PILIHAN
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
29 Mei 2026
Jabatan Tak Boleh Berkurban
28 Mei 2026
Gas LPG 3 Kg di Rohul Masih Langka
ilustrasi
PASIR PENGARAIAN, Riauin.com - Gas LPG 3 kilogram masih langka di Kabupaten Rokan Hulu,karena adanya pendistribusian yang tidak tepat sasaran.
Hal ini diakui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Rohul Drs. H. Sariaman M.Si, salah satu kelangkaan LPG 3 kg karena adanya kebijakan dari pemerintah.
Sariaman menjelaskan dalam APBN kuota LPG 3 kg untuk wilayah Rohul 7 ribu kilo, namun dalam APBN Perubahan kuota mengalami pengurangan mencapai 14‎ persen dari kuota awal.
Walaupun adanya pengurangan kuota, bukan itu masalahnya. Namun, kelangkaan LPG 3 kg di wilayah Rohul lebih disebabkan sistem pendistribusian yang tidak tepat.
“Kelangkaan sebenarnya bukan karena di agen atau pangkalan, namun pendistribusian yang tidak tepat. LPG 3 kg seharusnya untuk masyarakat miskin, namun ada rumah makan, restoran dan orang mampu yang masih memakainya," kata Sariaman, Jumat (17/11/2017) sore.
Menghindari kelangkaan LPG 3 kg, tersebut Diskoperindag Rohul sudah mengimbau secara tertulis seluruh Aparatur Sipil Negara atau ASN di Rohul untuk tidak menggunakan LPG subsidi yang seharusnya untuk masyarakat miskin.
“Kita sudah mengimbau seluruh ASN untuk tidak lagi menggunakan LPG 3 kg lagi, tapi di atas itu," papar Sariaman.
Kondisi dilapangan saat ini agar bisa mendapatkan LPG 3 kg, warga Rohul harus berkeliling mencarinya. Meski pun ada, harganya sudah naik dan di atas Harga Eceran Tertinggi atau HET.
Informasinya, juga ada LPG 3 kg yang dijual oknum mulai harga Rp 30 ribu sampai Rp 38 ribu. Karena sudah menjadi kebutuhan, mau tidak mau warga harus membelinya.‎***[yus]
Hal ini diakui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Rohul Drs. H. Sariaman M.Si, salah satu kelangkaan LPG 3 kg karena adanya kebijakan dari pemerintah.
Sariaman menjelaskan dalam APBN kuota LPG 3 kg untuk wilayah Rohul 7 ribu kilo, namun dalam APBN Perubahan kuota mengalami pengurangan mencapai 14‎ persen dari kuota awal.
Walaupun adanya pengurangan kuota, bukan itu masalahnya. Namun, kelangkaan LPG 3 kg di wilayah Rohul lebih disebabkan sistem pendistribusian yang tidak tepat.
“Kelangkaan sebenarnya bukan karena di agen atau pangkalan, namun pendistribusian yang tidak tepat. LPG 3 kg seharusnya untuk masyarakat miskin, namun ada rumah makan, restoran dan orang mampu yang masih memakainya," kata Sariaman, Jumat (17/11/2017) sore.
Menghindari kelangkaan LPG 3 kg, tersebut Diskoperindag Rohul sudah mengimbau secara tertulis seluruh Aparatur Sipil Negara atau ASN di Rohul untuk tidak menggunakan LPG subsidi yang seharusnya untuk masyarakat miskin.
“Kita sudah mengimbau seluruh ASN untuk tidak lagi menggunakan LPG 3 kg lagi, tapi di atas itu," papar Sariaman.
Kondisi dilapangan saat ini agar bisa mendapatkan LPG 3 kg, warga Rohul harus berkeliling mencarinya. Meski pun ada, harganya sudah naik dan di atas Harga Eceran Tertinggi atau HET.
Informasinya, juga ada LPG 3 kg yang dijual oknum mulai harga Rp 30 ribu sampai Rp 38 ribu. Karena sudah menjadi kebutuhan, mau tidak mau warga harus membelinya.‎***[yus]
Berita Lainnya
Tim SAR Temukan Lansia yang Hilang di Perkebunan Sawit Rohul
PW KAMMI Riau Salurkan Al-Qur’an dan Sembako ke TPQ Malika Rohul Saat Ramadan
Dugaan Upaya Adu Domba Masyarakat Adat di Rokan Hulu
Setelah Pencarian Panjang, Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Ngaso Rohul
Seorang Anak Hanyut di Sungai Ngaso Rohul, Tim Basarnas Pekanbaru Masih Lakukan Pencarian
Banjir Rendam Jalan Rohul-Duri hingga Surau Suluk Setinggi 1 Meter, Aktivitas Masyarakat Lumpuh
Tim SAR Temukan Lansia yang Hilang di Perkebunan Sawit Rohul
PW KAMMI Riau Salurkan Al-Qur’an dan Sembako ke TPQ Malika Rohul Saat Ramadan
Dugaan Upaya Adu Domba Masyarakat Adat di Rokan Hulu
Setelah Pencarian Panjang, Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Ngaso Rohul
Seorang Anak Hanyut di Sungai Ngaso Rohul, Tim Basarnas Pekanbaru Masih Lakukan Pencarian
Banjir Rendam Jalan Rohul-Duri hingga Surau Suluk Setinggi 1 Meter, Aktivitas Masyarakat Lumpuh