Dipecat dari Ketua Gerindra Suhardiman Amby Malah Tuding Ada Malin Kundang di Kuantan Mudik
Foto: Suhardiman Amby saat menyatakan ada Malin Kundang di Kuantan Mudik
RIAUIN.COM- Karir politik Suhardiman Amby di Partai Gerindra Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) nyaris tamat. Calon bupati Kuansing nomor urut 1 itu tidak lagi dipercaya oleh DPP Gerindra untuk memangku jabatan sebagai Ketua DPC Gerindra Kuansing.
Berdasarkan syarat yang dikeluarkan oleh DPP Gerindra pada tanggal 14 November 2024 lalu, nama Suhardiman Amby lenyap dari kepengurusan partai. Surat yang ditandatangani oleh Ketum Gerindra Prabowo Soebianto itu mempercayakan Gerindra Kuansing dipimpin oleh anak muda asal Kuantan Mudik Reky Fitro
Reky Fitro merupakan anggota DPRD Kuansing periode 2024-2029. Reky Fitro tidak hanya dipercaya sebagai Ketua DPC Gerindra, bahkan ia diusulkan oleh Prabowo Soebianto sebagai Ketua DPRD Kuansing untuk menggantikan posisi Jufrizal.
Prahara yang terjadi ditubuh Gerindra menjelang Pilkada 2024 ini, Suhardiman Amby malah menuding ada oknum orang Kuantan Mudik sebagai dalang pangkal masalah perpecahan ditubuh Gerindra saat ini.
"Ada Malin Kundang di Kuantan Mudik. Sudah kita angkat dari pembuangan yang kotor setelah itu orang tua kandungnya dibunuh," sindir Suhardiman Amby.
Pernyataan itu dilontarkan Suhardiman Amby saat berorasi pada acara kampanye pasangan nomor urut 1 tadi malam, Senin (17/11/2024) di Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik.
Kontan saja tudingan tersebut membuat masyarakat Kuantan Mudik naik darah. Beragam komentar dilontarkan terkait bupati petahana tersebut. Warga Kuantan Mudik mengaku sakit hati dengan pernyataan Suhardiman Amby yang dinilai tidak mendasar.
"Kami tidak mencampuri urusan partai, tapi kami orang Kuantan Mudik jangan dihina," kata Riki salah seorang warga Kuantan Mudik.
Warga lainya juga menimpali, selama ini warga Kuantan Mudik hidup rukun berdemokrasi. Dimana, Kuantan Mudik hidup dengan multipartai. Banyak tokoh-tokoh Kuantan Mudik yang memiliki nama besar, baik ditingkat nasional maupun di Provinsi Riau seperti Raja Rusli dan Buya Marifat Mardjani.
"Menghina Kuantan Mudik sama halnya dengan menghina para tokoh-tokoh kami," ujar warga lainya.
Menurut informasi, siang ini sejumlah Datuk-datuk pemangku adat di Kecamatan Kuantan Mudik akan bermusyawarah guna untuk menentukan sikap terkait pernyataan yang dilontarkan oleh Bupati Kuansing tersebut. (hen)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V