Ironi Pacu Jalur: Terkenal Global, Terganjal Dana Lokal, Pemprov Riau Diharapkan Bertindak
Foto: Si tukang tari dihaluan jalur
Ditulis: Hendrianto
Festival Pacu Jalur, sebuah warisan budaya Riau yang telah mendunia dan menjadi kebanggaan, kini menghadapi tantangan serius. Ironisnya, di tengah popularitas globalnya, pelaksanaan event akbar ini kerap terseok-seok akibat keterbatasan anggaran daerah.
Situasi ini memicu desakan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengambil peran lebih maksimal dalam membantu pendanaan, bukan justru menguranginya.
Pacu Jalur, tradisi pacuan perahu panjang dari Kuantan Singingi (Kuansing), telah menarik perhatian dunia, bahkan menjadi inspirasi berbagai parodi di media sosial. Popularitasnya yang meroket seolah berbanding terbalik dengan kondisi finansial pelaksanaannya di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Kuansing, sebagai penyelenggara utama, seringkali harus berjibaku mencari dana, yang berdampak pada kualitas persiapan dan infrastruktur arena.
Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah kondisi infrastruktur arena yang dinilai sudah usang dan butuh modernisasi. Tribun penonton yang belum memadai, fasilitas pendukung yang minim, serta aksesibilitas yang kurang optimal, menjadi PR besar yang membutuhkan suntikan dana signifikan.
Padahal, pembenahan ini penting untuk menarik lebih banyak wisatawan dan memberikan pengalaman terbaik bagi mereka. Sangat disayangkan jika sebuah tradisi yang sudah mendunia seperti Pacu Jalur harus terhambat karena masalah pendanaan.
Pemprov Riau seharusnya melihat ini sebagai aset strategis pariwisata provinsi, bukan sekadar acara lokal Kuansing. Dukungan dana harus maksimal, bukan malah dipangkas."
Potensi ekonomi dari Pacu Jalur sejatinya sangat besar. Ribuan wisatawan domestik yang datang setiap tahunnya akan menggerakkan roda ekonomi lokal melalui sektor penginapan, kuliner, transportasi, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Optimalisasi pendanaan dan perbaikan infrastruktur diyakini dapat melipatgandakan dampak positif ini.
Masyarakat dan berbagai pihak berharap Pemprov Riau dapat mengambil langkah konkret.
Dengan dukungan penuh dari provinsi dan APBN, Pacu Jalur tidak hanya akan menjadi festival kebanggaan yang lestari, tetapi juga motor penggerak ekonomi dan pariwisata yang mampu menarik lebih banyak perhatian wisatawan dari seluruh penjuru dunia. (***)
Berita Lainnya
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
Newsfluencer Menggantikan Wartawan? Menimbang Sertifikasi dan Kode Etik
Jabatan Tak Boleh Berkurban
Menkeu Purbaya: Ekonomi Kita Kuat, Jangan Percaya 'Ekonom TikTok'!
Guncangan Sesaat Demi Posisi Tawar Sawit yang Lebih Kuat
Generasi Muda dan Tantangan Dunia Kerja Berbasis AI
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
Newsfluencer Menggantikan Wartawan? Menimbang Sertifikasi dan Kode Etik
Jabatan Tak Boleh Berkurban
Menkeu Purbaya: Ekonomi Kita Kuat, Jangan Percaya 'Ekonom TikTok'!
Guncangan Sesaat Demi Posisi Tawar Sawit yang Lebih Kuat
Generasi Muda dan Tantangan Dunia Kerja Berbasis AI