Kejar Potensi PAD yang Hilang, DPRD Riau Bentuk Pansus Selamatkan Keuangan Daerah
Ketua Pansus, Abdullah. | Foto : ovie
RIAUIN.COM- DPRD Riau membentuk Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Daerah sebagai langkah mendesak untuk mengejar potensi PAD yang selama ini hilang dan menahan laju melemahnya keuangan daerah. Upaya ini menjadi sinyal kuat bahwa Riau membutuhkan pemulihan fiskal cepat setelah APBD terus merosot dalam beberapa tahun terakhir.
Pembentukan pansus dilakukan dalam rapat paripurna, Kamis (27/11/2025), dengan melibatkan 14 anggota DPRD Riau dari berbagai komisi dan fraksi. Pansus ini diharapkan menjadi mesin baru yang memetakan kembali sumber-sumber pendapatan yang belum tergarap optimal.
Ketua Pansus, Abdullah, menegaskan kondisi keuangan daerah saat ini jauh dari ideal. “Kita ini pernah punya APBD Rp11 triliun bahkan lebih. Dua hari lagi APBD yang disahkan hanya sekitar Rp8,3 triliun. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.
Aset Tidur
Abdullah menyebut salah satu fokus utama pansus adalah mengaktifkan aset daerah yang selama ini hanya tercatat tanpa memberikan pemasukan berarti. Pendapatan dari pajak, retribusi, dan BUMD juga akan dievaluasi secara detail.
"Aset harus produktif. Kita ingin memastikan semuanya benar-benar memberikan nilai bagi daerah, bukan sekadar angka di laporan," katanya.
Sektor perkebunan, khususnya industri turunan sawit, punya ruang besar untuk menyumbang PAD baru. Menurutnya, potensi ini selama ini “mengalir” tapi belum menjadi pemasukan resmi bagi provinsi sebagaimana mestinya.
Libatkan Akademisi
Guna memastikan kebijakan yang diambil tidak hanya reaktif, pansus akan menggandeng akademisi guna memberikan masukan berbasis kajian ilmiah. Diskusi dengan pakar disebut sudah mulai dilakukan sejak hari pertama pansus dibentuk.
"Kita ingin kebijakan yang komprehensif. Karena itu, kita undang akademisi untuk melihat persoalan ini dengan perspektif yang lebih luas," ucap Abdullah.
Selain itu, Pansus membuka kemungkinan turun langsung ke lokasi-lokasi yang berpotensi menghasilkan pendapatan, seperti objek pajak air permukaan, pajak bahan bakar, dan sumber lainnya.
Targetkan APBD Kembali Stabil
Durasi kerja pansus diperkirakan maksimal enam bulan. Selama periode tersebut, seluruh potensi akan dipetakan dan dirumuskan menjadi rekomendasi kepada pemerintah daerah.
"Target optimis kita APBD kembali dua digit. Target realistisnya setidaknya melampaui Rp9 triliun," kata Abdullah.
Diharapkan seluruh langkah ini nantinya dapat membawa keuangan Riau kembali stabil dan bertahap naik bahkan mendekati posisi Rp11 triliun, seperti di tahun-tahun sebelumnya. "Pada kondisi itu maka keuangan daerah dapat dikatakan stabil," imbuhnya. -vie
Berita Lainnya
Lewat Riau Bhayangkara Run, BRK Syariah Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Syariah
Capella Honda Buka Astra Honda Best Student 2026 di Riau, Ajak Generasi Z Ciptakan Inovasi Berbasis SDGs
Workshop BRK Syariah Beri Nilai Tambah bagi UMKM, Nasabah Kini Lebih Siap Mengakses Pembiayaan
BRK Syariah Perkuat Kapasitas UMKM Lewat Workshop Akselerasi Pembiayaan Bersama BI dan OJK
Tak Perlu Jual Emas, BRK Syariah Hadirkan Layanan Gadai Emas di Seluruh Kantor Pekanbaru
BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI
Lewat Riau Bhayangkara Run, BRK Syariah Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Syariah
Capella Honda Buka Astra Honda Best Student 2026 di Riau, Ajak Generasi Z Ciptakan Inovasi Berbasis SDGs
Workshop BRK Syariah Beri Nilai Tambah bagi UMKM, Nasabah Kini Lebih Siap Mengakses Pembiayaan
BRK Syariah Perkuat Kapasitas UMKM Lewat Workshop Akselerasi Pembiayaan Bersama BI dan OJK
Tak Perlu Jual Emas, BRK Syariah Hadirkan Layanan Gadai Emas di Seluruh Kantor Pekanbaru
BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI