PILIHAN
3 Tahun Jokowi-JK
Jokowi Ingin Bangun 1.800 Km Jalan Tol di 2019, Yakin Tercapai?
Bogor, Riauin.com - Program yang digenjot oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dalam tiga tahun terakhir adalah pembangunan aneka infrastruktur. Salah satunya jalan tol.
Pada awal pemerintahan Kabinet Kerja, Jokowi mematok target 1.100 km jalan tol bisa dibangun pada akhir 2019. Namun target tersebut akhirnya direvisi menjadi 1.850 km. Yakin bisa tercapai?
"Jalan tol sudah selesai 580 km. Kita harap 2019 itu 1.850 km. Dulu target kita dulu 1.100 km tapi selesai 1.850 km," kata Jokowi ketika berbincang dengan detikcom di Istana Bogor, Kamis (12/10/2017).
lancarnya pembebasan lahan menjadi faktor yang mendorong adanya tambahan panjang jalan tol yang beroperasi hingga 2019. Misalnya saja Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,48 km, yang dalam renstra Kabinet tidak dimasukkan operasional pada 2019, kini diperkirakan bisa selesai pada tahun 2019.
Kemudian jalan tol Terbanggi Besar-Kayu Agung sepanjang 185 km, Jakarta-Cikampek II (elevated), Pasuruan-Probolinggo dan Krian-Legundi-Manyar.
Selain itu, beberapa ruas Jalan Tol lainnya juga diproyeksi bisa selesai lebih panjang pada tahun 2019. Seperti Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, Bakauheni-Terbanggi Besar, Cisumdawu, Balikpapan-Samarinda, Manado-Bitung dan beberapa ruas tol di Jabodetabek, seperti dilansir dari detik.
Estimasi total investasi untuk jalan tol hingga 2019 mendatang pun turut berubah. Dari Renstra 2015-2019 sebesar Rp 167 triliun, menjadi Rp 224 triliun hingga 2019. Nilai investasi Rp 224 triliun tersebut menghasilkan 1.851 km tambahan pembangunan jalan tol baru.(nol)
Pada awal pemerintahan Kabinet Kerja, Jokowi mematok target 1.100 km jalan tol bisa dibangun pada akhir 2019. Namun target tersebut akhirnya direvisi menjadi 1.850 km. Yakin bisa tercapai?
"Jalan tol sudah selesai 580 km. Kita harap 2019 itu 1.850 km. Dulu target kita dulu 1.100 km tapi selesai 1.850 km," kata Jokowi ketika berbincang dengan detikcom di Istana Bogor, Kamis (12/10/2017).
lancarnya pembebasan lahan menjadi faktor yang mendorong adanya tambahan panjang jalan tol yang beroperasi hingga 2019. Misalnya saja Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,48 km, yang dalam renstra Kabinet tidak dimasukkan operasional pada 2019, kini diperkirakan bisa selesai pada tahun 2019.
Kemudian jalan tol Terbanggi Besar-Kayu Agung sepanjang 185 km, Jakarta-Cikampek II (elevated), Pasuruan-Probolinggo dan Krian-Legundi-Manyar.
Selain itu, beberapa ruas Jalan Tol lainnya juga diproyeksi bisa selesai lebih panjang pada tahun 2019. Seperti Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, Bakauheni-Terbanggi Besar, Cisumdawu, Balikpapan-Samarinda, Manado-Bitung dan beberapa ruas tol di Jabodetabek, seperti dilansir dari detik.
Estimasi total investasi untuk jalan tol hingga 2019 mendatang pun turut berubah. Dari Renstra 2015-2019 sebesar Rp 167 triliun, menjadi Rp 224 triliun hingga 2019. Nilai investasi Rp 224 triliun tersebut menghasilkan 1.851 km tambahan pembangunan jalan tol baru.(nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V