnya "kecil". Mengapa Rupiah seolah punya angka nol yang tak habis-habis? Jawabannya adalah Inflasi Sejarah.

Pada tahun 1960-an, Indonesia pernah mengalami hiperinflasi hingga 600%. Harga barang naik gila-gilaan dalam hitungan hari.

Untuk mengatasinya, pemerintah saat itu melakukan pemotongan nilai uang (sanering), namun trauma ekonomi tersebut meninggalkan jejak angka nominal yang besar hingga hari ini. 

Sementara itu, Singapura dan Malaysia memulai sistem moneter mereka dengan stabilitas yang lebih terjaga dan disiplin fiskal yang ketat sejak awal.

Perbandingan ini sering kali terasa menyakitkan, namun ada alasan fundamental di baliknya. Singapura adalah negara finansial. Mereka butuh mata uang yang sangat kuat untuk menarik investasi global dan karena mereka mengimpor hampir seluruh kebutuhan hidupnya, termasuk air dan makanan.

Sedangkan Malaysia memiliki struktur ekonomi yang lebih banyak mengandalkan manufaktur ekspor yang stabil sejak lama. Sementara Indonesia memiliki tantangan geografis yang luas dan ekonomi yang sangat bergantung pada harga komoditas (seperti sawit, batubara, dan nikel). Ketika harga komoditas jatuh, Rupiah biasanya ikut goyang.

Penting untuk dipahami: Angka nominal yang besar tidak selalu berarti ekonomi yang hancur. Jepang menggunakan Yen. 1 Dolar AS setara dengan sekitar 150 Yen. Apakah Jepang negara miskin? Tentu tidak. Nilai tukar adalah masalah "skala".

Yang berbahaya bukanlah ketika nilai tukar kita Rp16.000 per Dolar, melainkan jika hari ini Rp16.000 lalu bulan depan tiba-tiba menjadi Rp20.000. Volatilitas itulah musuh sebenarnya, bukan jumlah angka nolnya.

Kita tidak bisa memutar waktu dan memilih Dolar sejak dulu. Yang bisa dilakukan sekarang adalah memperkuat nilai Rupiah dari dalam. Bagaimana caranya? Menjual barang jadi, bukan sekadar bahan mentah, agar devisa yang masuk lebih besar.

Semakin kita bergantung pada barang luar negeri, semakin banyak Dolar yang kita butuhkan, dan semakin tertekan nilai Rupiah. Solusi lain adalah menggunakan produk lokal membantu menjaga perputaran uang tetap di dalam negeri.

Rupiah adalah simbol perjuangan yang membawa beban sejarah besar. Memang melelahkan melihat nilai tukar yang terus melemah terhadap tetangga, namun kuncinya bukan pada mengganti mata uang, melainkan pada memperkuat fundamental ekonomi kita sendiri. (***)


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Mobil Mogok

Surat Bermaterai Desi

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Mobil Mogok

Surat Bermaterai Desi

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Selesai Bertugas di Pemkab Kuansing, Trian Zulhadi Kembali Mengajar di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • 2 Menhut Raja Juli Elak Pertanyaan soal Selisih Uang Suap Bupati Kuansing
  • 3 Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing
  • 4 Satpol PP Pekanbaru Siap Ambil Tindakan Tegas Terhadap Pedagang Bandel di Jalan Teratai
  • 5 PBK Sepakati Penyelesaian Lintas Hukum: Adat Jalan, Pidana Lanjut
  • 6 Sempat Minta Maaf, Polda Sitanggang Kini Sanggah Pamer Tuak di Pacu Jalur
  • 7 Kasus Darwis vs Polda Sitanggang: Kuasa Hukum Minta Jangan Seret Sentimen Antardaerah
  • 8 Dinilai Noda Tradisi dan Lempar Hinaan di Medsos, Polda Sitanggang Dilaporkan ke Polres Kuansing Jumat Esok
  • 9 Pemko Pekanbaru Bebaskan Lahan Kantor Camat Bukit Raya untuk Atasi Macet Kaharuddin Nasution
Terkini +INDEKS

Selesai Bertugas di Pemkab Kuansing, Trian Zulhadi Kembali Mengajar di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

29 Agustus 2026
Cegah Modus Buka Lahan Murah, Polda Riau Perketat Patroli Areal Bekas Terbakar
29 Agustus 2026
Krisis Air Hambat Pemadaman Karhutla 642 Hektare di Terusan Pelalawan
29 Agustus 2026
BGN Beri Waktu 10 Hari Lengkapi Administrasi KPM, Operasional 15 SPPG MBG Riau Dihentikan Sementara
29 Agustus 2026
Ancaman Karhutla Meningkat, 265 Hotspot Terdeteksi di Riau
29 Agustus 2026
YBM PLN UPT Pekanbaru Salurkan Voucher BBM untuk Pahlawan Keluarga
29 Agustus 2026
Disbudpar Pekanbaru Siapkan Rapat Pembatasan Aktivitas Luar Ruangan Imbas Karhutla
29 Agustus 2026
Menhut Raja Juli Elak Pertanyaan soal Selisih Uang Suap Bupati Kuansing
29 Agustus 2026
Pemprov Riau Boyong Tribun Pekanbaru Award 2026 Lewat Transformasi Digital
29 Agustus 2026
Penebangan Kayu Ilegal di Konsesi PT Arara Abadi Disergap Patroli
29 Agustus 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved