Jumlah Titik Panas di Riau Menyusut Jadi 10 Titik Seiring Meratanya Hujan
RIAUIN.COM - Ancaman kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau terindikasi mereda seiring meluasnya guyuran hujan di hampir seluruh wilayah kabupaten dan kota. Berdasarkan data pemantauan cuaca hingga Senin (20/7/2026), jumlah titik panas di daerah berjuluk Bumi Lancang Kuning tersebut menyusut dan hanya tersisa 10 titik.
Penurunan angka titik panas (hotspot) ini terjadi lantaran sebagian besar wilayah Riau mulai dibasahi hujan berkategori ringan hingga sedang sejak pagi hari. Berdasarkan citra satelit dan pantauan radar cuaca, awan penghujan menyelimuti wilayah Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, Kota Dumai, hingga Pekanbaru.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Putri Santy S menceritakan bahwa potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi hingga malam hari.
"Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kampar, Bengkalis, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, dan Dumai pada pagi, siang, hingga malam hari," kata Putri Santy S di Pekanbaru, Senin.
Ia menambahkan, kondisi cuaca basah diprediksi bertahan hingga dini hari nanti, dengan kisaran suhu udara 23 hingga 32 derajat celsius dan kelembapan berkisar 60–100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara ke barat daya dengan kecepatan 10 sampai 30 kilometer per jam.
Meski curah hujan memicu penurunan titik panas secara signifikan di Riau, kondisi berbeda justru terjadi di wilayah Sumatra secara umum. BMKG mencatat total titik panas di Pulau Sumatra masih menembus angka 447 titik, di mana konsentrasi terbanyak berada di Sumatra Selatan dengan 134 titik, disusul Aceh 93 titik, serta Bangka Belitung 89 titik.
Adapun 10 titik panas yang masih terdeteksi di Riau tersebar di empat daerah, yakni Indragiri Hulu sebanyak enam titik, Indragiri Hilir dua titik, serta Kuantan Singingi dan Rokan Hulu yang masing-masing menyumbang satu titik.
Guna menjaga tren penurunan tersebut, BMKG mengimbau warga setempat agar tidak memanfaatkannya untuk aktivitas terlarang.
"Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan agar dapat segera dilakukan penanganan," ujar Putri Santy S tegas.
Sementara itu, untuk wilayah perairan Riau, gelombang laut diprakirakan relatif aman bagi moda transportasi air karena hanya berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Namun, para nelayan dan pengguna jasa pelayaran harian diimbau tetap memantau update cuaca secara berkala sebelum berlayar. (Bil)
Berita Lainnya
Realisasi Cek Kesehatan Gratis Baru 18,5 Persen, Pemprov Riau Kejar Target Nasional
Antisipasi Musim Kemarau, Riau Terbitkan Maklumat Cegah Karhutla
Pemprov Riau Jajaki Obligasi Daerah Guna Tutup Defisit Pembiayaan Pembangunan
Kasus Kericuhan di DPRD Riau Masuk Tahap Pemeriksaan, Bk Siapkan Rekomendasi ke Pimpinan
Gemuri Riau Desak Penguatan Rohis, Usulkan Penambahan Jam Pelajaran Agama di Sekolah
Tembus Wilayah Pesisir Riau, BI dan Pemprov Jamin Ketersediaan Uang Layak Edar
Realisasi Cek Kesehatan Gratis Baru 18,5 Persen, Pemprov Riau Kejar Target Nasional
Antisipasi Musim Kemarau, Riau Terbitkan Maklumat Cegah Karhutla
Pemprov Riau Jajaki Obligasi Daerah Guna Tutup Defisit Pembiayaan Pembangunan
Kasus Kericuhan di DPRD Riau Masuk Tahap Pemeriksaan, Bk Siapkan Rekomendasi ke Pimpinan
Gemuri Riau Desak Penguatan Rohis, Usulkan Penambahan Jam Pelajaran Agama di Sekolah
Tembus Wilayah Pesisir Riau, BI dan Pemprov Jamin Ketersediaan Uang Layak Edar