PILIHAN
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
29 Mei 2026
Jabatan Tak Boleh Berkurban
28 Mei 2026
Air sungai berubah warna
Diduga Kuat, CPO PKS Sei Intan Bocor dan Cemari Sungai
ilustrasi
PAGARAN TAPAHDARUSSALAM, Riauin.com - Sejumlah warga dibuat heboh melihat anak Sungai Rokan di Desa Kembang Damai, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu yang tiba-tiba menghitam dan berbuih.
Belakangan ini diketahui, penyebab air menghitam diduga kuat karena bocornya Crude Palm Oil (CPO) yang berasal dari PKS Sei Intan yang beroperasi tak jauh dari sungai.
Menurut sumber terpercaya kepada wartawan, Senin (20/11) menyampaikan, bocornya minyak mentah atau CPO dari PKS berplat merah itu terjadi, Kamis (16/10) kemarin. Mereka yang mengetahui hal itu langsung menuju ke lokasi dan sempat mengambil sample air yang terkontaminasi CPO.
"Saya tidak tau apakah ada indikasi kesengajaan atau kelalaian. Yang jelas kejadian itu berdampak kepada pencemaran lingkungan dan menyebabkan kerugian negara, soalnya perusahaan ini milik negara," jelasnya dan kalau anak sungai yang tercermar akan bermuara ke Sungai Rokan.
Kemudian, agar kejadian itu tidak terendus oleh pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rokan Hulu, pihak perusahaan langsung menormalisasi sungai.
"Pada saat kejadian terlihat puluhan karyawan juga mengambil CPO yang berserakan di sungai dengan peralatan seadanya," ujarnya.
Hal itu diperkuat dengan pernyataan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Hen Irfan melalui Kabid Pengawasan Asdinoper mengakui, tidak mengetahui kejadian itu. Meski demikian, pihaknya akan menindaklanjuti dengan mendatangi pihak perusahaan.
"Sejauh ini belum ada laporan ya. Tapi kami akan coba tindak lanjuti, karena ini menyangkut dampak lingkungan," kata Asdinofer dikonfirmasi lewat telepon selulernya.
Terpisah Masinis Kepala (Maskep) PKS PTPN V Sei Intan, Tengku Hajar mengatakan kalau dirinya tidak mengetahui adanya kebocoran di saluran pengolahan CPO itu. Menurutnya, sejauh ini belum mendapatkan informasi dari karyawan di Pabrik.
"Sejauh ini tidak ada kebocoran. Kalau ada informasi itu, mungkin hanya disebarkan oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Hajar saat dihubungi melalui selulernya, Senin (20/11).(yus)
Belakangan ini diketahui, penyebab air menghitam diduga kuat karena bocornya Crude Palm Oil (CPO) yang berasal dari PKS Sei Intan yang beroperasi tak jauh dari sungai.
Menurut sumber terpercaya kepada wartawan, Senin (20/11) menyampaikan, bocornya minyak mentah atau CPO dari PKS berplat merah itu terjadi, Kamis (16/10) kemarin. Mereka yang mengetahui hal itu langsung menuju ke lokasi dan sempat mengambil sample air yang terkontaminasi CPO.
"Saya tidak tau apakah ada indikasi kesengajaan atau kelalaian. Yang jelas kejadian itu berdampak kepada pencemaran lingkungan dan menyebabkan kerugian negara, soalnya perusahaan ini milik negara," jelasnya dan kalau anak sungai yang tercermar akan bermuara ke Sungai Rokan.
Kemudian, agar kejadian itu tidak terendus oleh pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rokan Hulu, pihak perusahaan langsung menormalisasi sungai.
"Pada saat kejadian terlihat puluhan karyawan juga mengambil CPO yang berserakan di sungai dengan peralatan seadanya," ujarnya.
Hal itu diperkuat dengan pernyataan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Hen Irfan melalui Kabid Pengawasan Asdinoper mengakui, tidak mengetahui kejadian itu. Meski demikian, pihaknya akan menindaklanjuti dengan mendatangi pihak perusahaan.
"Sejauh ini belum ada laporan ya. Tapi kami akan coba tindak lanjuti, karena ini menyangkut dampak lingkungan," kata Asdinofer dikonfirmasi lewat telepon selulernya.
Terpisah Masinis Kepala (Maskep) PKS PTPN V Sei Intan, Tengku Hajar mengatakan kalau dirinya tidak mengetahui adanya kebocoran di saluran pengolahan CPO itu. Menurutnya, sejauh ini belum mendapatkan informasi dari karyawan di Pabrik.
"Sejauh ini tidak ada kebocoran. Kalau ada informasi itu, mungkin hanya disebarkan oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Hajar saat dihubungi melalui selulernya, Senin (20/11).(yus)
Berita Lainnya
Tim SAR Temukan Lansia yang Hilang di Perkebunan Sawit Rohul
PW KAMMI Riau Salurkan Al-Qur’an dan Sembako ke TPQ Malika Rohul Saat Ramadan
Dugaan Upaya Adu Domba Masyarakat Adat di Rokan Hulu
Setelah Pencarian Panjang, Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Ngaso Rohul
Seorang Anak Hanyut di Sungai Ngaso Rohul, Tim Basarnas Pekanbaru Masih Lakukan Pencarian
Banjir Rendam Jalan Rohul-Duri hingga Surau Suluk Setinggi 1 Meter, Aktivitas Masyarakat Lumpuh
Tim SAR Temukan Lansia yang Hilang di Perkebunan Sawit Rohul
PW KAMMI Riau Salurkan Al-Qur’an dan Sembako ke TPQ Malika Rohul Saat Ramadan
Dugaan Upaya Adu Domba Masyarakat Adat di Rokan Hulu
Setelah Pencarian Panjang, Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Ngaso Rohul
Seorang Anak Hanyut di Sungai Ngaso Rohul, Tim Basarnas Pekanbaru Masih Lakukan Pencarian
Banjir Rendam Jalan Rohul-Duri hingga Surau Suluk Setinggi 1 Meter, Aktivitas Masyarakat Lumpuh