PILIHAN
Presiden Jokowi: Baca Isu Medsos, Jangan Langsung Emosi
JAKARTA, Riauin.com -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meminta masyarakat agar tak mudah terpengaruh oleh berita-berita bohong yang beredar baik melalui media sosial maupun media massa. Kehati-hatian masyarakat dalam menerima informasi diperlukan untuk menghindari konflik dan gesekan antarmasyarakat.
"Saya minta kita semua ingatkan teman, tetangga kampung, kalau ada isu terutama di media sosial itu jangan dimakan mentah-mentah. Jangan baca langsung emosi padahal itu tulisan tidak jelas siapa yang buat karena akun palsu itu banyak sekali," kata Jokowi di Kabupaten Sumenep, Madura.
Saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al Karimiyyah, Presiden kembali mengingatkan keberagaman bangsa Indonesia dengan penduduk yang sangat besar.
Hal ini juga sering disampaikan kepada para pemimpin negara lain di setiap pertemuan. Presiden tak segan memperkenalkan dirinya sebagai pemimpin negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. "Saya Presiden Jokowi dari negara penduduk Muslim terbesar di dunia," kata dia, dikutip dari siaran resmi Istana.
Menurut dia, tak jarang para pemimpin dunia yang bertemu dengan Presiden menyatakan kekagumannya terhadap Indonesia. Di samping itu, tidak sedikit pula pemimpin dunia yang menitipkan pesan kepada Presiden, salah satunya adalah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.
"Beliau (Presiden Ashraf Ghani) mengingatkan jangan sampai ada gesekan. Pengalaman yang terjadi di Afghanistan sulit lagi dipersatukan. Sehingga kalau ada sengketa segera dirukunkan," kata Jokowi. (rol)
"Saya minta kita semua ingatkan teman, tetangga kampung, kalau ada isu terutama di media sosial itu jangan dimakan mentah-mentah. Jangan baca langsung emosi padahal itu tulisan tidak jelas siapa yang buat karena akun palsu itu banyak sekali," kata Jokowi di Kabupaten Sumenep, Madura.
Saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al Karimiyyah, Presiden kembali mengingatkan keberagaman bangsa Indonesia dengan penduduk yang sangat besar.
Hal ini juga sering disampaikan kepada para pemimpin negara lain di setiap pertemuan. Presiden tak segan memperkenalkan dirinya sebagai pemimpin negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. "Saya Presiden Jokowi dari negara penduduk Muslim terbesar di dunia," kata dia, dikutip dari siaran resmi Istana.
Menurut dia, tak jarang para pemimpin dunia yang bertemu dengan Presiden menyatakan kekagumannya terhadap Indonesia. Di samping itu, tidak sedikit pula pemimpin dunia yang menitipkan pesan kepada Presiden, salah satunya adalah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.
"Beliau (Presiden Ashraf Ghani) mengingatkan jangan sampai ada gesekan. Pengalaman yang terjadi di Afghanistan sulit lagi dipersatukan. Sehingga kalau ada sengketa segera dirukunkan," kata Jokowi. (rol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V